Review Novel “Montase” – Windry Ramadhina


Novel-novel dari Gagasmedia selalu emang menjadi pilihan ketika saya memanjakan mata ke toko buku, karena emang punya banyak koleksi dari penerbit Gagasmedia di lemari buku saya. Karena emang suatu saat pengen bisa menerbitkan buku di Gagasmedia. Kali ini saya kembali membaca Novel dari miliknya Mbak Windry Ramadhina. Setelah membaca Orange, Memori, lalu London, dan kali ini saya membaca Montase. Berarti ini novel Keempat beliau yang saya baca, plus satu novel yang masih terbungkus rapi di rumah.

 

montase

Judul : Montase
Penulis : Windry Ramadhina
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 357 hlm
Terbit : 2012

Aku berharap tak pernah bertemu denganmu.

Supaya aku tak perlu menginginkanmu, memikirkanmu dalam lamunku.

Supaya aku tak mencarimu setiap kali aku rindu.

Supaya aku tak punya alasan untuk mencintaimu. Dan terpuruk ketika akhirnya kau meninggalkanku.

Tapi…,

kalau aku benar-benar tak pernah bertemu denganmu,

mungkin aku tak akan pernah tahu seperti apa rasanya berdua saja denganmu.

Menikmati waktu bergulir tanpa terasa.

Aku juga tak mungkin bisa tahu seperti apa rasanya sungguh-sungguh mencintai…

dan dicintai sosok seindah sakura seperti dirimu.

——-

Montase, adalah novel yang menceritakan seorang laki-laki bernama Rayyi yang berkuliah di jurusan perfilman, seorang anak dari produser ternama, Irianto Karnaya. Bermimpi untuk menjadi seorang sineas Film Dokumenter yang mempunyai karya hebat, berbanding terbalik dengan keinginan ayahnya yang menginginkan Rayyi menjadi produser film yang laris. Mendapatkan kesempatan untuk belajar Film Dokumenter dari Samuel Hardi, seorang Sineas Indonesia yang telah banyak mendapatkan pernghargaan, namun banyak mendapatkan penolakan dari sang Ayah. Dibalik itu, kisah pertemanan yang juga di jalani dengan baik bersama 3 orang sahabatnya, Andre, Bev dan Sube. Lalu juga pertemuannya dengan Mahasiswi asal jepang bernama Haru. Berawal dari rasa kesal karena Haru mengalahkannya dalam Festival Film Dokumenter Greenpeace, hingga menjadi laki-laki yang tak berhenti mereka setiap jejak tingkah laku Haru.

Novel yang menurut saya sangat menarik. Enggak salah novel ini bisa cetak ulang sebanyak 4 kali. Mbak Windry dengan apik membuat alur cerita menjadi menarik.Β  Mulai dari detail-detail tentang perfilman sampai cerita pertengkaran Rayyi dan Ayahnya. Yang saya suka adalah cerita cinta antara Rayyi dan Haru yang ditampilkan, tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lama. Perasaan Rayyi mulai dari tidak suka hingga menjadi suka di ceritakan dengan sempurna, hingga membuat saya selalu ingin membaca kelanjutannya. Enggak hanya melulu soal cinta, Montase juga menceritakan tentang keluarga, sahabat dan mimpi. Kali ini saya enggak menyesal membaca kembali tulisan miliknya mbak Windry. Mungkin karena terlalu menikmati cerita, jadi enggak terlau mempedulikan kesalahan-kesalahan dalam novelnya.

Ada beberapa kutipan-kutipan dalam novel ini, :

– “Kalau begitu, kau tidak boleh menyerah. Jangan berhenti mengejar impianmu, atau kau akan menyesal.”

– “Kita tidak hidup selamanya, Rayyi. Karena itu, jangan buang-buang waktu untuk sesuatu yang tidak kita inginkan.”

Meski akhir dari cerita novelnya enggak sesuai dengan harapan karena membuat panas mata saya, namun keseluruhan novel ini sangat menarik.

Nice Novel, bintang 4 dari 5 bintang untuk novel ini. Ditunggu tulisan-tulisan yang lain ya Mbak Windry.πŸ˜€

49 thoughts on “Review Novel “Montase” – Windry Ramadhina

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s