Selamat Lebaran :D

Gaes..gaes… Hari kemenangan telah tiba, setelah berpuasa selama 30 hari ya kan? Hari ini kita ngerayain idul fitri dan kembali ke fitrah. Semoga amalan puasa kita kemarin berbuah yang baik ya. Amiinn..

Abis pulang solat Ied nih, kalian solat g? terus maaf-maafan dan makan kue lebaran. Akhirnya kue lebaran dikeluarin dari persembunyiannya. Saatnya kita mengisi perut dan naikin berat badan. Hihihi, ada pempek, tekwan, ketupat, opor ayam dan masih banyak lagi. Tapi lebaran kali ini lumayan sepi, banyak yang mudik, dari tetangga sebelah rumah yang biasa rame, bahkan kakak sendiri juga mudik. Tapi masih bisa bersyukur dapat lebaran bersama Bapak dan ibu serta nenek kesayangan dirumah. Bagaimana lebaran di kota kalian? lebaran bersama siapa? ada makanan apa aja? *kepo*

image

image

Hihihi, Saya mau ngucapin Minal Aidin Walfa Idzin untuk semua temen-temen blogger dan semua pembaca blog ini. Maaf kalo ada salah-salah kata, postingan yang tak sesuai dan menyinggung perasaan kalian, maaf buat typo-typo dalam tulisan, dan semuanya. Mohon maaf ya. Kesalahan kalian juga udah aku maafin kok *kemudian dilempar ketupat*, hihhii.

Sekali lagi selamat lebaran ya teman-teman, semoga kita masih diberi kesempatan buat bertemu bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri tahun depan dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dan mendapatkan berkah dari Allah SWT.

Salam pempek dan ketupat ya :D

Review Novel ‘Sabtu Bersama Bapak’ – Adhitya Mulya

Entah ini novel keberapa yang ditulis oleh Bang Adhitya, sebelumnya pernah baca Mencoba Sukses, Jomblo, dan Gege Mengejar Cinta. Dan Novel dari Bang Adhitya adalah yang saya tunggu karena berisi tentang kisah-kisah komedi yang keren. Di lihat dari judulnya ” Sabtu Bersama Bapak” pastinya ada unsur tentang seorang bapak, ada keluarga, Ibu dan anak-anak. Jadi mari kita lihat.

 

sabtu bersama bapak

Sabtu Bersama Bapak

 

Judul : Sabtu Bersama Bapak
Penulis : Adhitya Mulya
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 278 hlm
Terbit : Juni 2014

“Hai, Satya! Hai, Cakra!” Sang Bapak melambaikan tangan.
“Ini Bapak. Iya, benar kok, ini Bapak. Bapak cuma pindah ke tempat lain. Gak sakit. Alhamdulillah, berkat doa Satya dan Cakra.

Mungkin Bapak tidak dapat duduk dan bermain di samping kalian. Tapi, Bapak tetap ingin kalian tumbuh dengan Bapak di samping kalian. Ingin tetap dapat bercerita kepada kalian. Ingin tetap dapat mengajarkan kalian. Bapak sudah siapkan.
Ketika punya pertanyaan, kalian tidak pernah perlu bingung ke mana harus mencari jawaban. I don’t let death take these, away from us. I don’t give death, a chance.
Bapak ada di sini. Di samping kalian. Bapak sayang kalian.”

Ini adalah sebuah cerita. Tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. Tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik. Tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih. Dan…, tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka.

***

Novel ini menceritakan tentang kehidupan suatu keluarga, kehidupan seorang bapak bernama Gunawan Garnida yang menderita kanker dan harus menyiapkan segalanya untuk istrinya bernama Itje dan kedua anaknya, Satya dan Cakra. Karena umurnya yang tak lama lagi, sang bapak kemudian memutuskan untuk membuat sebuah video bersama sang istri dengan berisikan nasihat-nasihat untuk kedua anaknya nanti, hingga akhirnya sang bapak meninggal dunia.

Video ini kemudian diperlihatkan kepada kedua anaknya setiap hari sabtu, pada momen-momen khusus. Sehingga membuat anak-anak pak Gunawan mampu belajar sesuatu dari Bapaknya yang telah tiada.

Berbeda dari novel-novel sebelumnya yang penuh dengan komedi, kali ini novel ini berisikan sesuatu yang lumayan serius dan tetap diselingi dengan humor-humor yang masih mampu membuat tertawa lepas. Bang Adhitya Mulya memberikan banyak cerita yang membuat kita belajar menjadi sosok Bapak yang baik, menjadi keluarga yang harmonis. Novel yang mampu membuat sedih, nahan nangis, ketawa, merinding karena sifat-sifat Bapak Gunawan terhadap anak-anaknya dan banyak hal lagi.

Selain bab-bab nasihat bapak Gunawan dalam video, yang saya tunggu adalah kisah pencarian cinta Cakra yang mengundang tawa, tapi keseluruhan isinya sangat-sangat memberikan pelajaran.

