Aku yang Giat Menulis Tentang Kau

Bisa saja waktu membunuhku saat ini juga. Ia bersama jarak menusukku dalam dalam dengan rindu. Aku bisa apa selain mendoakan kita, lalu menghapus hujan disudut mata yang lama-lama menjadi lautan.

Kunang kunang tidur dalam kegelisahan, begitu juga aku yang mencatat banyak rindu disudut kamar. Beberapa hari tanganku bekerja dengan giat menulis tentang kau. Bagaimana kau melengkungkan senyummu, saat kau memainkan jemariku, bahkan pelukan yang melingkari pundakku.

Di kotaku, aku menanam resah atas mata yang belum mampu menatapmu lekat-lekat. Di kotamu, kau menebar banyak benih benih rindu dan terbang menujuku. Hendakkah kau pulang bersamanya? Melepas rindu yang lama terpenjara. Menghapus airmata yang telah lelah jatuh.

Kekasihku..

Sampai kau berdiri tepat didepanku, bahkan telah pergi memunggungiku. Rindu tak lelah bekerja dikepalaku.

Review Novel Perempuan-Perempuan Tersayang – Okke ‘Sepatumerah”

Terkadang bagi saya ketika sedang tidak searching buku bagus buat dibaca lewat Goodreads, cover, judul, bahkan blurbs adalah salah satu acuan untuk membaca dan membeli buku saat di Gramedia. Novel Perempuan-perempuan Tersayang karya mbak Okke adalah salah satu pilihan saya. Salah satu novel seri Indonesiana dari Gagasmedia.

image

Penulis : Okke ‘Sepatumerah’
Penerbit : Gagasmedia
Tebal : 276 hlm
Terbit : 2015

Pernakah kau mendengar kisah dari kota SoE, kota kelahiranku?.
Ya, tadinya aku pun berpikir sama denganmu, tak ada yang menarik dari kota yang berjarak lebih dari seratus kilometer dari kupang, ibukota Nusa Tenggara Timur itu.
Maka, aku meninggalkannya.
Dan, di ruas Ibu Kota, aku menemukan cinta. Menegakkan mimpiku hampir sempurna.

Namun, hidup tak selalu memihak pada mimpi yang sempurna, bukan?
Mau tak mau, aku harus kembali ke SoE.
Aku pulang, meninggalkan cinta dan harapan akan masa depan.

Pernakah kau mendengar kisah dari kota SoE, kota kelahiranku?
Tadinya, aku pun berpikir sama denganmu, tak ada yang istimewa darinya. Namun, ternyata aku lupa akan indahnya barisan bugenvil yang mekar serentak ditepi-tepi jalannya.
Aku lupa sempat kutitipkan cinta malu-malu di sana.

Lalu, maukah kau menelusuri bersamaku kelok jalannya yang berbatu-batu?
Menikmati siur dingin udaranya sambil kita perbincangkan lagi cinta yang sering kau lupa.

Mungkin kau sama denganku, cinta yang sebenarnya justru kau temukan saat kau pikir sedang kehilangan.

Jadi, dengarlah kisah dari Tana Timor ini.

***

Novel Perempuan-Perempuan Tersayang berkisah tentang wanita berdarah timor, yaitu kelahiran kota SoE, kota kecil di Nusa Tenggara Timur bernama Fransinia Sedang menentukan masa depannya di Ibu Kota jakarta, Menunggu panggilan interview kerja dari perusahaan yang dia impikan. Namun semuanya mengalami kendala ketika dia mengetahui adiknya hamil. Fransinia harus menuruti keinginan kakaknya untuk kembali ke SoE untuk menjaga sherly, adiknya hingga melahirkan. Ia harus melewatkan beberapa interview, harus menghadapi perubahan sang pacar di jakarta, bahkan fransinia harus dihadapkan lagi dengan perasaan yang timbul kembali setelah bertemu Fritz, lelaki yang pernah ia sukai.

Novel ini memberi kita ilmu tentang kosakata kosakata bahasa timur. Namun jika kita belum bener-bener hapal artinya, mungkin akan menjadi kendala. Harus membalik lembaran kebelakang untuk tau artinya.
Cerita yang di sajikan menurut saya bagus juga sederhana. Hanya saja saya menyayangkan konflik konflik di novel ini yang biasa saja, tidak terlalu membuat saya greget.
Tapi secara kesuluruhan novel ini mengajarkan kita banyak hal. Tentang perjuangan yang enggak akan selalu mulus. Pelajaran bahwa disetiap kesusahan akan selalu ada hikmah yang diberikan oleh Sang Pencipta.
Maka dari itu saya memberikan 3 bintang dari 5 bintang buat novel terbitan Gagasmedia ini. Selamat!!..

The Best!

