Pesan Terakhir

Ia pergi dengan gayanya yang apa adanya. Jaket kanvasnya ia simpan di belakang motornya, tidak ia pakai, hanya ia simpan begitu saja. Tangannya memegang kunci motor yang siap membawanya pergi ke mana pun. Dicky bergegas dengan cepat menancapkan kunci kedalam stop kontak motornya lalu menstarternya. Helm fullface hitamnya dipasangkan ke kepalanya dan menarik gas motornya dengan kencang.
***
15 menit sebelumnya.
Tak ada jadwal kuliah, tak ada planning untuk pergi hari ini, pukul 9 pagi dicky sudah bangun dan stay di depan laptopnya. Dicky melihat foto-foto sunset yang diambilnya kemarin sore dari atas rumahnya sembari mendengarkan lagu-lagu yang dia suka.
Bip.Bip
Suara tanda pesan masuk ke handphone dicky.
From : Nadia
Ky,aku butuh kamu sekarang.
Tanpa basa-basi Dicky kemudian meninggalkan pekerjaannya, mengambil jaket dan kunci motornya.
***
Motor Dicky melaju dengan cepat, sekitat 15 menit Dicky sudah sampai didepan rumah Nadia. Dicky kemudian memarkirkan motornya didepan gerbang rumah Nadia dan segera masuk. Sayup -sayup suara terdengar ditelinga Dicky ketika dia berjalan kearah pintu rumah Nadia dan suara itu terdengar jelas ketika Dicky hendak menekan bel rumah Nadia. Namun Dicky berhenti sejenak untuk menekan bel rumah dan mendengarkan. Keributan itu terjadi lagi. 3 bulan belakangan ini keributan itu sering terjadi atara mama dan papa Nadia. Perselingkuhan papa Nadia yang terbongkar membuat mereka sering ribut,terlebih sekarang dalam masa perceraian mereka. Nadia adalah anak satu-satunya mereka dan Nadia menjadi korban dari pertengkaran mereka.
Ting tong.
Dicky kemudian menekan bel rumah Nadia. Keributan itu berhenti. Mama Nadia membukakan pintu.
“eh Dicky, ada apa ya?” sapa mama Nadia
“Nadia ada tante?” Tanya Dicky
“Kayaknya ada dilantai dua, naik aja keatas ky”
“oke tante, makasih ya” ucap dicky.
Papa Nadia kemudian bergegas mengambil tas kerjanya dan pergi. “Pagi ky” sapa papa Nadia dan tersenyum. “pagi om” dicky menjawab sapanya.
“Om pergi dulu ya, jagain Nadia diatas ya”.
“Oke om” jawab dicky. Papa dicky kemudian keluar rumah sementara Dicky bergegas ke lantai 2 menuju kamar Nadia.
Nadia dan Dicky sudah berteman sejak kelas 1 SMA. Mereka adalah sahabat baik, seperti kakak adik. Orang tua nadia sangat kenal Dicky dan sangat akrab dengan Dicky. Dicky adalah orang yang paling bisa mengerti Nadia, mendengarkan, dan menenangkannya.
Tok.tok..
Dicky mengetuk pintu kamar nadia.
Tak ada respon, lalu Dicky memanggil nadia.
Nad.. Nadia.
Suara tangis yang terdengar, memaksa Dicky membuka pintu kamar nadia yang tak terkunci.
Nadia sedang duduk lemah diatas lantai kamarnya, bersandar pada tempat tidurnya. Nadia menangis.
“Nad, kamu kenapa?” Dicky berlari menghampiri Nadia.
Nadia masih menangis.
“Nadia”. Dicky mengucapkan nama Nadia.
“Aku capek ky, dengan keadaan kayak ini..aku capek” ucap nadia dengan tangis. “Aku nggak mau liat mereka ribut lagi”.
“Sabar ya nad, tenang. Semuanya pasti ada penyelesaiannya. Kamu harus kuat”. Dicky berusaha menenangkan Nadia.
Nadia kemudian memeluk Dicky. “Ky, aku putus sama Ryan.” Nadia kemudian menangis lagi.
“kok bisa Nad?”
“Dia selingkuh, aku kemarin liat dia jalan sama cewek lain. Dan semalem dia mutusin aku, dia milih cewek tu ky”.
