(Musikalisasi Puisi) Sama Sepertiku

Sama Sepertiku

“Kau senang ketika bisa melihatku tertawa, bahagia. Sama Sepertiku.”

—–

Sama Sepertiku

Semesta selalu punya kisah, merangkai titik-titik warna –warni pertemuan kita
Aku Tak pernah menyangka, bahkan kau tak pernah menduga.
Merasa lucu, dan sesekali masih tak percaya.

Kita sama-sama terjebak dalam bait-bait puisi yang kita cipta, sejak kapan?
Entahlah, tiba-tiba kita saling memaknai kalimat-kalimatnya.
Kita menikmati setiap goresan tintanya.

Hei, kamu sekarang berada tepat didepanku, tak pernah merasa canggung, ataupun malu.

Senyum kita beradu, dan membiarkan tatap mata kita menyatu.
Kau senang ketika bisa melihatku tertawa, bahagia. Sama sepertiku.

_dyazafryan_

Review Komik Mak Irits – Rahmi Aziza

Komik adalah salah satu buku yang juga saya sukai. Terlebih saya lebih menyukai komik yang memang lucu dan menggelitik, seperti komik jepang berjudul Kobo Chan dan juga Kariage Kun. Namun tak banyak Komik-komik Indonesia yang juga lucu dan menarik. Salah satunya adalah Komik yang berjudul Mak Irits karya Mbak Rahmi Aziza. Sebenernya pernah ngeliat ini di toko buku dan pengen beli, karena tapi pada waktu itu ada buku laen yang jadi prioritas makan batal belinya. Lalu muncul postingannya Mas Dani yang bahas tentang Komik Mak irits, bisa liat di sini ya. Jadinya penasaran, dan akhirnya kesampaian beli dan baca bukunya. :D

Mak Irits cover

Judul : Mak Irits
Penulis : Rahmi Aziza
Penerbit : Anak Kita
Tebal : 132 hlm
Terbit : 2014

***

Mak Irits, Komik yang menceritakan tentang kehidupan seorang emak-emak dalam menjalani rumah tangganya, dimana dalam artian mengurus rumah tangganya. Dari judulnya bisa ketebak bahwa komik ini mengisahkan emak-emak yang super hemat. Mulai dari belanja, masak, makan  hingga menyiasati semua hal agar tak mengeluarkan banyak uang. Komik ini mirip dengan komik-komik seperti Kobo Chan dan juga Kariage Kun, di gambar bagian per bagian.

Secara cerita dan gambar, komik ini sangat sederhana, jujur dan kadang saya ngeliatnya memang yang sering emak-emak lainya alamin alias seperti kisah nyata seorang emak-emak. Seperti bagian mengejar diskon, atau ngutang cicilan panci, ataupun hal lainnya. Mungkin bagi saya yang bukan seorang emak-emak kadang berpikir bahwa cerita ini sangat menceritakan emak-emak banget, apalagi kalau yang baca emak-emak beneran, bisa jadi mereka seperti membaca kehidupan mereka sendiri. :D

Cerita dan ilustrasinya juga menarik, suka ketawa-ketawa sendiri bacanya, hingga enggak kerasa udah sampe ke bagian akhir bukunya dan menyelesaikan bukunya dengan sangat cepat. Meski kadang ada cerita yang berlebihan dan kadang g masuk akal, namun masih bisa membuat tertawa.

Mak Irits

So far, bukunya menarik. Bintang 3 dari 5 bintang buat Mak Irits. :D

Review Novel/Personal Literature “Relationshit” by Alitt Susanto

Novel komedi dan personal literature kembali menjadi pilihan ketika saya sudah mulai bosan membaca novel romance. Tapi kadang enggak mudah untuk menentukan novel komedi mana yang bakal mampu menyajikan gelak tawa ketika membacanya, enggak hanya itu kadang bisa memberikan pesan-pesan lain di dalamnya. Mata saya tertuju pada satu buku yang penulisnya sudah terkenal dengan karya-karya yang menarik, Bang Alitt Susanto dan kali ini saya membaca “Relationshit” dari Bukune. Kalo enggak salah ini buku ketiganya Bang Alitt. Jadi mari kita lihat apa yang sudah saya dapat.

relationshit

Judul : Relationshit
Penulis : Alitt Susanto
Penerbit : Bukune
Tebal : 230 hlm
Terbit : Mei 2014

