With Love From Liberia

IMG_1739

Kenapa judulnya keren gitu ya..

hahaha.. Judulnya diambil dari selembar kartu pos yang di kirim oleh sahabat blogger saya dan mungkin kita juga, yang mana udah saya anggep seperti abang sendiri, cieee.. Yang menurut saya baikkkkkkkk banget, ( k nya banyak ). Siapa yang bakal enggak seneng kalo dapet kiriman dari sahabat sendiri, apalagi kartu pos ya. :D

Taraaaa…..

liberia

Kartu pos kiriman dari Mas Ryan itu tiba kemarin di rumah saya, dan saya langsung kegirangan sendiri. :D Sebelumnya pernah dapet kartu pos kiriman Mbak Ely dari Jerman.

Suka sama gambar kartu posnya, seorang cewek berkulit eksotis yang membawa keranjang labu di atas kepalanya :D

Makasih Mas Ryan atas kiriman kartu posnya.

Dan ucapan terima kasih kepada Mas Ryan ini adalah postingan spesial yang ke 400 di blog saya. :D, g terasa udah menulis sebanyak itu. Semoga postingan di dyazafryan.wordpress.com semakin lebih baik dan menarik.

Yeay… terima kasih lagi buat Mas Ryan… :D

 

Mawar tanpa Duri

Aku dekatkan diriku pada goresan-goresan pena kecilmu.

Nama singkat yang pernah ku ingat untuk beberapa saat.

Hai, salamku untuk perempuan yang memberikan ruang pada puisi-puisi yang ingin tercipta di dunia.

bersama cinta-cinta yang ingin aku eratkan setiap waktunya.

Kamu, menjadi perantara pada setiap kata,

menjadi penyambung kisah antara beberapa pasang mata cinta.

tetaplah menjelma mawar dalam keramaian tawa yang hakiki,

tanpa duri yang menyakiti.

 

#DuetPuisi

Kita Bersama Bahagia yang Nyata

Seseorang berbisik padaku tentang ramainya hujan yang turun ketika aku sedang menunggunya reda.

Nyatakah?

atau hanya cerau yang bernada risau.

Sayang, kenapa kita tak biarkan tubuh kita merasakan riuhnya rintik hujan.

dan membiarkan jemari kita basah saat bergandengan.

Lalu dapat kau rasakan bahwa ini nyata.

Seperti engkau yang selalu inginkan kebersamaan,

bahwa tak ada sesuatu yang harus kita takutkan.

Tuhan menjaga setiap langkah yang kita pijakkan.

aku yang ada di sampingmu, Menguatkan.

 

Puisi Balasan “Akan Ada Waktu” oleh Insany Camilia Kamil

#DuetPuisi

Perempuan dalam Debar Jantungku

Ketika aku tenggelam ke dalam lantunan nyanyian hujan yg baru saja berhenti, aku masih terjaga bersama pagi yang sunyi.

Diam-diam, napas yang berembus pelan bersama debar jantungku, masih tentang engkau.

Tak berhenti memata-matai waktu, menjauhkanku dari mimpi yang mungkin tak lebih indah dari nyatanya bersamamu.

Aku masih terjaga bersama rindu.

#DuetPuisi

Tanah Kematian

Sejak hujan tak lagi mampu kurasakan hadirnya, dan kemarau pun menjadi penguasa semesta terindah, hatimu.
Sebabnya menjadikan dedaunan yang hijau menjadi abu-abu.

Aku jatuh perlahan ke tanah kematian yang kau pijakkan kakinya di sana.
Engkau menjelma kupu-kupu yang berlalu, menuju warna-warna yang masih utuh di matamu.
Lalu aku tak bisa menebak kemana arahnya.

Pergi saja engkau dengan keindahan yang terberkas dalam ingatan.
Bersama musim-musim yang aku saja tak pernah bisa merasakannya.
Di dunia yang ingin kau ubah dengan satu kepakan sayapmu,
Bukan duniaku

#DuetPuisi

Senyawa Rindu

Aku jadikan kekeringan sebagai rindu yang tak tersentuhmu.

Tanah-tanah gersang yang ingin basah, menunggumu datang sebagai hadiah Tuhan yang menyegarkan.

Di setiap aliran yang ingin kau tumpahkan, aku mengharap kehidupan.

Setetes kelembutan, menghapus kekeringan.

Aku, tanah dari senyawa-senyawa rindu.

Yang telah bersiap atas pelukan dari percikan yang kau sebut molekul cinta.

Yang mendambamu lebih dari seekor lebah yang mencari madunya.

Bergegaslah, kehadiranmu adalah segala yang aku tunggu.

Puisi Balasan “Molekul Cinta” oleh Insany Camilia Kamil

#DuetPuisi