(Musikalisasi Puisi) Seperti Ini Saja Denganmu


a couple holding hands walking into the sunlight

“Bisa saja sore ini memelukku lebih erat.
Dengamu saja, aku ingin selalu dekat.”

***

Seperti Ini Saja Denganmu

Angin bersenandung sedikit lebih kencang.
Langit sudah tak lagi biru.
Katamu, ini saat yang bagus untuk menulis puisi,
Dan aku mengiyakan.
Setelah menyeruput kopi hitam lewat bibir mungilmu,
kalimat pertama kau ucapkan kepadaku.
Lalu menulisnya di buku yang baru saja kau ambil
dari dalam tas.
Beberapa menit diam, hanyut dalam kesendirian yang
kau buat.
Jari jemarimu tak berhenti, seperti kata-kata yang
muncul dalam kepalamu.
Angin masih kencang, menerbangkan rambutmu.
Aku masih diam, melihatmu lewat sudut mata sampai
kau berteriak pelan.

Benar-benar sore yang teduh untuk membuat puisi.
Lalu hujan Turun pelan-pelan.

“Bisa saja angin ini tentang rindu, ia kuat
menerpa wajahku.
Dan tubuh tak lagi kuat menampung
luapannya.
Hingga akhirnya aku tiba di garis akhir,
Tempat semuanya mereda.
Kopiku dingin, namun kau menghangatkanku
dengan tatapan yang beberapa waktu
terlewatkan.
Bisa saja sore ini memelukku lebih erat.
Dengamu saja, aku ingin selalu dekat.
Seperti ini saja.

-Puisi ini terdapat dalam buku Musim Semi Merah

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s