“Kamu tahu kesalahan kamu apa?” tanya Mbak Polwan sambil menatap gue dengan sinis, tangannya bersila di depan dada.
“Err—nggak tau, Mbak,” jawab gue dengan polosnya.
“Cowok tuh emang nggak peka, ya!” Nada Mbak Polwan itu tiba-tiba meninggi.
“Loh?! Salah saya apa?!”
“Pikir aja sendiri!” Mbak Polwan buang muka, tangannya masih bersila di depan dada.
“K-k-kenapa, Mbak? Saya nggak tau kenapa diberhentiin di sini. Saya ngerasa nggak salah apa-apa!” Gue semakin bingung dengan sikapnya.
“AH! SEMUA COWOK EMANG SAMA AJA!” Mbak Polwan langsung melengos pergi.
Gue yang ditinggal cuma bisa jilatin knalpot panas dengan kesal.

Menghadapi cewek PMS kayak di atas, cuma sebagian kecil dari banyaknya keribetan soal hubungan. Ya, sepanjang pengalaman jadi manusia (yang dulu tapir), gue berhasil mempelajari satu hal; kita semua harus ‘berhubungan’ dengan sekitar. Bentuknya bermacam-macam; bisa percintaan, persahabatan, persaudaraan, permantanan, atau perseroan.

Dalam buku ini, ada cerita tentang usaha gue jadi kakak yang baik, cucu yang berbakti, pacar yang bisa diandalkan, sampai jadi pria yang bisa ngobrol sama mobilnya. Emang nggak semuanya berhasil karena rintangan selalu ada. Tapi dalam kegagalan, gue belajar untuk jadi lebih baik…, dan mencegah relationship tidak menjadi Relationshit!

***

Novel Ketiganya Bang Alitt ini Menceritakan tentang kehidupan yang penah dijalanin oleh Bang Alitt. Tentang menjalin sebuah hubungan, Tentang cinta, persahabatan, keluarga dan banyak hal. Ada yang sedih, ada yang bahagia dan juga ada beberapa yang kacau.

Menurut saya pribadi, saya menyukai novel ini. Bang Alitt mampu menceritakan semuanya dengan sederhana, cara penulisan yang mudah dipahamin, dengan banyolan-banyolan yang membuat ketawa sendiri meski kadang nyeleneh. Tapi komedi di buku Skripshit jauh lebih baik dari pada di Relationshit,.

Diawal saya berpikir bahwa isi ceritanya adalah tentang hubungan-hubungan yang g berjalan baik, yang berakhir sedih dan kacau, tapi ternyata memiliki beragam cerita dan menyampaikan banyak pesan-pesan moral tentang menjalani hubungan. Saya mendapatkan beberapa pelajaran dari kisah hidup bang Alitt. Banyak kalimat atau quote yang mengena seperti :

- “Manusia mungkin bisa bertahan hidup tanpa makanan, tapi tidak ada manusia yang bisa bertahan hidup tanpa harapan.”

atau,

- “Hidup tanpa punya apa-apa memang pedih, tapi lebih pedih lagi kalau hidup tanpa punya siapa-siapa”

dan

- “Kadang hal yang baru itu datang hanya untuk mengingatkan, betapa berharganya hal lama yang sudah kita tinggalkan” .

Bagian yang saya sukai di buku ini adalah tentang LDR, dimulai dari hala 157 sampai dengan selesai dan puncaknya adalah kalimat terakhir penutup buku Relationshit yang terdapat dalam Bab (L)ove in (D)ifferent (R)eligion, dimana kalimatnya adalah seperti ini :

“Hubungan cinta itu tidak bukan melulu tentang mengejar finish-line, tapi tentang bagaimana kita menjalani dan menghargai proses.”

“Jadi, meski jodoohnya sudah ditentukan Tuhan, kalo manusianya sendiri tidak yakin dengan pilihan itu, hubungan itu tidak akan bertahan.”

So, saya memberi 4 bintang dari 5 bintang untuk buku Relationshit. Sukses terus buat Bang Alitt. Yang belum baca, silahkan beli di toko buku terdekat ya :D

“Perayaan Mimpi Sebuah Puisi” – 1 Tahun Malam Puisi Palembang

Tanpa terasa usia Malam Puisi Palembang sudah mencapai 1 tahun. Perjalanan yang panjang dari Malam Puisi Palembang dapat memperkenalkan diri di kota Palembang hingga mampu dikenal orang banyak orang, memperkenalkan kembali Sastra khususnya Puisi kepada masyarakat Palembang. Sudah 10 kali Malam Puisi Palembang dilaksanakan dan Alhamdulilah semuanya dapat berjalan dengan baik, meski terkadang terdapat kekurangan di dalamnya.

