Review Novel Perempuan-Perempuan Tersayang – Okke ‘Sepatumerah”

Terkadang bagi saya ketika sedang tidak searching buku bagus buat dibaca lewat Goodreads, cover, judul, bahkan blurbs adalah salah satu acuan untuk membaca dan membeli buku saat di Gramedia. Novel Perempuan-perempuan Tersayang karya mbak Okke adalah salah satu pilihan saya. Salah satu novel seri Indonesiana dari Gagasmedia.

image

Penulis : Okke ‘Sepatumerah’
Penerbit : Gagasmedia
Tebal : 276 hlm
Terbit : 2015

Pernakah kau mendengar kisah dari kota SoE, kota kelahiranku?.
Ya, tadinya aku pun berpikir sama denganmu, tak ada yang menarik dari kota yang berjarak lebih dari seratus kilometer dari kupang, ibukota Nusa Tenggara Timur itu.
Maka, aku meninggalkannya.
Dan, di ruas Ibu Kota, aku menemukan cinta. Menegakkan mimpiku hampir sempurna.

Namun, hidup tak selalu memihak pada mimpi yang sempurna, bukan?
Mau tak mau, aku harus kembali ke SoE.
Aku pulang, meninggalkan cinta dan harapan akan masa depan.

Pernakah kau mendengar kisah dari kota SoE, kota kelahiranku?
Tadinya, aku pun berpikir sama denganmu, tak ada yang istimewa darinya. Namun, ternyata aku lupa akan indahnya barisan bugenvil yang mekar serentak ditepi-tepi jalannya.
Aku lupa sempat kutitipkan cinta malu-malu di sana.

Lalu, maukah kau menelusuri bersamaku kelok jalannya yang berbatu-batu?
Menikmati siur dingin udaranya sambil kita perbincangkan lagi cinta yang sering kau lupa.

Mungkin kau sama denganku, cinta yang sebenarnya justru kau temukan saat kau pikir sedang kehilangan.

Jadi, dengarlah kisah dari Tana Timor ini.

***

Novel Perempuan-Perempuan Tersayang berkisah tentang wanita berdarah timor, yaitu kelahiran kota SoE, kota kecil di Nusa Tenggara Timur bernama Fransinia Sedang menentukan masa depannya di Ibu Kota jakarta, Menunggu panggilan interview kerja dari perusahaan yang dia impikan. Namun semuanya mengalami kendala ketika dia mengetahui adiknya hamil. Fransinia harus menuruti keinginan kakaknya untuk kembali ke SoE untuk menjaga sherly, adiknya hingga melahirkan. Ia harus melewatkan beberapa interview, harus menghadapi perubahan sang pacar di jakarta, bahkan fransinia harus dihadapkan lagi dengan perasaan yang timbul kembali setelah bertemu Fritz, lelaki yang pernah ia sukai.

Novel ini memberi kita ilmu tentang kosakata kosakata bahasa timur. Namun jika kita belum bener-bener hapal artinya, mungkin akan menjadi kendala. Harus membalik lembaran kebelakang untuk tau artinya.
Cerita yang di sajikan menurut saya bagus juga sederhana. Hanya saja saya menyayangkan konflik konflik di novel ini yang biasa saja, tidak terlalu membuat saya greget.
Tapi secara kesuluruhan novel ini mengajarkan kita banyak hal. Tentang perjuangan yang enggak akan selalu mulus. Pelajaran bahwa disetiap kesusahan akan selalu ada hikmah yang diberikan oleh Sang Pencipta.
Maka dari itu saya memberikan 3 bintang dari 5 bintang buat novel terbitan Gagasmedia ini. Selamat!!..

Review Novel Flip-Flop – Rido Arbain dan Ratna Rara

Mencari bacaan yang anti mainstream emang susah, dan novel ini mungkin akan menjadi solusi dari banyaknya Novel yang ceritanya mudah ditebak. Novel Flip-Flop terbitan Elex Media.

front coverJudul : Flip-Flop
Penulis : Rido Arbain & Ratna Rara
Penerbit : Elex Media
Tebal : 213 hlm
Terbit : Juni 2015

Dia bahkan belum selangkah pun keluar dari kota ini, tapi rinduku terlalu bandel untuk diberi tahu.
Perubahan yang cepat membuat kita kalah. Jarak yang lebar membuat kita jengah. Aku tak lagi yakin, kita adalah aku dan kamu. Tapi, aku, kamu, jarak, juga dia.
Kenapa kamu menyerah?

