Tak Tertulis, Tak Terucap.

Surat keempatbelas, hari ke-24.

 

Mungkin ada waktunya kita harus berterima kasih kepada sesuatu yang dianggap biasa, yang mana ternyata ia pernah membantumu akan sesuatu. Seperti airmata.

Semua orang pernah menangis oleh sebuah kesakitan, ketidaktenangan, kebahagiaan, kelucuan dan lain sebagainya. Ia yang menjadi salah satu bentuk akhir dari sebuah hal yang tertahan. Kesedihan, ataupun kebahagiaan yang berakhir pada sebuah ketenangan dan kedamaian.

Kadang dianggap cengeng atau lemah. Tapi kita tahu bahwa efek dari menangis itu luar biasa, dan bagi saya, menangis adalah salah satu cara untuk lepas sejenak dari beban.

 

Airmata membuatku semakin hangat di tengah malam yang dingin dan sendiri.

Detak jarum jam tak berarti apa-apa.

Berjalan seperti biasa.

Tak salah,

Airmata hanya sebatas kata-kata yang tak tertulis

dan tak terucap.

Lepaskanlah bebanmu dengan airmata, lalu kau bisa bangkit lagi setelahnya.

ditulis untuk #30HariMenulisSuratCinta

 

For Eyes

Surat ketigabelas, hari ke-18

 

Mata. Salah satu panca indera yang sangat berperan penting bagi keseharian kita. Terlebih bagi saya yang memiliki minus 3 dan berkacamata.

Akhir-akhir ini lagi ngalamin gatal-gatal pada mata, entah karena apa. Mungkin iritasi ringan akibat sesuatu. Terlalu lama di depan komputer, atau lelah membaca atau sebagainya. Mau dikucek tapi justru tambah gatal dan jadi merah, didiemin juga risih. Sesekali pakai obat mata, tapi sampai hari ini juga masih merasa gatal.

Hmm, Ada apa denganmu mata? apakah yang membuatmu tak nyaman?

ditulis untuk #30HariMenulisSuratCinta

Saya Sayang Kalian.

Surat keduabelas, hari ke-16

 

Hari ini masuk ke surat spesial lagi, seperti yang kita tahu hari ini katanya hari kasih sayang alias valentine day. Tapi nyatanya hari kasih sayang itu bisa dilakuin setiap hari ya, enggak mesti hari ini. Terlepas dari dilarang atau enggak, mari menulis surat.

Just say it!.

Hari ini mau ngungkapin rasa sayang, beribu-ribu rasa cinta kepada orang-orang yang saya cintai. Mulai dari Keluarga. Mama, Bapak, Kakak yang selalu memberikan semua kebaikan, kapapun. Enggak akan pernah ada habis-habisnya rasa sayang itu untuk kalian.

Untuk kekasih yang berada di kota tangerang. Semuanya akan baik-baik saja, seperti yang telah kita saling ucapkan tentang jarak. Selalu ada jalan buat sesuatu yang diperjuangkan.

Buat sahabat-sahabat terbaik, Agung, Edwin, Wawan, dan semuanya yang sampai saat ini masih menjadi sahabat sekaligus keluarga yang selalu mendukung dan selalu ada

dan semuanya yang saya kenal baik-baik,

Saya sayang kalian..

Ditulis untuk Hari Surat Spesial #30HariMEnulisSuratCinta – Just Say it!

Tentang Puisi, Tentang Sebuah Cerita Masa Lalu, Sekarang dan Nanti.

Surat Kesebelas, hari ke-15

 

Enggak terasa udah hari ke-15 dan baru nulis sekitar 11 surat. Hari ini mau nulis surat tertuju kepada sesuatu yang saya sangat senangi dan yang melingkupinya.

Puisi. Yap, sebuah seni sastra yang menggunakan sajak ataupun kata kiasan. Satu hal yang sudah saya sukai sejak SMP. Dimulai dari menulis puisi, nembak cewek pake puisi, dan sesekali membaca. Hingga kini menjadi sebuah hobi yang bagi saya sendiri telah merubah hidup saya.

Waktu demi waktu lebih banyak belajar tentang puisi. Sampai kini, akibat puisi, saya bisa mengungkapkan semua lewat puisi. Banyak teman dari puisi, punya karya lewat puisi.

Salah satunya adalah teman-teman dari Malam Puisi Palembang yang luar biasa. Memberikan ruang untuk lebih bisa mengenal puisi dan mengaplikasikannya dengan nyata.

Terima kasih puisi dan semua yang berkaitan dengannya. Kau telah merubah hidupku menjadi lebih berwarna.

ditulis untuk #30HariMenulisSuratCinta

Review Novel/Personal Literature “Koala Kumal” by Raditya Dika

Ketika ke gramed kemarin, buku ini menjadi incaran pertama. Pas liat di rak khusus buku-buku Bang Dika, buku Koala Kumal tinggal satu. Cepet-cepet saya ambil biar enggak keduluan yang laen, mungkin disana stoknya lagi banyak (saya aja yang sedikit lebai). Karena penasaran, pulangnya langsung saya baca dan menyelesaikannya dalam waktu satu hari.

koala kumal cover

Judul : Koala Kumal
Penulis : Raditya Dika
Penerbit : Gagasmedia
Tebal : 250 hlm
Terbit : Januari 2015

Selain main perang-perangan, due, Dodo, dan Bahri juga suka berjemur di atas mobil tua warna merah yang sering diparkir di pinggir sungai samping kompleks. Formasinya selalu sama: Bahri dan gue tiduran di atas atap mobil, sedangkan Dodo, seperti biasa, agak terbuang, di atas bagasi.