Dicky kemudian membalas pelukan Nadia.
Ada aku Nadia. Aku orang yang selalu menyayangi kamu nad. Andai kamu tau nadia. Dicky berbicara dalam hati.
“yawdah, jangan dipikirin masalah itu, aku pernah bilang kan ryan itu cowok nggak bener”. ucap Dicky.
“maafin aku dicky” kata Nadia sembari menguatkan pelukannya.
***
2 minggu berlalu. Keributan orang tua Nadia sering terjadi bahkan semakin parah. Perceraian mereka masih terus berjalan. Perceraian adalah jalan yang tidak Nadia inginkan. Nadia ingin mereka bisa damai, Nadia ingin agar papanya bisa sadar dengan apa yang telah dilakukan. Tapi Nadia tak bisa berbuat banyak. Dia hanya bisa menangis ketika melihat kedua orang tuanya bertengkar.
Nadia hari ini izin pulang cepat dari kuliahnya karena kondisi badannya yang tidak sehat. Nadia sampai dirumah, dan lagi-lagi dia harus menguatkan hatinya ketika pulang kerumah. Keributan dia dengar kembali. Lalu Nadia membuka pintu rumahnya dan mendapati papanya memukul mamanya. Nadia terdiam, buku-buku yang digenggamnya terjatuh. Nadia menangis. Papa dan mama nadia terkejut. Pertengkaran mereka berhenti. Nadia kemudian berlari menaiki tangga menuju kamarnya.
“Nad, Nadia” Panggil mama nadia dengan suara lantang.Papa dan mama Nadia menyusul nadia ke lantai 2.
“Nad..buka pintunya nad” Papa Nadia memanggil Nadia diikuti panggilan mamanya. “maafin kami nadia.
Suasana hening sejenak..
“Nadia” Papa dan mama Nadia memanggilnya kembali.
Nadia lalu berjalan mendekati pintu kamarnya.
“AKU BENCI MAMA SAMA PAPA!!!” ucap Nadia dengan keras. Papa mamanya mendengar jelas suara nadia. ” Aku capek liat kalian ribut, aku capek. Aku pengen mama sama papa baikan. Aku pengen mama papa sadar sama salahnya masing-masing. Aku cuma pengen Kalian baikan.”
“maafin kami nad, mama sama papa janji nggak akan ribut lagi” Kata mama nadia pelan.
Tak ada jawaban..
“Kita biarin aja Nadia tenang, nanti kita balik lagi” ucap papa nadia.
***
waktu menunjukan pukul 20:16.
Dicky memacu motronya dengan kencang menuju rumah Nadia. Tak sampai 10 menit, Dicky sudah berada disana. Keadaan sangat sunyi sebelum dicky menekan bel rumah Nadia. Mama dan Papa nadia sedang berada diruang tamu. Mama nadia kemudian membukakan pintu rumah.
“Dicky, malem-malem datang ada apa”? Tanya mama Nadia.
“Nadia ada tante?ucap Dicky dengan nafas terengah-engah.
“Kayaknya ada dikamarnya, dari tadi siang belom keluar kamar” jawab mama nadia.
“Dicky permisi keatas tante”. Dicky kemudian berlari menuju kamar Nadia.
Serentak papa dan mama nadia terkejut dan menyusul Dicky kelantai 2.
Tok.tok.
“Nad..nad. Nadia”.Dicky mengetuk pintu kamar Nadia dan memanggil Nadia dengan suara sedikit keras.
Tak ada jawaban.
“ada apa dicky?” tanya papa nadia dengan rasa khawatir.
“om kita dobrak aja pintu ini om” pinta Dicky.
“Nadia kenapa ky?” tanya mama nadia yang kemduian menangis.
dengan penuh tenaga Dicky dan papa nadia mendobrak pintu kamar Nadia. Pintu terbuka,dan betapa terkejutnya mereka melihat tubuh nadia yang telah terbaring di depan tempat tidurnya. Tangan nadia penuh darah luka sayatan di nadi nya. Sejenak, kamar Nadia berubah menjadi lautan airmata dari ketiga orang tersebut, Dicky dan orang tua nadia.
Mama Nadia mendapati sebuah kertas diatas tempat tidurnya Nadia.

