(Musikalisasi Puisi) Seperti Ini Saja Denganmu

a couple holding hands walking into the sunlight

“Bisa saja sore ini memelukku lebih erat.
Dengamu saja, aku ingin selalu dekat.”

***

Seperti Ini Saja Denganmu

Angin bersenandung sedikit lebih kencang.
Langit sudah tak lagi biru.
Katamu, ini saat yang bagus untuk menulis puisi,
Dan aku mengiyakan.
Setelah menyeruput kopi hitam lewat bibir mungilmu,
kalimat pertama kau ucapkan kepadaku.
Lalu menulisnya di buku yang baru saja kau ambil
dari dalam tas.
Beberapa menit diam, hanyut dalam kesendirian yang
kau buat.
Jari jemarimu tak berhenti, seperti kata-kata yang
muncul dalam kepalamu.
Angin masih kencang, menerbangkan rambutmu.
Aku masih diam, melihatmu lewat sudut mata sampai
kau berteriak pelan.

Benar-benar sore yang teduh untuk membuat puisi.
Lalu hujan Turun pelan-pelan.

“Bisa saja angin ini tentang rindu, ia kuat
menerpa wajahku.
Dan tubuh tak lagi kuat menampung
luapannya.
Hingga akhirnya aku tiba di garis akhir,
Tempat semuanya mereda.
Kopiku dingin, namun kau menghangatkanku
dengan tatapan yang beberapa waktu
terlewatkan.
Bisa saja sore ini memelukku lebih erat.
Dengamu saja, aku ingin selalu dekat.
Seperti ini saja.

-Puisi ini terdapat dalam buku Musim Semi Merah

#MusimSemiMerah

Hmm..yang mengejutkan saya ketika buka blog ini adalah bahwa tepat hari ini usianya sudah 4 tahun. WordPress memberikan kabar bahwa blog ini merayakan hari jadinya yang ke 4.

Yeay… enggak kerasa blog yang jarang di isi akhir-akhir ini udah berusia 4 tahun.

Selain hari jadi, yang mau saya tulis hari ini adalah tentang judul blog ini. Apa itu #MusimSemiMerah?

Yap, itu adalah judul dari buku kumpulan puisi ketiga saya yang beberapa hari lalu sudah live di web Nulisbuku.com.  Kenapa judulnya “Musim Semi Merah”? Karena ini :

Pertemuan dan kehilangan adalah keseimbangan. Terjatuh untuk cinta dan bangkit untuk rasa. Satu musim sebagai awal dimana semuanya bisa terjadi. Musim Semi yang kusebut sebagai waktu dimana semuanya ada menjadi satu. Ketika bunga-bunga bersemi menutup ranting-ranting yang patah, ketika sepoi-sepoi angin menerbangkan airmata. Merah sebagai sesuatu yang menyala, keberanian untuk kata-kata tertulis menjadi sebuah sajak.

Cover Musim Semi Merah

Cover Musim Semi Merah adalah hasil mahakarya dari salah satu sahabat blog saya yaitu 0m Alf Sukatmo. Beliau berhasil membuat Musim Semi Merah menjadi seperti nyata. Ada 50 puisi yang saya tulis di dalam buku ini dan senang rasanya bisa mengekspresikan perasaan menjadi sajak dan puisi lalu menjadi satu kesatuan dalam buku yang abadi.

Buku Musim Semi Merah dapat kalian pesan di sini, atau kalian bisa hubungi saya di :

facebook : http://www.facebook.com/dyazafryan

twitter :@dyazafryan

email : dyaz_afryan@yahoo.co.id / dyaz.studio77@gmail.com

#Nyawa

Mungkin ada sedikit orang yang tau dengan hastag #nyawa ini, Tapi banyak yang lebih enggak tahu, Hahaha.

Saya sudah aktif ngetweet dengan hastag itu sejak Desember tahun lalu, bahkan sampai hari ini, dengan tambahan hastag #HujanRindu.

Yap #Nyawa adalah buku kumpulan puisi kedua saya yang sejak Desember 2014 sudah live di website nulibuku(dot)com, sebuah situs penerbitan buku self-publishing online.

Nyawa cover thumbnail

Buku nyawa ini saya tulis selama 7 bulan, sejak lahirnya #HujanRindu sebagai buku pertama.

Mengapa Nyawa? Karena saya hanya ingin menampilan bahwa selalu ada nafas dalam membuat puisi, tak ada puisi-puisi yang akan mati atau berhenti di tulis. Di dalam buku #Nyawa ada 2 bagian yaitu kesedihan dan kebahagiaan sebagai keseimbangan.

Berhubung self-publishinig, promosinya dilakuin sendiri plus dibantu temen-temen yang sudah memesan buku tersebut lewat saya ataupun langsung dari nulisbuku.com.

Belum terlalu banyak yang membeli, tapi ada beberapa teman yang sudi untuk berfoto bersama sang buku sebagai wujud apresiasi mereka, dan saya sangat berterima kasih atas hal itu. Ha, ha, ha.

 

This slideshow requires JavaScript.

Terima kasih teman-teman dari Palembang, Tangerang, Bogor, Surabaya, bahkan Jogjakarta yang sudah mau memesan dan membaca #Nyawa dan #HujanRindu.

Selamat berpuisi…