Hujan Masih Enggan Reda

Hujan masih enggan reda,

Saat Juni telah mampir mengisi waktu sendiriku.

Waktu telah pagi, dan aku masih saja enggan beranjak memikirkanmu.

Kopi hitamku telah dingin, namun senyummu dari layar telepon genggamku mampu menghangatkan.

Setiap lengkungnya yang merekah, membiarkan mata tetap tak ingin beralih darinya.

Hujan juga tak ingin reda,

menyisakan rindu yang semakin deras saja.

Juni yang kembali

31 hari telah dilewati lagi. Mei yang berlalu. Mei yang penuh cerita baru.
Kini juni kembali,mengambil alih kendali. Entah ini yang keberapa kalinya Juni hadi,aku tak mau terlalu perduli. Mungkin juni mengingatkanku akan beberapa cerita. Hufht, ya hanya mengingatkan dan bukan untuk mengembalikan. Karena aku tau aku bakal punya cerita baru lagi di Juni tahun ini. Cerita yang mungkin hanya akan aku kenang atau memang cerita yang akan aku terus tulis nantinya.

Masih mengejar impian yang belum tercapai. Masih terus menggapai harapan yang belum tergenggam. Dan tetap mencari cinta yang belum tersentuh.

Tapi aku masih punya semangat lebih untuk terus mencapai semuanya sampai mereka semua baik impian harapan dan cinta tak segan-segan lagi masuk kehidupku.

Terima kasih Mei yang membawa perubahan positif dan mengajarkan banyak hal yang baru Bahwa jika kau percaya, semuanya bisa terjadi. Memberi banyak teman baru.

Sekali lagi selamat datang Juni. Mendekatlah padaku, mau kan menuliskan cerita-cerita indah lagi?

01:10 dinihari, saat mata ini masih punya daya untuk bercerita.

_dyazafryan_