First September

31 hari di Bulan Agustus 2015 sudah terlewati, dan hari ini sudah masuk ke bulan baru, September.

Bicara tentang September, banyak lagu lagu yang bertemakan September seperti September Cerianya Vina Panduwinata, Wake me up when September ends miliknya Green Day, Frank Sinatra dengan lagunya September of My Years, atau teman-teman ada lagu lainnya?

Banyak yang berharap september akan selalu ceria seperti lagu miliknya Tante Vina Panduwinata, atau yang galau malah memilih lagunya Green Day. Saya sih selalu berharap September akan selalu ceria dan bahagia. Seperti Agustus silam yang telah dilewati dengan beberapa bahagia, seperti salah satunya bisa menyelesaikan buku puisi ketiga saya yang InsyaAllah bulan ini akan terbit. :D

Bagi yang berulang tahun di bulan September ini, saya ucapkan selamat ulang tahun, semoga selalu dalam keberkahan dan kebahagiaan ya. :D

Selamat datang September, be nice to us.. :D

Untitled-1

[Puisi] Tentang Bahagia Di Waktu yang Singkat

Tak pernah kutinggalkan resah setelah beranjak dari pintu rumahmu.
Dan rindu rindu itu seakan tak ingin pergi, masih bersembunyi di balik sayu matamu yang setia menanti saat senja mulai pulang.

Aku tak ingin pergi dari tatap itu. Bahkan diam bersamamu adalah sunyi yang tak lelah kunikmati. Lalu menyapamu kecil sekedar untuk memecah kebisuan.

Di akhir peluk yang kau titipkan. Berulang-ulang kukatakan tentang bahagia yang hadir di waktu yang singkat.
Percayalah, kelak kau tak perlu bertanya tentang hari-hari yang harus kau lalui sendiri.

Sajak yang Enggan Kau Tuliskan

Tak lagi engkau mengepak sayapmu

Enggan membelah desah-desah rindu tatkala aku telah jatuh di peluknya

Bahkan kau tak menangkapku, merelakanku terjatuh

Airmataku bernyanyi dengan lirik-lirik kosong

Memisahkan kesadaran dari embus napas

 

Aksara pun tak mampu deskripsikan

Betapa denyut nadi dalam dada menyentak hingga kepala

Menyempitkan seluruh saraf hingga meradang

Entahlah, tiada sedikit pun terka yang bisa kulemparkan

 

Tiada sedikit luka yang bisa kusembuhkan

Engkau telah lupa, tak juga menarikku dari liang tak bercahaya

Garis matamu yang dulu bersinar teduh

Kini tampak pudar ditelan kebencian

 

Pun sajakmu sudah enggan kautuliskan

Sajak yang dulu kau rangkai menjadi kita

Kini, semua lari ke negeri antah berantah

Tempat di mana kau dan amarahmu bersemayam

Tempat di mana kau lepaskan semua kenangan

 

Puisi Karya Karya Dyaz Afryan & Yanti Handia

Aku yang Giat Menulis Tentang Kau

Bisa saja waktu membunuhku saat ini juga. Ia bersama jarak menusukku dalam dalam dengan rindu. Aku bisa apa selain mendoakan kita, lalu menghapus hujan disudut mata yang lama-lama menjadi lautan.

Kunang kunang tidur dalam kegelisahan, begitu juga aku yang mencatat banyak rindu disudut kamar. Beberapa hari tanganku bekerja dengan giat menulis tentang kau. Bagaimana kau melengkungkan senyummu, saat kau memainkan jemariku, bahkan pelukan yang melingkari pundakku.

Di kotaku, aku menanam resah atas mata yang belum mampu menatapmu lekat-lekat. Di kotamu, kau menebar banyak benih benih rindu dan terbang menujuku. Hendakkah kau pulang bersamanya? Melepas rindu yang lama terpenjara. Menghapus airmata yang telah lelah jatuh.

Kekasihku..

Sampai kau berdiri tepat didepanku, bahkan telah pergi memunggungiku. Rindu tak lelah bekerja dikepalaku.

Review Novel Perempuan-Perempuan Tersayang – Okke ‘Sepatumerah”

Terkadang bagi saya ketika sedang tidak searching buku bagus buat dibaca lewat Goodreads, cover, judul, bahkan blurbs adalah salah satu acuan untuk membaca dan membeli buku saat di Gramedia. Novel Perempuan-perempuan Tersayang karya mbak Okke adalah salah satu pilihan saya. Salah satu novel seri Indonesiana dari Gagasmedia.

image

Penulis : Okke ‘Sepatumerah’
Penerbit : Gagasmedia
Tebal : 276 hlm
Terbit : 2015

Pernakah kau mendengar kisah dari kota SoE, kota kelahiranku?.
Ya, tadinya aku pun berpikir sama denganmu, tak ada yang menarik dari kota yang berjarak lebih dari seratus kilometer dari kupang, ibukota Nusa Tenggara Timur itu.
Maka, aku meninggalkannya.
Dan, di ruas Ibu Kota, aku menemukan cinta. Menegakkan mimpiku hampir sempurna.

Namun, hidup tak selalu memihak pada mimpi yang sempurna, bukan?
Mau tak mau, aku harus kembali ke SoE.
Aku pulang, meninggalkan cinta dan harapan akan masa depan.

Pernakah kau mendengar kisah dari kota SoE, kota kelahiranku?
Tadinya, aku pun berpikir sama denganmu, tak ada yang istimewa darinya. Namun, ternyata aku lupa akan indahnya barisan bugenvil yang mekar serentak ditepi-tepi jalannya.
Aku lupa sempat kutitipkan cinta malu-malu di sana.

Lalu, maukah kau menelusuri bersamaku kelok jalannya yang berbatu-batu?
Menikmati siur dingin udaranya sambil kita perbincangkan lagi cinta yang sering kau lupa.

Mungkin kau sama denganku, cinta yang sebenarnya justru kau temukan saat kau pikir sedang kehilangan.

Jadi, dengarlah kisah dari Tana Timor ini.

***

Novel Perempuan-Perempuan Tersayang berkisah tentang wanita berdarah timor, yaitu kelahiran kota SoE, kota kecil di Nusa Tenggara Timur bernama Fransinia Sedang menentukan masa depannya di Ibu Kota jakarta, Menunggu panggilan interview kerja dari perusahaan yang dia impikan. Namun semuanya mengalami kendala ketika dia mengetahui adiknya hamil. Fransinia harus menuruti keinginan kakaknya untuk kembali ke SoE untuk menjaga sherly, adiknya hingga melahirkan. Ia harus melewatkan beberapa interview, harus menghadapi perubahan sang pacar di jakarta, bahkan fransinia harus dihadapkan lagi dengan perasaan yang timbul kembali setelah bertemu Fritz, lelaki yang pernah ia sukai.

Novel ini memberi kita ilmu tentang kosakata kosakata bahasa timur. Namun jika kita belum bener-bener hapal artinya, mungkin akan menjadi kendala. Harus membalik lembaran kebelakang untuk tau artinya.
Cerita yang di sajikan menurut saya bagus juga sederhana. Hanya saja saya menyayangkan konflik konflik di novel ini yang biasa saja, tidak terlalu membuat saya greget.
Tapi secara kesuluruhan novel ini mengajarkan kita banyak hal. Tentang perjuangan yang enggak akan selalu mulus. Pelajaran bahwa disetiap kesusahan akan selalu ada hikmah yang diberikan oleh Sang Pencipta.
Maka dari itu saya memberikan 3 bintang dari 5 bintang buat novel terbitan Gagasmedia ini. Selamat!!..