Kadang kami tiduran selama setengah jam. Kadang, kalau cuaca lagi sangat terik, bisa sampai dua jam. Kalau cuacanya lagi sejuk dan tidak terlalu terik, kami biasanya sama-sama menatap ke arah matahari, memandangi langit sambil tiduran.

Kalau sudah begini, Bahri menaruh kedua tangannya di belakang kepala, sambil tiduran dia berkata,

‘Rasanya kayak di Miami, ya?’

‘Iya,’ jawab gue.

‘Iya,’ jawab Dodo.

Kami bertiga gak ada yang pernah ke Miami.

***

Koala Kumal adalah buku ketujuh Bang Raditnya Dika. Menurut kata pengantar di bukunya, buku ini baru selesai setelah ditulis selama 3 tahun. Seperti biasanya buku ini berceritakan tentang pengalaman pribadinya Bang Dika dan rata-rata isi dari buku ini adalah tentang patah hati. Iya, patah hati.

Menurut saya, buku ini enggak seperti buku Raditya Dika sebelumnya yang penuh dengan komedi. Disini berbeda, hampir isi di buku ini berkisahkan pembelajaran dan pengalaman cinta, mungkin komedi di dalam buku ini hanya sekitar 35%. Namun Raditya Dika masih bisa membuat pembaca tertawa ketika sampai pada bagian yang lucu. Alur cerita menarik, diceritakan secara santai dan ‘dari hati’ seperti yang ditulis Bang Dika di kata pengantar. Banyak pembelajaran di dalam buku Koala Kumal.

Bagian yang menjadi favorit disini adalah Bab ‘Perempuan Tanpa Nama dan Aku Ketemu Orang Lain’.

Ada beberapa kalimat yang saya suka di buku ini antara lain :

- “Maka, ketika dia sudah tidak bisa mencintai, mungkin dia tidak harus berurusan denga hal-hal yang berhubungan denga cinta. Seperti misalnya, manta pacar yang masih sering ketemu.

- “Suatu tempat baru bisa jadi istimewa kalau tetap jadi baru.”

-“Setiap orang pasti akan mengalami patah hati yang mengubah cara pandangnya dia terhadap cinta seumur hidupnya.”

Covernya lucu, ilustrasinya juga menarik. Yang pengen baca silahkan cari aja di toko buku terdekat. Yang pernah patah hati mesti baca buku Koala Kumal.

So far, Koala Kumal berhasil mendapatkan 4  dari 5 bintang.

It’s Not Easy

Surat Kesepuluh, hari ke-13

 

Hari ini nulis surat lagi, dan tepat dengan surat spesial.

Semalem habis nyelesain bukunya Raditnya Dika yang ketujuh berjudul Koala Kumal, yang mana reviewnya bakal segera di posting disini.

Dan salah satu bab nya yang menjadi inspirasi surat hari ini yang bertemakan “Surat untuk orang-orang yang membutuhkan dukungan“.

Salah satu bab di buku Koala Kumal adalah Aku Ketemu Orang Lain. Bab itu menceritakan tentang LDR. Jadi surat kali ini adalah sebuah dukungan untuk para pejuang LDR, Long Distance Relationship, atau pacaran jarak jauh.

Mungkin enggak mudah ngejalanin nya. Harus sekuat hati dan tenaga. Jarang ketemu, harus pinter-pinter komunikasi, jaga hati dan lain-lain. Kadang suka berantem ataupun enggak sama sekali alias monoton. Saling menjaga apa yang telah di perjuangkan, saling mengerti dan banyak lagi. Banyak yang berhasil namun banyak juga yang gagal dengan alasan apapun. Bosenlah, capeklah, atau menemukan orang lain seperti tulisan Bang Radit. Yang punya komitmen tinggi yang bisa melaluinya dengan baik.

Kalian-kalian yang menjalani LDR (termasuk saya sendiri :D) merupakan gaya pacaran yang mahal. Ketemu harus mengeluarkan duit banyak. Ketika ketemu, harus memanfaatkan waktu. 1 detikpun sangat-sangat berharga.

Bagi saya sendiri yang pernah mengalamin kegagalan, banyak belajar dari hal itu. Memang berat atau bisa dibilang sangat-sangat berat. Namun ternyata, jarak hanyalah hitungan beberapa kilometer. Ketika kita sama-sama punya tujuan yang baik, komunikasi untuk selalu saling mengenal, mungkin jarak hanyalah sebagai mata yang tak saling bertatap dengan nyata, tangan yang tak saling bergandengan untuk sementara, tapi hati selalu bisa menyentuh dan memeluk keindahan.

Ketika semuanya benar-benar tak bisa dipaksakan, jangan dipaksakan. Ada beberapa hal yang seharusnya dilepaskan dengan sebaik-baiknya.

Bersabarlah pejuang LDR, kalian luar biasa. :)

Ditulis untuk Hari Surat Spesial #30HariMEnulisSuratCinta – I Stand by You