(Musikalisasi Puisi) Bahagia Setelah Kita

Bahagia Setelah Kita

Karena kutinggalkan semua ketenangan dibalik jemarimu,
Kutinggalkan semua kebahagian yang tak akan pernah beku.
Karena bahagiaku adalah kau yang berbahagia.”

****

Bahagia Setelah Kita

Suatu waktu, di akhir bulan Oktober.
Kau bertanya padaku tentang satu hal.
Jika saatnya nanti, saat kita ditakdirkan untuk tak bertemu lagi.
Saat kita tak bisa saling bicara lagi.
Apa yang akan kau lakukan.

Saat itu aku menuliskan sesuatu.
Biakan aku menjadi pemuja atas semua puisi-puisimu, dan kan kubiarkan airmata menjadi hidup sebagai bagian dari goresnya.

Kau tahu, pada pertemuan kita yang tak terduga, pada setiap tawa kita yang terekam dunia, pada setetes airmata yang kau dan aku lepaskan tiba-tiba.
Tuhan menjadikannya cerita yang tak mungkin terlupa.
Semesta berbahagia.

Aku tahu, jalan kita berbeda.
Dan tuhan menyiapkan sesuatu yang tak pernah kita sangka.
Mungkin iya, mungkin saja tidak.
Kita hanya bisa menganggap semua pertemuan ini adalah pertemuan yang akan membawamu dan menuntunku pada sebuah kebenaran perasaan.
Rindu yang terbang bebas kepadaku,
Rasa yang berlabuh tepat di genggamanmu.
Semuanya benar, kita pernah saling jatuh cinta.

Kau tak perlu takut.
Kau adalah perempuan hebat, yang mampu berdiri kuat meski langkahmu tersekat.
Engkau adalah perempuan yang mampu melengkungkan senyumku, meski disaat kau sedang berpesta airmata.

Jadi, apa yang harus kita lakukan jika semuanya benar-benar berlalu?
Tak ada, namun ingatlah hari dimana kita masih bisa saling bergenggaman tangan,
Kau merasa nyaman bukan?
Karena kutinggalkan semua ketenangan dibalik jemarimu,
Kutinggalkan semua kebahagian yang tak akan pernah beku.
Karena bahagiaku adalah kau yang berbahagia.

_dyazafryan_

(Musikalisasi Puisi) Jatuh Cinta dan Rindu yang Tak Akan Patah

Jatuh Cinta dan Rindu yang Tak Akan Patah

“Saat ini aku masih jatuh cinta, masih jadi pemujamu yang setia. Sama, dan tak akan berubah.”

*****

Jatuh Cinta dan Rindu Yang Tak Akan Patah

Sejak saat pertama ku tuliskan satu puisi untukmu,
disana aku tahu, aku jatuh cinta.
Jatuh perlahan pada hatimu, pada kesederhanaanmu.
pada setiap bahagia yang ingin kau tularkan pada sekelilingmu.

Tanpa sadar, rindu terbang dengan damai kepadamu.
dengan tenang berlabuh lewat celah kecil senyummu.
tak patah meski sayap-sayap yang membawanya lelah,
tak mati meski ia sendiri.

Kepadamu, yang ku anggap sebagai jalan pulang atas cinta dan rinduku,

yang kumaknai setiap langkah-langkahnya.
Saat ini aku masih jatuh cinta,
masih jadi pemujamu yang setia.
Sama, dan tak akan berubah.

_dyazafryan_

Selamat Hari Blogger Nasional

Yeay, hari ini tanggal 27 Oktober, dan hari ini adalah hari para blogger nasional.

*tiup terompet*

*tiup lilin*

Selamat hari blogger nasional buat semua blogger-blogger di tanah air.  Berterima kasih banget kepada Bapak Muhammad Nuh yang pada saat itu menjabat sebagai Menkominfo tahun 2007 dan menjadikan tanggal 27 Oktober sebagai hari Blogger Nasional.

Semangat buat para blogger, teruslah menulis dan berbagi informasi yang baik buat para pembaca dan blogger-bloger lainnya ya… :D

Semoga menjadi blogger yang lebih baik lagi :D

 

 

Malam Puisi Palembang – “Kolase Aksara Muda”

Udah sebulan sejak perayaan 1 tahun Malam Puisi Palembang, kini Malam Puisi Palembang kembali lagi dengan tema yang lebih menarik. “Kolase Aksara Muda” hadir untuk memperingati hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa.

SONY DSC

Tepatnya kemarin Jumat,  tanggal 24 Oktober 2014 jam 19:00, Malam Puisi Palembang yang ke-12 ini di gelar.

Berbeda dari biasanya, acara Malam Puisi Palembang kali ini di hadiri oleh beberapa bintang tamu, antara lain Penyair senior Sumatera Selatan Toton Dai Permana, lalu ada Winda Dinniyah sebagai Putri Pariwisata Sumsel 2014 dan Faiza Saxoponist Palembang. Acara terselenggara dengan manis, dengan gabungan-gabungan antara puisi, musikalisasi puisi dan akustik musik. Beragam hadiah buku juga membanjiri kegiatan Malam Puisi Palembang ke-12.

Apresiasi teman-teman penikmat puisi di kota Palembang semakin bertambah dengan banyaknya penonton yang hadir, mulai dari yang sudah sering datang maupun yang pertama kali. Ini menandakan bahwa seni sastra puisi masih mampu dinikmati oleh banyak orang, tidak hanya anak-anak muda, namun juga para orang-orang tua.

Tak berhenti terucap segala puji dan Syukur atas nikmat Tuhan Yang Maha Esa atas segala kemudahan yang di berikan, dan kepada semua pihak yang telah membantu melancarkan kegiatan Malam Puisi Palembang. Mulai dari penggerak, tim Beranda 2b cafe, semua media yang mendukung dan para penikmat puisi. Tanpa kalian semua kegiatan ini tidak akan berjalan dengan baik.

Ayo lestarikan puisi agar tetap hidup!.

:D

 

This slideshow requires JavaScript.

Mimpi dan Pesta Rindu

Aku selalu ingat bagaimana kita bercerita tentang mimpi,

tentang bunga-bunga tidur yang membuat kita bahagia saat terlelap,

dan senyum yang  melengkung setelahnya.

Aku tak pernah berhenti mengingat kala mimpi itu adalah tentang pertemuan kita.

Berpesta rindu.

Merayakan setiap pertemuan lewat pejam mata,

menjadi penghubung antara dua kota, dua jiwa, satu cinta, kita.