[Puisi] Kosong


Lelaki itu telah pergi jauh, airmata tak lagi sudi jatuh.

Tak ada perbincangan tentang pagi, ataupun langkah kaki di depan pintu rumah.

Maka menangislah engkau, saat sesalmu telah menjadi mimpi buruk.

Memeluk diri sendiri yang kaku.

Mengorek waktu yang tak kembali.

 

14 Desember 2015

15 thoughts on “[Puisi] Kosong

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s