“Tidak ada persahabatan yg sempurna di dunia ini. yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya.” Winna Efendi (Refrain)

IMG_20150712_191651

IMG_20150712_184147

Salah satu berkah dari Bulan Ramadhan itu adalah saatnya berkumpul bersama teman yang bisa dibilang sudah jarang bertemu. Yap. Foto diatas adalah sekumpulan sahabat, mungkin sudah dianggap keluarga. Berteman sejak Sekolah Menengah Pertama. Jika dihitung-hitung hampir sekitar 12 tahun temenan. Beberapa di antara kita masih sering bertemu dengan intensif, ada yang seminggu sekali, ada yang hanya berkomunikasi via chat. Kita membuat satu agenda rutin setiap bulan puasa yaitu buka bersama di rumah saya, dan alhamdulilah dalam keadaan apapun, sedikit apapun yang bisa hadir, mereka-mereka mampu menyempatkan untuk datang, Bahkan agenda ini udah berjalan selama 7 tahun.

Sangat berayukur masih bisa di beri kesempatan bertemu, karena seiring waktu kita semua akan semakin sibuk bahkan suatu saat menikah. Saat saat inilah yang nantinya akan jadi cerita bahkan dirindukan.
You are the best guys!!

Pertanyaan di Ujung Kemarau

Di ujung biru langit matamu, tak bisa kutebak apa yang sedang terjadi disana.

Dadaku kering. Mataku basah.

Seperti musim yang tak jelas, menjatuhkan banyak daun-daun di tanah yang basah dan anak-anak ranting mulai patah, tak tumbuh lagi.

Lalu, bagaimana dengan hatimu?

Tak tuntas ia tumbuh sempurna, lebih dulu mati dariku.

Food Photography

Tak bisa di pungkiri jika fotografi telah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang, dari yang menjadikannya hobi, ataupun profesi. Lalu yang telah menjadi kebiasaan di hidup masyrakat sekarang adalah memfoto makanan mereka sebelum memakannya, untuk di upload ke sosial media ataupun sekedar mengisi galery. Yah, food photography adalah salah satu jenis dari sekian banyak jenis fotografi.

Minggu lalu saya berkesempatan lagi untuk membuat foto makanan salah satu sebuah cafe baru di Palembang dan harus memotret sekitar 55 makanan. Di postingan kali ini saya sekedar ingin sharing tentang food photography yang saya ketahui, karena jika disadari memotret sebuah makanan atau minuman untuk terlihat menarik dan menggoda itu sangat susah dan terkadang butuh beberapa persiapan pastinya. Apa saja sih yang harus kita perhatikan dalam food photography.

Pertama, kita harus mengenali kamera kita sendiri, bagaimana dia bekerja. Dalam hal ini adalah seperti speed dalam kamera, diafragma, Iso dan sebagainya. Jika kita memakai kamera pro atau Dslr itu akan menjadi hal yang kita perhatikan. Begitu juga jika kita menggunakan kamera pocket ataupun ponsel. Apapun kameranya kita harus menguasainya.

Kedua, Penataan objek. Objek yang tertata dengan rapi dan menarik akan menambah kesan wah pada foto makanan kita. Kita dapat menambah properti yang dapat mendukung sebuah makanan. Seperti sendok, garpu atau sumpit. Lalu sebuah minuman, food condiment, atau sebuah vas bunga kecil. Jika kita mengalami kesulitan, kita dapat menggunakan jasa food stylist untuk membantu.

Ketiga, Pencahayaan. Ini sangat penting untuk menjadikan foto makanan kita jadi baik. Kita dapat menggunakan bantuan cahaya (Artificial Light) seperti Flash dan asesorisnya seperti softbox untuk mendapatkan cahaya terbaik. Atau kita dapat menggunakan cahaya alami (Available Light) seperti cahaya matahari. Untuk perhatian, hindari cahaya yang langsung dari matahari, carilah pencahayaan yang teduh untuk memfoto makanan kita. Untuk teknik pencahayaan, kita dapat mempelajarinya lebih lanjut dari web-web fotografi atau video tutorial basic food lighting.

Keempat, Komposisi. Hal ini adalah yang mendukung foto makanan kita. Sebenarnya kita bisa mencoba berbagai komposisi untuk menemukan foto terbaik kita, namun ada beberapa komposisi yang telah menjadi patokan, seperti rule of third, dead center, diagonal ataupun elips. Kita juga bisa melakukan zooming atau juga cropping dalam foto kita.

Rules of Third

Rules of Third

Dead Center

Dead Center

Diagonal

Diagonal

Elips

Elips

Cobalah untuk berimprovisasi dengan menemukan sudut-sudut baru dan menurutmu pas. Semakin banyak komposisi semakin banyak pilihan.

Kelima, Post-processing. Ini hanya sebagai tambahan, dilakukan atau tidak, enggak apa-apa. Post-processing adalah tahap setelah semua foto telah masuk kedalam ranah editing seperti photoshop untuk sedikit perbaikan. Mungkin warna, contrast atau cropping.

**

Mungkin itu adalah sedikit tips dari saya yang enggak seberapa. kalian bisa mencobanya dirumah dengan objek yang bisa kalian peroleh sendiri. Hehehe.. tertarik untuk mencoba?

All photo captured by dyazafryan and andre aka WhitePaper Photography