Dibalik Kata


Ada satu hal yang tak pernah mati.

Puisi-puisi tentangmu dan untukmu.
Napas-napas rindu yang terukir lewat aksara cinta berselimut hampa.

” Kamu, yang jadi rintik-rintik hujan dimataku. Dengarlah, aku masih menjadi pemuja atas semua kisahmu.

Kamu, yang jadi sebab senyumku. Lihatlah, aku masih menjadi penyair atas semua bahagia dan sedihmu.

Kamu masih jadi penghuni sebagian hati yang telah rapuh. ”

Ketika kau bisa membaca setiap kata-kata yang tertulis, semoga kau bisa membaca makna dibaliknya.

_dyazafryan_

9 thoughts on “Dibalik Kata

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s