***

Novel Flip-Flop berceritakan tentang kisah seorang anak SMA, Lelaki tambun bernama Bobby yang menyukai perempuan cantik bernama Anggun. Dengan segala perjuangannya untuk menjadikan Anggun sebagai pacar. Hingga kisah LDR mereka setelah lulus dari SMA dan memutuskan untuk kuliah di kota yang berbeda. Kisah LDR yang memaksa Anggun mendapatkan kenyamanan dari teman semasa SMA nya bernama Steven. Lalu berdampak pada hubungannya dengan Bobby.

Ini novel duet dan perdana dari Rido Arbain dan Ratna Rara. LDR mungkin tema yang sudah bisa terlihat dari covernya yang kece menurut saya. Cerita yang disajikan sederhana, namun menarik untuk terus dibaca. Humor yang disajikan enggak kaku dan mengundang senyum bahkan tertawa. Ringan tapi mengena. Sesuai label novelnya “Teen Spirit”, novel ini emang enggak berisi galau-galauan mainstream tapi motivasi bagi orang orang LDR. Sempet dibuat bingung di awal dengan 2 sudut pandang dan cerita lampaunya. Buku ini cocok banget buat pasangan pasangan LDR. Bagi saya yang pernah mengalamin LDR novel ini seperti mengetuk hati saya dan membuat melow. Perlu dicatat novel ini enggak menawarkan itu secara cerita namun perasaan orang orang korban LDR yang membacanya.

Bagian dari novel ini yang saya sukai ada bagian cerita Bobby bersama adiknya Dona yang mengundang tawa. Seperti yg saya bilang tentang motivasi motivasi masa remaja, ada beberapa kalimat yang saya rangkum sebagai best quote:

1. distance isn’t that far when you’re already know who your home is. He isn’t that far.” (hal. 32)
2. Jodoh itu jangan dikejar, biar enggak capek. Jangan juga ditunggu, biar enggak bosan. Jodoh yang baik itu kalau keduanya sama-sama saling mencari, biar suatu saat bisa saling menemukan. (Hal. 38)
3. Bukan soal siapa yang paling lama, siapa yang paling akrab, siapa yang paling perhatian. Tapi soal siapa yang datang dan enggak pergi. (Hal.149)

Jadi saya kasih 4 dari 5 bintang buat novel duet ini. Selamat Rido dan Rara.

Review Novel “Walking After You” by Windry Ramadhina

Kembali lagi membaca karya-karya romance dari Gagasmedia. Sebenarnya sudah menjadi bagian untuk membaca karya-karya dari mbak Windry Ramadhina. Kali ini adalah buku ketujuh dari beliau berjudul Walking After You.

 

walking after you

Judul : Walking After You
Penulis : Windry Ramadhina
Penerbit : Gagasmedia
Tebal : 320 hlm
Terbit : 2014

Masa lalu akan tetap ada. Kau tidak perlu terlalu lama terjebak di dalamnya.

Pada kisah ini, kau akan bertemu An. Perempuan dengan tawa renyah itu sudah lama tak bisa keluar dari masa lalu. Ia menyimpan rindu, yang membuatnya semakin kehilangan tawa setiap waktu. Membuatnya menyalahkan doa-doa yang terbang ke langit. Doa-doa yang lupa kembali kepadanya.

An tahu, seharusnya ia tinggalkan kisah sedih itu berhari-hari lalu. Namun, ia masih saja di tempat yang sama. Bersama impian yang tak bisa ia jalani sendiri, tetapi tak bisa pula ia lepaskan.

Pernahkan kau merasa seperti itu? Tak bisa menyalahkan siapa-siapa, kecuali hatimu yang tak lagi bahagia. Pernahkah kau merasa seperti itu? Saat cinta menyapa, kau memilih berpaling karena terlalu takut bertemu luka.

Mungkin, kisah An seperti kisahmu.
Diam-diam, doa yang sama masih kau tunggu.

