[TIPS] Memilih Kamera

Saya sering mendapat pertanyaan dari teman-teman yang ingin membeli kamera “Kira-kira kamera untuk pemula itu apa ya?” atau mungkin beberapa orang meminta masukan tentang membeli kamera yang bagus itu yang bagaimana.

Jujur, sebenarnya saya enggak terlalu expert masalah memilih kamera yang bagus itu seperti apa, tapi satu hal yang saya tahu itu adalah “Tidak ada kamera untuk pemula atau profesional, yang ada itu kamera yang harganya murah atau mahal.”

Kata bang Arbain Rambey, jika ada kamera untuk pemula, umur kameranya pun mungkin tak akan terlalu lama.

Jadi postingan kali ini mau kasih sedikit tips tentang memilih kamera berdasarkan pendapat pribadi dan dari beberapa expert:

Pertama, kita harus tahu dulu alasan kita membeli kamera untuk apa? sekedar untuk memotret, untuk menjadikan profesi serius atau sekedar ikut-ikutan. Untuk serius bolehlah kita memutuskan untuk membeli DSLR. Jika untuk sekedar memotret mungkin bisa dengan membeli kamera digital yang mungkin mudah dibawa. Tapi zaman sekarang sudah semakin maju dan kamera setara kualitas DSLR pun bentuknya lebih kecil dan mudah dibawa. Kembali lagi pada orangnya sih.

Kedua, sesuaikan dengan budget yang kita punya. Jangan memaksakan buat pinjem duit orang ya. hehe.. πŸ˜€

Ketiga, pertanyaan yang juga sering saya dapetin adalah tentang Merek. “Bagus Canon, Nikon, atau apa?”. Menurut saya semuanya bagus. Ada kelebihan dan kekurangan, ada fitur-fiturnya masing-masing. Kalau saya sih menyarankan membeli merek dengan asesoris yang mudah di dapat alias yang banyak jualannya. Jika ingin mudah, lihat teman-teman anda yang punya kamera. Jika mereka banyak menggunakan Canon, cobalah untuk menyamakan agar anda lebih bisa belajar dengan mudah memahami segala fiturnya. Lagi-lagi balik ke selera dan budget ya. Inget jangan minjem duit orang, kalo minjem, balikin ya. πŸ˜€

Keempat, Carilah di internet terlebih dahulu tentang tipe-tipe kamera yang akan dibeli. Dengan mencari informasi kamera akan memudahkan kita dalam membeli kamera.

Kelima, Jika anda harus membeli kamera second, atau sudah pernah dipakai. Banyak yang harus anda teliti sebelum membeli. Seberapa lama kamera sudah dipakai, berapa Shuttercount (berapa banyak gambar yang sudah di ambil) dll. Jangan asal deal, lebih baik bertemu dengan sang penjual dan mengecek kamera langsung (ajak teman yang mengerti). Kalau bisa beli baru ya, biar enggak ribet. πŸ˜€

Mungkin segitu tips yang bisa saya kasih, kalo saja ada pertanyaan bisa bertanya di kolom komentar (sok expert) hahaha. Oiya, ada satu lagi dalam memilih kamera, ukuran berapa megapixel suatu kamera tidak menentukan seberapa bagus kamera tersebut, megapixel hanya untuk mengukur seberapa besar hasil foto bisa dicetak. πŸ˜€

Terima kasih πŸ˜€

Pertanyaan di Ujung Kemarau

Di ujung biru langit matamu, tak bisa kutebak apa yang sedang terjadi disana.

Dadaku kering. Mataku basah.

Seperti musim yang tak jelas, menjatuhkan banyak daun-daun di tanah yang basah dan anak-anak ranting mulai patah, tak tumbuh lagi.

Lalu, bagaimana dengan hatimu?

Tak tuntas ia tumbuh sempurna, lebih dulu mati dariku.