“Aku capek dengan semua keadaan dirumah ini. Semua keributan yang ada. Aku nggak tahan. Aku cuma ingin mama papa baikan dan kita bisa menikmati keindahan didalam keluarga, cuma itu. Maafin aku ma, pa. Aku minta maaf atas semua salah aku”

Mama nadia menangis kemudian tak sadarkan diri. Dan Dicky hanya bisa terdiam, menangis dan menyesal. Dicky merasakan penyesalan yang sangat mendalam.
2 minggu setelah kejadian itu dan pemakaman Nadia. Perceraian antara mama dan papa nadia dibatalkan. Mereka berdamai dan bersatu kembali. Mereka sadar karena melupakan Nadia.
***
Dicky sedang berada di pemakaman Nadia. Dia selalu Mampir kesini untuk berdoa. Dicky menahan airmatanya. Kemudian dicky membuka pesan saat malam kejadian, Membacanya lagi dan menangis dalam hatinya.

“Dicky, Maafin aku ya atas selama ini. Aku udah nggak tahan lagi dengan keadaan ini. Kamu baik-baik ya. Cepet punya pacar ya. Jagain Mama sama papa aku ya. Aku sayang banget sama kamu ky, aku cinta sama kamu.”

Rasa menyesal selalu menghantui perasaan dicky. Dicky tak pernah sempat mengungkapkan perasaan cintanya pada Nadia bahkan Dicky tak sempat membalas pesan terakhir yang dikirim Nadia pada Dicky. Dicky kemudian memasukan Handphone tersebut. Dicky bergerak menuju batu Nisan Nadia, mengelusnya kemudian menciumnya, “AKU CINTA KAMU NAD”.

Senja diatas Samudera

Akan ada kekurangan dalam hidup seseorang, akan ada suatu kelemahan dalam hidup kita. Tapi Tuhan maha adil, DIA selalu menyelipkan keindahan serta kelebihan dibalik kekurangan tersebut. Dan inilah sebuah keseimbangan.

“Sepertinya alam mempertemukan kita, dan mempersatukan kita secara tidak sengaja. Menurutmu mungkin seperti itu, tapi bagi tuhan itu adalah sebuah rencana-NYA. Ya, Semua adalah sebuah rencana.”

****

Aku mengenalnya 4 tahun lalu saat liburan dipantai. Dia adalah anak teman dari tanteku. Tapi aku tak pernah menegurnya apalagi ngobrol sama dia dan tak pernah tau siapa namanya. Perempuan berambut sebahu dengan lesung pipit disebelah kirinya. Dan hari ini aku melihatnya lagi, ditempat ini, tempat yang seperti dahulu.

Sejak pagi aku melihatnya selalu tersenyum padaku, tanpa ada seucap kata ketika aku memberanikan diri menyapa “pagi” padanya. Sekejap aku sedikit kecewa hanya bisa melihat senyuman yang ditahannya tanpa membalas sapaku. “Hufth, nanti aku coba lagi deh” rutukku dalam hati.

Sekitar pukul 17:45 sore, menjelang matahari mulai terbenam, aku melihatnya duduk di dekat tepian pantai sedang menulis sesuatu di bukunya,sendiri. Aku mendekatinya dan juga duduk disebelahnya.

hai“, sapaku.

dan dia kembali tersenyum. ” Lagi-lagi cuma senyum” dalam hati aku berkata lagi.

“Halo” aku menyapanya lagi dan dia tersenyum lagi. Dengan perasaan kecewa aku hanya mengikutinya tersenyum..

“Tanya apalagi nih, kok aku jadi ngeblank, sial” hatiku kembali bicara.

hmm..nama kamu siapa?

5 detik terdiam, kemudian dia menunjuk kearah matahari terbenam., aku semakin bingung dan bertanya, “maaf, maksud kamu?

dia kembali lagi tersenyum, melihatku sambil menggepalkan kedua tangannya ke dadanya diikuti gerak bibirnya tanpa bersuara lalu kembali menunjuk kearah matahari terbenam.

Otak ku bergerak cepat menanggapi setiap geraknya, apa dia ngga bisa bicara? atau dia hanya malas bicara??. Dia lalu memberikan isyarat yang menunjukan kalo dia nggak bisa bicara. Aku terdiam dan sekejap aku teringat pembicaran ibuku, tanteku, temannya tentang cerita seoarang gadis yang nggak bisa bicara. ya.. dan orang itu adalah dia, wanita yang sedang ada dihadapanku sekarang.

sekali lagi aku bertanya padanya, “nama kamu siapa?

Karena takut aku tetap tak mengerti, dia menuliskan namanya diatas pasir. “SENJA”

Sejenak aku terdiam,, dan kembali lagi tersenyum. Lalu dia menggerakan kembali tangannya dan menuliskan sebuah kata, “kamu?”

lalu aku juga meniru gerakan dia sebelumnya dan menunjuk kearah yang sama.

Aku melihat gerakan bibirnya yang berkata tanpa bersuara,”senja?”

kemudian aku berkata “bukan.” dan aku lalu menggunakan kedua tanganku untuk mengembangkannya kesemua arah.

aku melihatnya lagi dan dia lalu menggeleng. aku tersenyum kembali dan mencoba mengulangi gerakannya sebelumnya. Aku lalu menuliskan namaku diatas pasir. “SAMUDERA” 

aku melihat bibirnya bergerak menyebut namaku dan mengindahkan namaku.

“kamu sedang nulis apa? suka menulis ya?

Dia melakukan sebuah gerakan yang berarti “semuanya“, lalu dia menunjuk dirinya, langit, anak kecil bersama ayah ibunya, kerang kecil dan seperti biasa diakhiri senyum yang sangat manis seraya angin laut berhembus dan menguraikan rambutnya.

“boleh aku lihat?“tanyaku.

Dia mengangguk dan memberikan buku berwarna pink itu padaku.

Butuh waktu yang cukup lama aku membaca semuanya, tentang hidupnya, tentang ayahnya yang sudah meninggal, tentang hari2nya, orang2 sekitarnya, tentang sebuah harap dan kecintaannya terhadap menulis.