***

Novel ini menceritakan kisah An (Anise) yang mempunyai saudara kembar bernama Arlet dan mereka sama-sama menyukai memasak. An dengan masakan Italia dan Arlet dengan kue-kue. Keinginan mereka adalah untuk membuka sebuah toko makanan Italia dan kue-kue Prancis. Namun suatu terjadi ketika Saudaranya meninggal dunia dalam kecelakaan mobil setelah pertengkaran hebat mereka berdua. Keributan terjadi karena Arlet mengetahui hubungan An bersama Jinendra, lelaki yang Arlet sukai ketika berada di La Spezia. An yang merasa berasalah atas kematian saudara kembarnya, terkurung dalam masa lalu. Ia membangun mimpi untuk menjadi koki kue seperti Arlet, mimpi Arlet, bukan An. Hingga Ia bekerja di Afternoon Tea milik sepupunya dan bertemu Julian, seorang koki kue yang mengubah hidupnya. Jinendra yang kemudian hadir kembali setelah 2 tahun berpisah membawa kenangan-kenangan tentang masa lalu mereka, An, Arlet dan Jinendra. An dalam pilihan yang sulit antara masa lalu dan menuju impiannya.

Ini adalah novel kelima Mbak Windry yang saya baca setelah Memori, Montase, London, dan Interlude. Lagi-lagi sangat menyukai tulisan-tulisannya. Meskipun di pusingkan dengan kisah-kisah makanan dan kata-kata khusus dalam bidang memasak serta kalimat-kalimat Bahasa Italia, namun hal itu justru menarik untuk mendapatkan pengetahuan baru. Bagi yang sangat menyukai memasak kue, buku ini dapat menjadi motivasi tersendiri. Kisah dituliskan secara manis, dan apik. Gabungan alur masa lalu dan kini nya juga pas menurut saya. Di awal menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi dan membuat penasaran. Menurut saya sendiri ending ceritanya yang sedikit kurang terlalu “wah”. Tetapi secara keseluruhan novel ini membuat saya ingin cepat menyelesaikannya. Menarik.

Satu quote yang sangat saya sukai dari novel ini berada di halaman 293.

“Untuk melepaskan masa lalu, yang harus kulakukan bukan melupakannya, melainkan menerimanya. Dengan menerima, aku punya kesempatan untuk belajar memaafkan diri sendiri.

4 bintang dari 5 bintang untuk Walking After You.

Review Novel/Personal Literature “Koala Kumal” by Raditya Dika

Ketika ke gramed kemarin, buku ini menjadi incaran pertama. Pas liat di rak khusus buku-buku Bang Dika, buku Koala Kumal tinggal satu. Cepet-cepet saya ambil biar enggak keduluan yang laen, mungkin disana stoknya lagi banyak (saya aja yang sedikit lebai). Karena penasaran, pulangnya langsung saya baca dan menyelesaikannya dalam waktu satu hari.

koala kumal cover

Judul : Koala Kumal
Penulis : Raditya Dika
Penerbit : Gagasmedia
Tebal : 250 hlm
Terbit : Januari 2015

Selain main perang-perangan, due, Dodo, dan Bahri juga suka berjemur di atas mobil tua warna merah yang sering diparkir di pinggir sungai samping kompleks. Formasinya selalu sama: Bahri dan gue tiduran di atas atap mobil, sedangkan Dodo, seperti biasa, agak terbuang, di atas bagasi.

Kadang kami tiduran selama setengah jam. Kadang, kalau cuaca lagi sangat terik, bisa sampai dua jam. Kalau cuacanya lagi sejuk dan tidak terlalu terik, kami biasanya sama-sama menatap ke arah matahari, memandangi langit sambil tiduran.

Kalau sudah begini, Bahri menaruh kedua tangannya di belakang kepala, sambil tiduran dia berkata,

‘Rasanya kayak di Miami, ya?’

‘Iya,’ jawab gue.

‘Iya,’ jawab Dodo.

Kami bertiga gak ada yang pernah ke Miami.

***

Koala Kumal adalah buku ketujuh Bang Raditnya Dika. Menurut kata pengantar di bukunya, buku ini baru selesai setelah ditulis selama 3 tahun. Seperti biasanya buku ini berceritakan tentang pengalaman pribadinya Bang Dika dan rata-rata isi dari buku ini adalah tentang patah hati. Iya, patah hati.

Menurut saya, buku ini enggak seperti buku Raditya Dika sebelumnya yang penuh dengan komedi. Disini berbeda, hampir isi di buku ini berkisahkan pembelajaran dan pengalaman cinta, mungkin komedi di dalam buku ini hanya sekitar 35%. Namun Raditya Dika masih bisa membuat pembaca tertawa ketika sampai pada bagian yang lucu. Alur cerita menarik, diceritakan secara santai dan ‘dari hati’ seperti yang ditulis Bang Dika di kata pengantar. Banyak pembelajaran di dalam buku Koala Kumal.

