Surat Pertama dan Terakhir di Tanganmu.

Entah ada berapa banyak kata yang tertulis pada lembar-lembar kertas itu. Berisi hal-hal yang mungkin penting dan juga ku anggap sebagai basa-basi untuk memulai pembicaraan. Entah ada berapa rasa yang teraliri saat jari jemari mulai menulis, saat bertanya kabarmu, saat menuliskan sedang apa kamu, atau pernyataan tentang kebenaran.

Sejenak aku diam, lalu tak tahu harus menuliskan apa. atau sesaat aku bisa menuliskan dengan lancar semua yang ada di pikiran dan perasaan. Semua mengalir seperti airmata yang jatuh tepat di punggung tanganku.

dan aku telah menyelesaikan surat itu hingga mendarat tepat di tanganmu.

Surat pertama dan terakhir, penuh maaf.