Badanku bergemetar, darahku mengalir cepat, bulu kuduk ku berdiri, aku meresapi semuanya, ada sedih, senang, harap dan semuanya.

“tulisanmu sangat bagus, aku suka dan mungkin semua orang pasti akan suka“, kataku.

kami larut dalam sebuah percakapan tanpa suara, gerakan tangan, tulisan pasir, cahaya obor pantai yang hanya menerangi kami dan dinginnya angin laut. Diakhiri dengan senyum dan tawa tanpa suara.

Tuhan itu maha adil, DIA mencipatakan banyak kelebihan dari sebuah kekurangan. Dia wanita tuna wicara, yang pandai, pintar menulis bahkan cantik. Berusaha memaknai hidup dan mensyukuri hidup, menerima semua apa yang Tuhan berikan. Menagajarkan bahwa cipataan Tuhan itu selalu sempurna.

****

Sampai saat ini aku masih bersamanya, kami larut dalam cinta kami. Sebuah cinta yang tulus tanpa melihat suatu kekurangan. Menerima semua apa adanya.  Sama halnya seperti cinta, tak ada yang sempurna bahkan tak akan ada yang abadi. Tapi kita bisa membuatnya seakan menjadi sempurna dengan saling melengkapi, saling menerima.

Dia memberikan selembar kertas kecil padaku dengan sebuah tulisan “kamu yakin sama aku sam? aku gini loh, kamu tetep mau?”

Aku kemudian bicara padanya, “kok kamu ngomong gitu” aku melihat matanya. Dia hanya diam.

“Aku sayang kamu, kalopun aku nggak yakin, aku nggak akan sejauh ini cinta sama kamu. Kamu sayang aku kan?” tanya ku

Dia mengangguk dan memelukku. Dalam pelukan itu aku berkata “Kita buat simple aja ya, Aku cinta kamu, dan kamu cinta aku. Kita harus tetep bisa saling mencintai ya.” Lalu aku merasakan bahuku basah akan sesuatu, airmata. lalu dia memelukku erat.

****

Aku menggenggam sebuah senja yang akan selalu indah, senja yang bersuara lewat hatinya dan gerakan lembutnya, Dan samudera akan selalu melihat keindahan sang senja, Bersama.

_dyazafryan_

Senja diatas Samudera

Akan ada kekurangan dalam hidup seseorang, akan ada suatu kelemahan dalam hidup kita. Tapi Tuhan maha adil, DIA selalu menyelipkan keindahan serta kelebihan dibalik kekurangan tersebut. Dan inilah sebuah keseimbangan.

“Sepertinya alam mempertemukan kita, dan mempersatukan kita secara tidak sengaja. Menurutmu mungkin seperti itu, tapi bagi tuhan itu adalah sebuah rencana-NYA. Ya, Semua adalah sebuah rencana.”

****

Aku mengenalnya 4 tahun lalu saat liburan dipantai. Dia adalah anak teman dari tanteku. Tapi aku tak pernah menegurnya apalagi ngobrol sama dia dan tak pernah tau siapa namanya. Perempuan berambut sebahu dengan lesung pipit disebelah kirinya. Dan hari ini aku melihatnya lagi, ditempat ini, tempat yang seperti dahulu.

Sejak pagi aku melihatnya selalu tersenyum padaku, tanpa ada seucap kata ketika aku memberanikan diri menyapa “pagi” padanya. Sekejap aku sedikit kecewa hanya bisa melihat senyuman yang ditahannya tanpa membalas sapaku. “Hufth, nanti aku coba lagi deh” rutukku dalam hati.

Sekitar pukul 17:45 sore, menjelang matahari mulai terbenam, aku melihatnya duduk di dekat tepian pantai sedang menulis sesuatu di bukunya,sendiri. Aku mendekatinya dan juga duduk disebelahnya.

hai“, sapaku.

dan dia kembali tersenyum. ” Lagi-lagi cuma senyum” dalam hati aku berkata lagi.

“Halo” aku menyapanya lagi dan dia tersenyum lagi. Dengan perasaan kecewa aku hanya mengikutinya tersenyum..

“Tanya apalagi nih, kok aku jadi ngeblank, sial” hatiku kembali bicara.

hmm..nama kamu siapa?

5 detik terdiam, kemudian dia menunjuk kearah matahari terbenam., aku semakin bingung dan bertanya, “maaf, maksud kamu?

dia kembali lagi tersenyum, melihatku sambil menggepalkan kedua tangannya ke dadanya diikuti gerak bibirnya tanpa bersuara lalu kembali menunjuk kearah matahari terbenam.

Otak ku bergerak cepat menanggapi setiap geraknya, apa dia ngga bisa bicara? atau dia hanya malas bicara??. Dia lalu memberikan isyarat yang menunjukan kalo dia nggak bisa bicara. Aku terdiam dan sekejap aku teringat pembicaran ibuku, tanteku, temannya tentang cerita seoarang gadis yang nggak bisa bicara. ya.. dan orang itu adalah dia, wanita yang sedang ada dihadapanku sekarang.

sekali lagi aku bertanya padanya, “nama kamu siapa?