Banyak kalimat-kalimat yang berisikan pesan-pesan moral, tentang bagaimana menjadi Bapak yang baik, tentang apa yang harus dilakukan terhadap keluarga agar menjadi baik dll, Seperti :

- Ketika anak-anak mengalami masalah, mereka ditekankan  berdialog untuk menyelesaikan masalah. Baku hantam adalah bukan solusi yang baik apalagi pilihan. ( hal, 144)

- Mimpi hanya baik jika kita melakukan Planning untuk merealisasikan mimpi itu. Jika tidak, kalian hanya buang waktu. (hal, 150)

- Harga diri kamu datang dari dalam hati kamu dan berdampak ke luar. Bukan dari barang/ luar, berdampak ke dalam hati. (hal, 120)

- Karena Tuhan pun melihat manusia dari yang benar dan salah. Dan yang benar itu yang baik. Bukan dari mana dia berasal. (hal, 207)

- Laki, atau perempuan yang baik itu, gak bikin pasangannya cemburu. Laki, atau perempuan yang baik itu bikin orang lain cemburu sama pasangannya.

Bintang 5 dari 5 bintang untuk novel yang sangat banyak memberikan pelajaran. Dan aku berharap mampu menjadi Bapak yang baik kelak untuk keluarga dan orang lain juga. :)

Menjelang Hari Raya

Selamat hari Jumat gaes. Hari ini di mulai dengan telat datang ke kantor, fiyuh.. ora popo, yang penting tetep puasa. :D Karena ngeliat banyak yang ngomongin kue lebaran, ada yang posting tentang kue lebaran, jadi mikir kalo lebaran ternyata bentar lagi, dan pastinya puasa akan berakhir. Mungkin kalo di hitung-hitung 2 hari lagi bakal lebaran, itupun kalo lebaran lewat depan rumah, kalo enggak ya enggak lebaran. hihihi..

Ada seneng dan sedih juga, Insha Allah bulan ini full lagi puasanya meskipun dilaluin dengan kadang sakit, lalu bisa ketemu lebaran lagi. Sedih ya karena puasa akan berakhir, masih merasa kalo puasanya belom terlalu maksimal, tapi ya biarlah Allah SWT yang menilai gimana ibadahnya, karena ya menjalani semuanya dengan sebaik mungkin.

Kue?? di rumah belom keliatan ada tanda-tanda kue lebaran , sempet sih kemarin liat ibu buat kue, tapi hasil nyatanya belom keliatan, atau mungkin di umpetin dulu biar enggak habis dimakan duluan? bisa jadi-bisa jadi, secara kadang suka mencari cemilan buat menunggu sahur tiba. Gimana dengan kalian, udah bikin kue? atau beli ? atau minta sama tetangga aja? *kidding*

*Sebenarnya pengen di sertai foto kue lebaran, karena kayaknya masih di umpetin, jadi ditunda dulu ya. :D

Doodle Art Part 2

Setelah pernah memposting tentang doodle art, kali ini ada bagian kedua. hihihi, bukan kayak sinetron sih.. cuma mau ngeshare hasil kerjaan ketika waktu luang menunggu sahur tiba.. :D

dan kali ini dengan tema dan tampilan yang lebih berwarna karena udah masuk ke dalam tahap pewarnaan digital.. :D alias photoshop. Gambar manual pake tangan, lalu diwarnai di photoshop.. :D

So, Selamat menikmati 3 hasil Doodle Artnya :D Gaessss :D

00900 copy 3 S1 22 copy

_dyazafryan_

Engkau adalah Pagi yang Kucintai

dyazafryan:

READ AND LISTEN.. :)

Originally posted on Gisti Riza Adistie:

EMBUN DAUN

“You comes like a morning dew.

When I was a lonely leaf.

I waiting you from a few.

And now you just leave…”

Dulu, aku bisa diibaratkan seperti daun. Yang masih terlihat segar dan hijau. Aku bersandar di sebuah pepohonan yang cukup tinggi. Tak ada satupun yang bisa menggapaiku, ataupun membuatku luruh. Aku hanyalah daun yang selalu menikmati tiap hembusan angin.

Ke kanan, ke kiri, juga memutar. Aku hanya mengikuti gerak angin tanpa tujuan. Aku hanya daun yang tak bisa berbuat apa-apa. Aku juga tak pernah menunggu siapa-siapa. Mungkin aku hanya daun yang terbiasa dengan sebuah rasa kesepian.

Aku hanya mengenal ranting dan angin. Ranting itu hanya membuatku tetap bertahan diatas sini. Namun aku tak pernah sekalipun memiliki arti. Meski terkadang ada burung camar yang hinggap dan mencengkeram ranting dengan kuat, burung itupun  mengacuhkanku. Tidak juga berusaha menyapaku.

Aku tumbuh semakin indah, dan itu juga tidak ada yang meyadarinya. Angin…

View original 1,259 more words