IMG-20140411-WA0008

SONY DSC

 

Dan Acara “PERAYAAN MIMPI SEBUAH PUISI” menjadi puncak dari 1 Tahun Malam Puisi Palembang dengan tajuk 11:12 ( 11 langkah menuju 12).

Bx3HesRCQAEFMwo——-

Tanpa terasa Malam Puisi Palembang sudah berjalan selama satu tahun dan Tanggal 20 September 2014 adalah perayaannya. Ahamdulilah semua tamu undangan bisa di Malam Puisi Palembang 1 tahun, antara lain dari BGK SUMSEL, Bujang Gadis Palembang, Palembang Berkebun, Kelas Inspirasi, ada dari Palembang TV, Sriwijaya Post, dan tribun sumsel, serta masih banyak yang lainnya. Terima kasih kepada mereka-mereka yang telah menyempatkan diri untuk hadir.

Acara Perayaan Mimpi sebuah Puisi dibuka dengan Menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu dilanjutkan dengan kata sambutan dari beberapa pihak, yang antara lain dari Penggerak Malam Puisi, dari Pihak Beranda 2B cafe yang telah berjasa, dan juga dari pihak undangan. Banyak puisi-puisi yang di bacakan, baik dari Tim Malam Puisi dan dari para pengunjung.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

 Terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan Malam Puisi Palembang. Dari semua para Penggerak malam Puisi Palembang, Beranda 2b Cafe, semua sponsor-sponsor dan tamu undangan yang telah hadir untuk memeriahkan hari jadi Malam Puisi Palembang yang pertama. Tanpa kalian, Malam Puisi Palembang enggak akan berjalan hingga saat ini. Semoga kita bisa memajukan sastra di Kota Palembang, khusunya puisi.

Sekali lagi Selamat Ulang Tahun buat Malam Puisi Palembang. Puisi-puisi tak akan pernah mati, dan kalian akan tetap hidup di dalam hati. :D

 

This slideshow requires JavaScript.

3 Years

3 tahun. Bukan waktu yang singkat, terlebih dalam menjalani sesuatu. Mungkin seperti hubungan percintaan. Tapi disini bukan masalah hubungan percintaan melainkan pekerjaan. Enggak terasa saya sudah melewati waktu selama 3 tahun di tempat saya bekerja sekarang, sebuah studio foto yang masih bisa bersaing dengan beberapa studio lainnya di Palembang dan mungkin terus menjadi pilihan banyak orang. Studio Foto yang lebih menekankan pada modern concept dan Digital Imaging Photography.

TK (7)  IMG_1123 S1a S1IMG_1123 S1s S1 reev

Tepatnya tanggal 16 September kemarin adalah hari dimana saya sudah bekerja selama hampir  3 tahun dan Alhamdulilah masih sangat menikmati bekerja disini. Meski kadang ada waktunya merasa jenuh, dan mencoba mencari peruntungan lain, kadang juga ada waktunya hal itu terlupakan dan kembali menikmati.

Saya seperti merasa tidak terlalu menganggapnya bekerja, sebagai hasil dari hobi yang menjadi profesi, saya menikmati setiap waktunya. Ada waktu santai, terkadang ada waktu dimana sama sekali tidak memperdulikan sekitar alias terlalu banyak deadline yang harus dikejar. Bertemu banyak orang dengan banyak sifat dan kelakuan, bermain bersama anak kecil yang penurut, yang bandel, bayi-bayi mungil, pasangan yang bahagia, keluarga yang ramah, kelompok yang rempong dan banyak lagi lainnya membuat saya selalu menikmati setiap kamera-kamera memotret dan kilauan flash memberikan cahaya pada mereka. Rasa kesal, bahagia, sedih, susah, semua pernah dirasakan.

Pergantian rekan-rekan kerja, dan pada akhirnya sekarang memiliki tim yang sudah bisa dikatakan solid membuat saya masih mencintai untuk memberikan skill terbaik di sini. Entah sampai kapan bisa bertahan, jikalau Tuhan punya jalan yang lain, saya tidak akan pernah meninggalkan hoby yang sudah memberikan banyak ilmu. Meski sekarang sudah jarang motret dan lebih banyak memperhatikan kemajuan studio foto tempat saya bekerja, namun skill harus terus di asah.

Bagaimana denganmu teman? sudah berapa lama bekerja ditempatmu yang sekarang? perasaanmu?

:D