Perempuan dan Alamat Kesayangan

Aku tahu ia tak ingin menulis apa-apa hari ini, hanya ingin memeluk seseorang dengan erat. Ia terbiasa membaca surat-surat yang ditulisnya sendiri, bertumpuk-tumpuk di atas meja riasnya, tanpa mengirimnya, sebab ia sendiri berada di alamat kesayangannya.

Aku tahu ia tak ingin berkata apa-apa hari ini, hanya ingin menangis sendirian. Ia tak punya banyak cara untuk mengungkap perasaanya, sebab terlalu lelah untuk bercerita panjang lebar.

Perempuan itu masih berada di alamat kesayangannya, menunggu seseorang pulang.

Ditulis untuk #aprilnulis NBC Palembang