Bagian yang menjadi favorit disini adalah Bab ‘Perempuan Tanpa Nama dan Aku Ketemu Orang Lain’.

Ada beberapa kalimat yang saya suka di buku ini antara lain :

– “Maka, ketika dia sudah tidak bisa mencintai, mungkin dia tidak harus berurusan denga hal-hal yang berhubungan denga cinta. Seperti misalnya, manta pacar yang masih sering ketemu.

– “Suatu tempat baru bisa jadi istimewa kalau tetap jadi baru.”

-“Setiap orang pasti akan mengalami patah hati yang mengubah cara pandangnya dia terhadap cinta seumur hidupnya.”

Covernya lucu, ilustrasinya juga menarik. Yang pengen baca silahkan cari aja di toko buku terdekat. Yang pernah patah hati mesti baca buku Koala Kumal.

So far, Koala Kumal berhasil mendapatkan 4  dari 5 bintang.

Review Komik Mak Irits – Rahmi Aziza

Komik adalah salah satu buku yang juga saya sukai. Terlebih saya lebih menyukai komik yang memang lucu dan menggelitik, seperti komik jepang berjudul Kobo Chan dan juga Kariage Kun. Namun tak banyak Komik-komik Indonesia yang juga lucu dan menarik. Salah satunya adalah Komik yang berjudul Mak Irits karya Mbak Rahmi Aziza. Sebenernya pernah ngeliat ini di toko buku dan pengen beli, karena tapi pada waktu itu ada buku laen yang jadi prioritas makan batal belinya. Lalu muncul postingannya Mas Dani yang bahas tentang Komik Mak irits, bisa liat di sini ya. Jadinya penasaran, dan akhirnya kesampaian beli dan baca bukunya. 😀

Mak Irits cover

Judul : Mak Irits
Penulis : Rahmi Aziza
Penerbit : Anak Kita
Tebal : 132 hlm
Terbit : 2014

***

Mak Irits, Komik yang menceritakan tentang kehidupan seorang emak-emak dalam menjalani rumah tangganya, dimana dalam artian mengurus rumah tangganya. Dari judulnya bisa ketebak bahwa komik ini mengisahkan emak-emak yang super hemat. Mulai dari belanja, masak, makan  hingga menyiasati semua hal agar tak mengeluarkan banyak uang. Komik ini mirip dengan komik-komik seperti Kobo Chan dan juga Kariage Kun, di gambar bagian per bagian.

Secara cerita dan gambar, komik ini sangat sederhana, jujur dan kadang saya ngeliatnya memang yang sering emak-emak lainya alamin alias seperti kisah nyata seorang emak-emak. Seperti bagian mengejar diskon, atau ngutang cicilan panci, ataupun hal lainnya. Mungkin bagi saya yang bukan seorang emak-emak kadang berpikir bahwa cerita ini sangat menceritakan emak-emak banget, apalagi kalau yang baca emak-emak beneran, bisa jadi mereka seperti membaca kehidupan mereka sendiri. 😀

Cerita dan ilustrasinya juga menarik, suka ketawa-ketawa sendiri bacanya, hingga enggak kerasa udah sampe ke bagian akhir bukunya dan menyelesaikan bukunya dengan sangat cepat. Meski kadang ada cerita yang berlebihan dan kadang g masuk akal, namun masih bisa membuat tertawa.

Mak Irits

So far, bukunya menarik. Bintang 3 dari 5 bintang buat Mak Irits. 😀

Review Novel/Personal Literature “Relationshit” by Alitt Susanto

Novel komedi dan personal literature kembali menjadi pilihan ketika saya sudah mulai bosan membaca novel romance. Tapi kadang enggak mudah untuk menentukan novel komedi mana yang bakal mampu menyajikan gelak tawa ketika membacanya, enggak hanya itu kadang bisa memberikan pesan-pesan lain di dalamnya. Mata saya tertuju pada satu buku yang penulisnya sudah terkenal dengan karya-karya yang menarik, Bang Alitt Susanto dan kali ini saya membaca “Relationshit” dari Bukune. Kalo enggak salah ini buku ketiganya Bang Alitt. Jadi mari kita lihat apa yang sudah saya dapat.