Karena takut aku tetap tak mengerti, dia menuliskan namanya diatas pasir. “SENJA”

Sejenak aku terdiam,, dan kembali lagi tersenyum. Lalu dia menggerakan kembali tangannya dan menuliskan sebuah kata, “kamu?”

lalu aku juga meniru gerakan dia sebelumnya dan menunjuk kearah yang sama.

Aku melihat gerakan bibirnya yang berkata tanpa bersuara,”senja?”

kemudian aku berkata “bukan.” dan aku lalu menggunakan kedua tanganku untuk mengembangkannya kesemua arah.

aku melihatnya lagi dan dia lalu menggeleng. aku tersenyum kembali dan mencoba mengulangi gerakannya sebelumnya. Aku lalu menuliskan namaku diatas pasir. “SAMUDERA” 

aku melihat bibirnya bergerak menyebut namaku dan mengindahkan namaku.

“kamu sedang nulis apa? suka menulis ya?

Dia melakukan sebuah gerakan yang berarti “semuanya“, lalu dia menunjuk dirinya, langit, anak kecil bersama ayah ibunya, kerang kecil dan seperti biasa diakhiri senyum yang sangat manis seraya angin laut berhembus dan menguraikan rambutnya.

“boleh aku lihat?“tanyaku.

Dia mengangguk dan memberikan buku berwarna pink itu padaku.

Butuh waktu yang cukup lama aku membaca semuanya, tentang hidupnya, tentang ayahnya yang sudah meninggal, tentang hari2nya, orang2 sekitarnya, tentang sebuah harap dan kecintaannya terhadap menulis.

Badanku bergemetar, darahku mengalir cepat, bulu kuduk ku berdiri, aku meresapi semuanya, ada sedih, senang, harap dan semuanya.

“tulisanmu sangat bagus, aku suka dan mungkin semua orang pasti akan suka“, kataku.

kami larut dalam sebuah percakapan tanpa suara, gerakan tangan, tulisan pasir, cahaya obor pantai yang hanya menerangi kami dan dinginnya angin laut. Diakhiri dengan senyum dan tawa tanpa suara.

Tuhan itu maha adil, DIA mencipatakan banyak kelebihan dari sebuah kekurangan. Dia wanita tuna wicara, yang pandai, pintar menulis bahkan cantik. Berusaha memaknai hidup dan mensyukuri hidup, menerima semua apa yang Tuhan berikan. Menagajarkan bahwa cipataan Tuhan itu selalu sempurna.

****

Sampai saat ini aku masih bersamanya, kami larut dalam cinta kami. Sebuah cinta yang tulus tanpa melihat suatu kekurangan. Menerima semua apa adanya.  Sama halnya seperti cinta, tak ada yang sempurna bahkan tak akan ada yang abadi. Tapi kita bisa membuatnya seakan menjadi sempurna dengan saling melengkapi, saling menerima.

Dia memberikan selembar kertas kecil padaku dengan sebuah tulisan “kamu yakin sama aku sam? aku gini loh, kamu tetep mau?”

Aku kemudian bicara padanya, “kok kamu ngomong gitu” aku melihat matanya. Dia hanya diam.

“Aku sayang kamu, kalopun aku nggak yakin, aku nggak akan sejauh ini cinta sama kamu. Kamu sayang aku kan?” tanya ku

Dia mengangguk dan memelukku. Dalam pelukan itu aku berkata “Kita buat simple aja ya, Aku cinta kamu, dan kamu cinta aku. Kita harus tetep bisa saling mencintai ya.” Lalu aku merasakan bahuku basah akan sesuatu, airmata. lalu dia memelukku erat.

****

Aku menggenggam sebuah senja yang akan selalu indah, senja yang bersuara lewat hatinya dan gerakan lembutnya, Dan samudera akan selalu melihat keindahan sang senja, Bersama.

_dyazafryan_

“RO” – Bagian Dua – Tentang Kita dan Mereka

Klik.klik.klik. suara mouse masih terdengar. Ini sudah pukul 12.00 malam dan ryandi masih sibuk didepan komputernya, begadang adalah rutinitas yang biasa dia lakukan. melihat dan mengedit-beberapa photo yang dia potret beberapa hari lalu. Ryandi sangat suka fotografi, suka mengabadikan semua momen-momen yang dilihat dan dialaminya. Baginya satu foto menggambarkan banyak makna, tergantung darimana orang melihatnya. Dunia punya banyak cerita dan punya banyak hal untuk diceritakan. Kesedihan, kesenangan, tawa, tangis, kemenangan kekalahan, dan lainnya. Fotografi membuat ryandi bisa menikmati hidupnya. Semenjak kepergiannya ayahnya 2 tahun lalu, membuat ryandi belajar, bahwa kehidupan itu g hanya senang, tapi ada sedih. Ada keseimbangan yang membuat hidup itu jadi indah.
Tinggal ryandi dan ibunya yang dia sayangi, bekerja keras sebagai koki disebuah restoran kecil,menjadi tulang punggung keluarga yang sederhana.
“bagaimanapun keadaan kita sekarang,walau susah walaupun senang. teteplah bersyukur.”
Kata-kata ibunya itulah yang selalu jadi pedoman ryandi. Apapun itu, selalulah bersyukur.

