Perempuan dan Alamat Kesayangan

Aku tahu ia tak ingin menulis apa-apa hari ini, hanya ingin memeluk seseorang dengan erat. Ia terbiasa membaca surat-surat yang ditulisnya sendiri, bertumpuk-tumpuk di atas meja riasnya, tanpa mengirimnya, sebab ia sendiri berada di alamat kesayangannya.

Aku tahu ia tak ingin berkata apa-apa hari ini, hanya ingin menangis sendirian. Ia tak punya banyak cara untuk mengungkap perasaanya, sebab terlalu lelah untuk bercerita panjang lebar.

Perempuan itu masih berada di alamat kesayangannya, menunggu seseorang pulang.

Ditulis untuk #aprilnulis NBC Palembang

Advertisements

Surat Pertama dan Terakhir di Tanganmu.

Entah ada berapa banyak kata yang tertulis pada lembar-lembar kertas itu. Berisi hal-hal yang mungkin penting dan juga ku anggap sebagai basa-basi untuk memulai pembicaraan. Entah ada berapa rasa yang teraliri saat jari jemari mulai menulis, saat bertanya kabarmu, saat menuliskan sedang apa kamu, atau pernyataan tentang kebenaran.

Sejenak aku diam, lalu tak tahu harus menuliskan apa. atau sesaat aku bisa menuliskan dengan lancar semua yang ada di pikiran dan perasaan. Semua mengalir seperti airmata yang jatuh tepat di punggung tanganku.

dan aku telah menyelesaikan surat itu hingga mendarat tepat di tanganmu.

Surat pertama dan terakhir, penuh maaf.

 

Dear My Father

Dear My Father,

Mungkin ucapan dan kecupan kening g terasa cukup untuk memberikan selamat ulang tahun pagi ini. Menulis mungkin akan terasa lengkap bagi saya sendiri.

Selamat ulang tahun Pak. Ehmm.. yang ke 49. Alhamdulilah, Puji syukur pada Allah SWT, sampai dengan detik ini engkau masih di beri kesehatan yang luar biasa, masih mampu menikmati dan mensyukuri banyak nikmat-Nya.

Banyak doa selalu tercurahkan padamu, namun selalu spesial di hari jadimu Pak. Tetaplah jadi Orangtua yang hebat ya, yang selalu memberikan panutan yang baik. Semoga selalu dilindungi Allah SWT, selalu dalam kebaikan-Nya. Diberi umur yang berkah, kesehatan, kesempatan untuk menjadi lebih baik untuk dunia dan akhirat. Pintu Rezekimu selalu terbuka dengan baik. Tetep semangat berolahraga, jaga kesehatan ya.

Pokoknya tetaplah jadi dirimu sendiri Pak. Sangat beruntung memiliki Bapak sepertimu.

Saya, Kakak, dan Ibu selalu menyayangimu.

From the deepest heart, your son. Selamat ulang tahun Pak Muntaufik. 🙂

Mata dan Kacamatanya..

Mungkin Setiap hari aku melakukannya…dan akhir-akhir ini aku seperti tak memikirkannya..

Dia terlihat lelah, sangat lelah dengan aktifitasnya dan pekerjaannya. Tampak sayu, tampak lelah..

Mata ini Seperti merasa kurang mendapatkan haknya untuk beristirahat..dan kacamatanya membawa terlihat lemah dan lelah.

 

Berada didepan komputer, televisi selama lebih dari 8 jam perhari selama 6 hari dan seterusnya, berapa banyak sinar radiasi yang engkau hadapi, tidur diatas jam 1 malam dan harus terbangun sekitar jam 5, membuat nya tersiksa. Kurang merasakan bagaimana enaknya relax, dan beristirahat.

Temannya, si kacamata, juga terlihat usang, udah tua, mungkin dia udah nyaman dan mungkin juga dia butuh suasana baru sebagai partner untuk melihat dunia dengan jelas..

oh..mataku..

oh kacamataku..

maaf untuk beberapa hari ini yang telah tak memperhatikan kesehatanmu, mata mu yang sudah minus. maaf tak memperhatikan hak mu untuk beristirahat.

Aku janji akan memberikan kenyamanan bagimu, istirahat dikala kerja menumpuk, membiarkanmu melihat sesuatu yang membuatmu segar dan bersemangat kembali, dan yang pasti jam tidur yang cukup untuk membuatmu menutup dan beristirahat agar kamu terlihat segar dan tak sayu lagi.

Dear mataku dan kacamataku, kalian adalah hidupku, tanpamu aku nggak bisa melihat dengan jelas dan kesehatanmu adalah tanggung jawabku.

Untuk mataku yang aku sayangi…

_dyazafryan_