Food Photography

Tak bisa di pungkiri jika fotografi telah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang, dari yang menjadikannya hobi, ataupun profesi. Lalu yang telah menjadi kebiasaan di hidup masyrakat sekarang adalah memfoto makanan mereka sebelum memakannya, untuk di upload ke sosial media ataupun sekedar mengisi galery. Yah, food photography adalah salah satu jenis dari sekian banyak jenis fotografi.

Minggu lalu saya berkesempatan lagi untuk membuat foto makanan salah satu sebuah cafe baru di Palembang dan harus memotret sekitar 55 makanan. Di postingan kali ini saya sekedar ingin sharing tentang food photography yang saya ketahui, karena jika disadari memotret sebuah makanan atau minuman untuk terlihat menarik dan menggoda itu sangat susah dan terkadang butuh beberapa persiapan pastinya. Apa saja sih yang harus kita perhatikan dalam food photography.

Pertama, kita harus mengenali kamera kita sendiri, bagaimana dia bekerja. Dalam hal ini adalah seperti speed dalam kamera, diafragma, Iso dan sebagainya. Jika kita memakai kamera pro atau Dslr itu akan menjadi hal yang kita perhatikan. Begitu juga jika kita menggunakan kamera pocket ataupun ponsel. Apapun kameranya kita harus menguasainya.

Kedua, Penataan objek. Objek yang tertata dengan rapi dan menarik akan menambah kesan wah pada foto makanan kita. Kita dapat menambah properti yang dapat mendukung sebuah makanan. Seperti sendok, garpu atau sumpit. Lalu sebuah minuman, food condiment, atau sebuah vas bunga kecil. Jika kita mengalami kesulitan, kita dapat menggunakan jasa food stylist untuk membantu.

Ketiga, Pencahayaan. Ini sangat penting untuk menjadikan foto makanan kita jadi baik. Kita dapat menggunakan bantuan cahaya (Artificial Light) seperti Flash dan asesorisnya seperti softbox untuk mendapatkan cahaya terbaik. Atau kita dapat menggunakan cahaya alami (Available Light) seperti cahaya matahari. Untuk perhatian, hindari cahaya yang langsung dari matahari, carilah pencahayaan yang teduh untuk memfoto makanan kita. Untuk teknik pencahayaan, kita dapat mempelajarinya lebih lanjut dari web-web fotografi atau video tutorial basic food lighting.

Keempat, Komposisi. Hal ini adalah yang mendukung foto makanan kita. Sebenarnya kita bisa mencoba berbagai komposisi untuk menemukan foto terbaik kita, namun ada beberapa komposisi yang telah menjadi patokan, seperti rule of third, dead center, diagonal ataupun elips. Kita juga bisa melakukan zooming atau juga cropping dalam foto kita.

Rules of Third

Rules of Third

Dead Center

Dead Center

Diagonal

Diagonal

Elips

Elips

Cobalah untuk berimprovisasi dengan menemukan sudut-sudut baru dan menurutmu pas. Semakin banyak komposisi semakin banyak pilihan.

Kelima, Post-processing. Ini hanya sebagai tambahan, dilakukan atau tidak, enggak apa-apa. Post-processing adalah tahap setelah semua foto telah masuk kedalam ranah editing seperti photoshop untuk sedikit perbaikan. Mungkin warna, contrast atau cropping.

**

Mungkin itu adalah sedikit tips dari saya yang enggak seberapa. kalian bisa mencobanya dirumah dengan objek yang bisa kalian peroleh sendiri. Hehehe.. tertarik untuk mencoba?

All photo captured by dyazafryan and andre aka WhitePaper Photography

#1

IMG_0006

Satu. Ibarat menunggu untuk jadi yang pertama itu mungkin akan butuh waktu lama dan banyak perjuangan. Ada angka-angka sebelum 1. Butuh pengorbanan untuk menjadi yang pertama; tenaga, waktu dan perasaan. Ketika di abaikan, di tiadakan dan masih banyak lagi. Selebihnya akan menjadi rahasia antara berhenti atau melanjutkan.