relationshit

Judul : Relationshit
Penulis : Alitt Susanto
Penerbit : Bukune
Tebal : 230 hlm
Terbit : Mei 2014

“Kamu tahu kesalahan kamu apa?” tanya Mbak Polwan sambil menatap gue dengan sinis, tangannya bersila di depan dada.
“Err—nggak tau, Mbak,” jawab gue dengan polosnya.
“Cowok tuh emang nggak peka, ya!” Nada Mbak Polwan itu tiba-tiba meninggi.
“Loh?! Salah saya apa?!”
“Pikir aja sendiri!” Mbak Polwan buang muka, tangannya masih bersila di depan dada.
“K-k-kenapa, Mbak? Saya nggak tau kenapa diberhentiin di sini. Saya ngerasa nggak salah apa-apa!” Gue semakin bingung dengan sikapnya.
“AH! SEMUA COWOK EMANG SAMA AJA!” Mbak Polwan langsung melengos pergi.
Gue yang ditinggal cuma bisa jilatin knalpot panas dengan kesal.

Menghadapi cewek PMS kayak di atas, cuma sebagian kecil dari banyaknya keribetan soal hubungan. Ya, sepanjang pengalaman jadi manusia (yang dulu tapir), gue berhasil mempelajari satu hal; kita semua harus ‘berhubungan’ dengan sekitar. Bentuknya bermacam-macam; bisa percintaan, persahabatan, persaudaraan, permantanan, atau perseroan.

Dalam buku ini, ada cerita tentang usaha gue jadi kakak yang baik, cucu yang berbakti, pacar yang bisa diandalkan, sampai jadi pria yang bisa ngobrol sama mobilnya. Emang nggak semuanya berhasil karena rintangan selalu ada. Tapi dalam kegagalan, gue belajar untuk jadi lebih baik…, dan mencegah relationship tidak menjadi Relationshit!

***

Novel Ketiganya Bang Alitt ini Menceritakan tentang kehidupan yang penah dijalanin oleh Bang Alitt. Tentang menjalin sebuah hubungan, Tentang cinta, persahabatan, keluarga dan banyak hal. Ada yang sedih, ada yang bahagia dan juga ada beberapa yang kacau.

Menurut saya pribadi, saya menyukai novel ini. Bang Alitt mampu menceritakan semuanya dengan sederhana, cara penulisan yang mudah dipahamin, dengan banyolan-banyolan yang membuat ketawa sendiri meski kadang nyeleneh. Tapi komedi di buku Skripshit jauh lebih baik dari pada di Relationshit,.

Diawal saya berpikir bahwa isi ceritanya adalah tentang hubungan-hubungan yang g berjalan baik, yang berakhir sedih dan kacau, tapi ternyata memiliki beragam cerita dan menyampaikan banyak pesan-pesan moral tentang menjalani hubungan. Saya mendapatkan beberapa pelajaran dari kisah hidup bang Alitt. Banyak kalimat atau quote yang mengena seperti :

– “Manusia mungkin bisa bertahan hidup tanpa makanan, tapi tidak ada manusia yang bisa bertahan hidup tanpa harapan.”

atau,

– “Hidup tanpa punya apa-apa memang pedih, tapi lebih pedih lagi kalau hidup tanpa punya siapa-siapa”

dan

– “Kadang hal yang baru itu datang hanya untuk mengingatkan, betapa berharganya hal lama yang sudah kita tinggalkan” .

Bagian yang saya sukai di buku ini adalah tentang LDR, dimulai dari hala 157 sampai dengan selesai dan puncaknya adalah kalimat terakhir penutup buku Relationshit yang terdapat dalam Bab (L)ove in (D)ifferent (R)eligion, dimana kalimatnya adalah seperti ini :

“Hubungan cinta itu tidak bukan melulu tentang mengejar finish-line, tapi tentang bagaimana kita menjalani dan menghargai proses.”

“Jadi, meski jodoohnya sudah ditentukan Tuhan, kalo manusianya sendiri tidak yakin dengan pilihan itu, hubungan itu tidak akan bertahan.”

So, saya memberi 4 bintang dari 5 bintang untuk buku Relationshit. Sukses terus buat Bang Alitt. Yang belum baca, silahkan beli di toko buku terdekat ya 😀