Dan lelah mengantarkan ryandi untuk beristirahat. Karena pelajaran-pelaran disekolah akan menantinya besok pagi.

—————————————————————
#now playing, Kerispatih- lagu rindu.

Suara lagu masih keluar dari mp3 masuk ke dalam gendang telinga khai. Khai terbiasa tidur malam dan mendengar lagu sampai ketiduran. Dan ini sudah pukul 12. 35 menit.

Khai sangat menyukai musik. Baginya musik adalah penenang dan pemberi inspirasi. Musik dapat mewakili semua perasaan ; sedih, senang, bahagia, putus cinta, dan semuanya, dan ada saja beberapa lagu yang psti mewakili perasaan itu.
Khai masih asik mendengarkan lagu, sembari bernyanyi kecil. sura cemprengnya tak membuat khai malu untuk bernyanyi, yah karena dikamar sendiri. khai mengambil handphone nya untuk melihat jam, 02:13, saatnya tidur. Besok adalah hari senin dan seperti biasa akan ada upacara bendera. walaupun sering telat, tapi bagi khai senin adalah sebuah pengecualian. Selamat malam khai. 🙂

—————————————————————
Ari yang sekarang menjadi ketua kelas, masuk kekelas dan berjalan ke arah meja guru.
“perhatian teman-teman, hari ini, bu dahlia g bisa masuk” suara lantang ari terdengar jelas sampai ke barisan belakang.
serentak dengan ribut kecildari semua murid pertanda sebuah kesenangan. Pelajaran kosong setelah upacara bendera itu sangat dinantikan, 2 jam tanpa matematika yang mematikan.Sebuah kebahagian bagi sebagian murid dan mungkin hampir semuanya.
“eitts, diem dulu, tapi ada tugas nih dari bu dahlia.” sambung ari dibarengi oleh sautan nggak setuju dari beberapa murid.
“tugasnya hal 49, essai 10 soal, hari rabu nanti dibahas, pesen bu dahlia, jangan sampe ada yang nggak buat”.ari menyelesaikan perkataanya dan berjalan kembali ke tempat duduknya.
“rik, entar jam istirahat bangunin gue ya, gue mau tidur nih,” pinta ryandi pada ari dengan nada pelan.
“kebiasaan lo yan, tidur mulu”
“kayak g tau aja lo. ya,ya, bangunin gue ya entar”
“hmm, oke deh yan” ari tersenyum”
ryandi lebih memilih tidur dikelas saat pelajaran kosong, dan lebih suka mengerjakan tugas-tugas dirumah. sementara teman-teman lainnya sibuk dengan urusannya masing-masing.
————————————————————
45 menit kemudian.
“yan, yan.. bangun dong yan” suara bisik khai mencoba membangunkan ryandi.”yan,, bangunnnnn!!”khai menggoyang-goyangkan tubuh ryan yang sedang tertidur.
“argghh.. apaan sih.. ngantuk nih”. ucap ryan dengan nada sedikit agak kesal.” ada apa khai?”.
“hmm, g ada apa-apa sih yan, bosen aja, ngbrol yok”
“ngobrol apaan khai” jawab ryan, dengan kepala diatas meja, dan sedikit menguap.
“apa aja deh”, khai beranjak pindah kesamping ryan, tepatnya ke bangku ari yang telah menghilang entah kemana.”eh, hubungan lo sama Lia gimana?” tanya khai dengan senyum lebar.
ryan menjawab pertanyaan tersebut dengan malas,”baek-baek aja kok”.
For your information, khai adalah teman akrab dari Nia. Mantan pacar ryan, yang diputusin karena kedekatan ryan dengan Lia, bisa dibilang kayak selingkuh sih. 🙂
“kalo lo gimana?hubungan sama si.. hmm sapa nama pacar lo kmren?” ryan berpikir dan mengingat-ngingat.
“Andre,yan”jawab khai
“nah andre” ryan merespon cepat jawaban khai.”gmana hubungan lo?
“hmm lagi sedikit bermasalah yan”,jawab khai dengan suara agak pelan.
Ryan mendapati raut wajah khai menjadi sedikit lemah,”ada apa emang, cerita donk khai” pinta ryan.
“hmm..entar aja deh, nanti aku certain ya”.khai tersenyum kembali dan berdiri,”gue ke kantin dulu ya, yan, mau nitip g?
“g ah, g usah”
“oke deh, dah ryan” khai mencubit pipi ryan dan berlalu meninggalkan kelas.
Ryan tersenyum lebar, tetap memperhatikan langkah khai dan berkata dalam hati. “Khai..khai.” 🙂

“RO” – Bagian Satu – Seyum Kecil

Bunyi bel sekolah terdengar sampe ke luar pagar sekolah. Siswa –siswa yang masih berada diluar mempercepat langkah mereka kedalam sekolah.
Berbeda seperti biasanya,pukul 7 pagi pagar sekolah sudah ditutup, tapi hari ini masih dibiarkan terbuka. Ya karena hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang. Dan hari ini adalah hari pembagian kelas. ?

