[Puisi] Eunoia


Suatu malam kutemukan airmata di tengah selimut yang membungkus tubuh mereka.

Akhir-akhir ini hidup membuat mereka merasa lebih lelah.

Dan isi kepalaku lebih ramai dari biasanya.

Tentang kamu, tentang orang tua yang ingin selalu kujaga bahagianya. Tentang segala kebaikan hingga kalimat “Semua akan baik-baik saja” itu akan benar baik-baik saja.

Doaku akan lebih panjang. Kurasa Tuhan tak akan mempermasalahkan. Bahkan ia sudah lebih dulu tahu sebelum sempat aku ucapkan.

Sepanjang kata ini menuntunku hingga subuh, hingga dingin senantiasa memelukku dalam-dalam. Sebelum lampu kamarku padam, aku masih kuat untuk mereka yang menangis lebih dulu dariku.

 

Palembang,27 Februari 2016

dan untuk segala hal yang kuinginkan tetap baik-baik saja.

4 thoughts on “[Puisi] Eunoia

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s