3 Years

3 tahun. Bukan waktu yang singkat, terlebih dalam menjalani sesuatu. Mungkin seperti hubungan percintaan. Tapi disini bukan masalah hubungan percintaan melainkan pekerjaan. Enggak terasa saya sudah melewati waktu selama 3 tahun di tempat saya bekerja sekarang, sebuah studio foto yang masih bisa bersaing dengan beberapa studio lainnya di Palembang dan mungkin terus menjadi pilihan banyak orang. Studio Foto yang lebih menekankan pada modern concept dan Digital Imaging Photography.

TK (7)  IMG_1123 S1a S1IMG_1123 S1s S1 reev

Tepatnya tanggal 16 September kemarin adalah hari dimana saya sudah bekerja selama hampir  3 tahun dan Alhamdulilah masih sangat menikmati bekerja disini. Meski kadang ada waktunya merasa jenuh, dan mencoba mencari peruntungan lain, kadang juga ada waktunya hal itu terlupakan dan kembali menikmati.

Saya seperti merasa tidak terlalu menganggapnya bekerja, sebagai hasil dari hobi yang menjadi profesi, saya menikmati setiap waktunya. Ada waktu santai, terkadang ada waktu dimana sama sekali tidak memperdulikan sekitar alias terlalu banyak deadline yang harus dikejar. Bertemu banyak orang dengan banyak sifat dan kelakuan, bermain bersama anak kecil yang penurut, yang bandel, bayi-bayi mungil, pasangan yang bahagia, keluarga yang ramah, kelompok yang rempong dan banyak lagi lainnya membuat saya selalu menikmati setiap kamera-kamera memotret dan kilauan flash memberikan cahaya pada mereka. Rasa kesal, bahagia, sedih, susah, semua pernah dirasakan.

Pergantian rekan-rekan kerja, dan pada akhirnya sekarang memiliki tim yang sudah bisa dikatakan solid membuat saya masih mencintai untuk memberikan skill terbaik di sini. Entah sampai kapan bisa bertahan, jikalau Tuhan punya jalan yang lain, saya tidak akan pernah meninggalkan hoby yang sudah memberikan banyak ilmu. Meski sekarang sudah jarang motret dan lebih banyak memperhatikan kemajuan studio foto tempat saya bekerja, namun skill harus terus di asah.

Bagaimana denganmu teman? sudah berapa lama bekerja ditempatmu yang sekarang? perasaanmu?

:D

(Musikalisasi Puisi) Semua Jadi Seperti Biasa Saja

Semua Jadi Seperti Biasa Saja

“Semua jadi seperti biasa saja. Saat aku mampu melepasmu dengan bahagia, tanpa ada lagi airmata.”

——-

Semua jadi seperti biasa saja.

Masih ku ingat bagaimana aku mampu membuat lengkung sempurna dari bibirmu, saat itu.
Sesempurna hujan yang turun saat musim kemarau menyapa.
Merekam setiap tutur kata, dan diam saat satu kecup mendarat di bibirmu.

Yang tiba, yang datang, yang tiba-tiba datang, bagai api kecil yang kulidahkan di jantungmu, dengan ciumanku. Berdenyut lembut membalut luka dan semua kalut di kedalaman kalbumu.

Atau yang tiba-tiba pergi tanpa permisi.
Tanpa ada celah untuk mengerti mengapa semua terjadi.
Sebabnya.
Akibatnya.

Sekarang biarkan bibirku menjauh, dari tatapan matamu yang jenuh.
Meski lenganku masih menginginkan bahumu yang teduh, yang pernah jadi tempat bersandar ketika aku rapuh.
Tempat keluh terluapkan,
Tempat kesah terdamaikan.
Tempat segala airmata terhapuskan.
Lalu semuanya benar-benar menjauh, utuh.

Dan semua yang pernah terlihat sempurna, seperti menjadi biasa saja.
Tentang namamu, tentang cerita dibalik tawa kita,
saat hangat tubuhmu memelukku,
Saat tatap mataku bergeming ketika kau melintas dengan pelannya.
Semua jadi seperti biasa saja.
Saat aku mampu melepasmu dengan bahagia, tanpa ada lagi airmata.

 

_dyazafryan_

The Man Who Can’t be Moved

Pernah membuat sesuatu karena terinspirasi oleh sesuatu?

Misalnya membuat lagu, membuat puisi karena sebuah film atau membuat lukisan karena terinspirasi oleh wajah seseorang. atau yang lainnya?

Kali ini aku membuat sebuah foto hasil olahan digital imaging karena terinspirasi dari sebuah lagu. Dimana konsepnya hampir sama dengan video klip di lagunya.

The man who cant be movedSesuai judulnya, foto ini terinspirasi dari lagunya The Script yang judulnya The Man Who Can’t be Moved. Karena nge-fans dengan the Script dan beberapa hari ini full dengerin lagu-lagunya The Script.

Kalian bisa dengerin lagu dan video klipnya juga nih.. :D

Kami Menyayangimu, Bu.

Ini adalah postingan untuk keberapa kalinya di tanggal 10 September. Ada apa?
Ada sesuatu yang spesial di tanggal ini.
Selamat ulang tahun ibu. Tepat hari ini usiamu jadi 45 tahun. Selalu terselip doa dan harapan dibalik tulisan tulisan untukmu. Semoga selalu dalam kebaikan Allah SWT, dalam lindungan-Nya. Selalu sehat, menjadi Ibu yang luar biasa, dilimpahkan rezekinya, dan semua kebaikan.
Amiinnn…

Maaf g bisa ngasih apa-apa, hanya hadiah kecil yang mungkin enggak terlalu spesial. Semoga ibu suka.

wpid-2014-09-10-02-17-30-jpg2

Dan buat semua temen dan sahabat yang juga tepat hari ini berulang tahun, selamat ulang tahun juga ya.

Dan spesial buat Ibu, kami, keluarga kecilmu, sangat menyayangimu.
Love you mom..

(Musikalisasi Puisi) Beberapa Hal yang Mesti Kau Catat lalu Kau Baca saat Merasa Sendiri – Karya Andi Gunawan

holding hands“Ada yang diam-diam mendoakanmu, dalam-dalam. Percayalah.”

 

 

***

Beberapa Hal yang Mesti Kau Catat Lalu Kau Baca Saat Kau Merasa Sendiri

Ada yang diam-diam ingin disapa olehmu. Percayalah. Ada yang mengharap

pertemuan kedua, setelah matamu mendarat di matanya, tanpa aba-aba.

Ada yang  setiap hari terbangun buru-buru, demi sebuah frasa ‘Selamat pagi’ dari bibirmu. Ada yang

tak pernah berhenti mencatat. Sebab, setiap kalimatmu adalah peta. Ia tak mau tersesat.

Ada mata yang berbinar sempurna dalam tunduk sipu, tiap kau sebut sebuah nama, miliknya.

Ada yang mengembangkan sesimpul lengkung di bibirnya, di balik punggungmu, malu-malu.

Ada yang memilih terduduk saat jarakmu berdiri dengannya hanya beberapa kepal. Lututnya melemas, tiba-tiba.

Ada yang tak pernah melepas telinganya dari pintu. Menunggu sebuah ketukan darimu.

Ada yang dadanya terasa berat dan kau tak pernah tahu, saat kau tak tertangkap matanya beberapa waktu.

Ada yang pernah merasa begitu utuh, setelah kaki-kaki menjejak jauh darinya. Sekarang, runtuh.

Ada yang diam-diam mendoakanmu,

dalam-dalam.

Percayalah.

 

_dyazafryan_