Seperti biasa, pukul stg 7 pagi, ryandi sudah ada disekolah. Ya karena jarak rumah ryandi dan sekolah yang lumayan deket. Cukup berjalan kaki santai selama 10 menit. Walaupun jarak sekolah yang deket g membuat ryandi males2an datang kesekolah.

Tak lama berselang, para guru berjalan ke setiap kelas dengan membawa selembar kertas. Yups. Selembar kertas berisi nama nama siswa dalam kelas masing2. Ryandi yang tengah duduk santai didepan mushola bersama temannya langsung beranjak menuju kertas-kertas itu ditempel. Hal yang paling disukai ryandi.

Lantai 2, kelas yang tak ,,mungkn didatangi ryandi. Karena lantai 2 adalah wilayah anak-anak ipa dan ryandi tidak termasuk didalamnya. Ryandi mengambil jrusan ips, bukan karena g mampu, hanya saja ryandi g terlalu suka matematika, fisika dan kimia. Bagi nya pelajaran tersebut seperti kumpulan penjahat yang ingin membunuh dan mengambil semua harta benda, menakutkan. Yah, walaupun di ips pun dia masih menemukan pelajaran mtk, yah paling tidak , g serumit di jurusan IPA.

Langkah kaki ryandi langsung membawanya ke kelas 3 ips4, letaknya nggak jauh dari mushola. Udah banyak siswa yang baris g beraturan untuk melihat nama mereka. Walaupun mereka udah tau nama mereka nggak ada, mereka tetep aja ngeliat daftar nama,ya nama-nama teman mereka yang dikenal. Ryandi masih menunggu giliran untuk bisa melihat daftar nama tersebut. Mata minusnya membuat ryandi harus melihat lebih dekat tulisan daftar yang dibuat dengan font Times new roman ukuran sekitar 12 atau 14. SEtelah mendapat jarak yang cukup untuk melihat, ryandi langsung tau bahwa tak ada namanya disana, tidak ada nama siswa berawalan ry pada daftar itu. Tanpa memperhatikan nama lain, ryandi langsung beranjak menuju kelas berikutnya, 3 ips 3. Disana juga dia tak menemukan namanya, begitu juga dikelas 3 ips 2.
“yan udah dapet kelas belom?”
Ryandi terkejut ,dan memalingkan pandangan matanya kesamping kiri tempat arah suara itu.
“eh lo ri, ngagetin aja”. Ucap ryandi sambil mengembalikan pandangan matanya pada daftar nama dikertas. “belom dapet nih, kayaknya gue masuk dikelas 3 ips1, daritadi g ada nama gue di ips 4 ampe 2” sambung ryandi.
“wah sama nih gue juga belom dapet yan.” Hmm, kayaknya kita bakal sekelas lagi nih ya. Hehehehe. Ari tertawa kecil menggoda ryan.
“bakaln sial nih gue, sekelas lo lagi.”ucap ryan membalas godaan ari seraya berjalan meninggalkan arid an kelas 3 ips 2.
“sialan lo yan, eh..tunggu gue” ari mengikuti langkah ryan meninggalkan kelas 3 ips2.

Untuk memastikan namanya da di daftar nama, ryandi langsung mengecek namanya di daftar. Yups ada!! Ryandi pratama no ke 30, dan Muhammad Ari no ke 24.
“yan, nama gue ada nggak?” Tanya ari dengan nafas terengah-engah.
“Ada tuh no 24, tapi agak kabur tulisannya, nama lo g diterima mungkin dikelas ini” jawab ryandi dengan sedikit bercandaan. “Yokk ri masuk cari tempat duduk.”
“oke yan. Let’s go!!” jawab ari semangat.

Kelas lumayan udah terisi oleh para siswa. Ada yang udah dikenal akrab sama ryandi ataupun yang hanya tau. Mata ryandi langsung melihat seisi ruangan, melihat sisa-sisa bangku yang masih kosong.
Bagian depan? Jangan harap ryandi mau duduk di barisan depan.
Bagian tengah? Jadi pilihan banyak siswa, tempat duduk normal, g kedepanan dan kebelakangan.
Bagian belakang? Jadi pilihan siswa cowok yang agak males-malesan dan ryandi suka bagian belakang. Walaupun sedikit bermasalah dalam penglihatan tapi duduk dibelakang adalah pilihan tepat untuk bisa tidur. Ya tidur, ryandi suka tidur dikelas.
Masih ada 2 tempat kosong di belakang dan randi langsung bergegas menempati kursi tersebut.
“ri, sini sebelah gue aja” teriak ryandi memanggil ari.
Ari langsung mendekati arid an duduk disebelahnya. “wah pas banget nih, kayaknya lo g mau jauh dari gue ya” Tanya ari sambil menggoda ryan lagi.
“mau g lo? Kalo g nyari tempat laen sana” jawab ryan ketus.
“cie..marah becanda doank yan.” Ari tertawa.

Ryandi membuka tas untuk mengambil mp3nya, tiba2 suara lain memanggilnya.
“ryandii..”
Ryandi terkejut untuk kedua kalinya setelah ari yang pertama.
“eh mbak, kelas ini juga”. Ryandi membalas panggilan tersebut.
Namanya dian, temen ryandi waktu dikelas satu, karena temen-temen sekelas waktu itu manggil dian dengan sebutan mbak, ryandi ikutan manggil dian dengan sebutan mbak. Entah karena muka nya keliatan dewasa atau karena badannya yang lumayan gede padahal ryandi lebih tua daripada si dian, ryandi nggak pernah berniat untuk menanyakan hal itu.
“disini kosong ya yan?” ucap dian sambil menunjukk kursi didepan tempat duduk ryandi.
“iah mbak kosong, duduk disitu aja mbak biar nemenin kami disini” jawab ryan sambil menunjuk ari sebagai kata kami. “Sendirian ya mbak?” Tanya ryan menyambung jawabannya.
“nggak kok, sama khairina juga, tapi dia telat. Cuma nitip kursi aja”. Jawab dian kepada ryan sambil meletakan tas ranselnya ke atas meja.
“oh khairina juga dikelas ini ya?tambah rame aja kayaknya.”ryandi memberikan senyum kecil tanda sedikit bahagia.
“yups yan. eh.. panjang umur.. tuh khairina udah dateng..” sambung dian sambil mengangkat tangannya memberi tanda kepada khairina.
—————————————————————————————————————

“khaiii!!! Cepet sedikit, udah jam 7 kurang 5 nih, mau berangkat jam berapa?” teriakan yang biasa dikeluarkan oleh papa khairina dan g pernah bosan papanya berteriak seperti itu.
“sabar pa, bentar lagi. Hari pertama juga, palingan belum belajar” jawab khai santai.
Khairina memang sudah biasa pergi sekolah telat dan sudah menjadi kebiasaanya santai kalo pergi sekolah, kecuali pada saat tertentu saja dia mau datang lebih awal.
“Iah, tapi kan harus dateng tepat waktu juga khai.“ papanya kembali menceramahi khai.
“oke pa, ayo berangkat.”

Dalam perjalanan khai menyempatkan mengirim pesan singkat kepada teman baiknya, dian, untuk menanyakan kelas yang dia dapet.

                               Mbak, aku telat nih datengnya. Mbak udah dapet kelas belom? Kelas berapa? Liatin aku
                              juga ya mbak..dapet kelas berapa? Thx.

2menit kemudian, hape khai bergetar tanda ada balasan.

                                Iah khai, udah diliat nih.kita dapet kelas 3 ips satu .kita sekelas kok.. 😀

Dengan segera khai membalas sms dari dian.

                              Wahh.. asikk 😀 mbak cari tempat buat kita ya. Kalo bisa jangan didepan ya. Hihihi. Oke mbak.
                             Met ketemu dikelas ya..

15 menit perjalanan.dan akhirnya khai sampai disekolah. Tepat dugaan khai, gerbang sekolah pun belum tertutup,hanya saja khai mendapat teguran kecil dari guru piket dan khai sudah terbiasa dengan itu.
Langkah kakinya langsung membawanya ke kelas 3 ips 1, pelan tapi pasti.

————————————————————————————————————-
“khai, sini khai, disni” panggil dian sambil mengangkat tanganya.
“mbak dian!!!” khai menghampiri dian dan memeluknya. “kangen nih sama mbak, lama g ketemu.gue beneran dikelas ini kan?”
“kangen juga nih. Iah beneran kok, nama lo sebelum ryandi tuh.” Jawab dian sambil melepaskan pelukan khairina.

Pandangan khai langsung mengarah ke belakang, ke tempat ryandi duduk.
“eh ryan disini juga ya”? Tanya khai..
“ya iyalah, masa di lantai dua, ya disinilah, gue duluan malah disni” jawab ryandi santai sambil memasangkan earphone ketelinganya.
“asikkk, kelas ini rame jadinya, horeeeyyyy” khai mengangkat kedua tanganya keatas, tersenyum gembira.

_dyazafryan_