(Musikalisasi Puisi) Hari Ini Terik


Hari Ini terik

“Mereka tak pernah tau bahwa bersamamu aku pernah lebih baik”

***

Hari Ini Terik

Hari ini terik… tapi bagiku mendung
Mendung yang meleburkan banyak molekul memori
Lalu hujan turun di hati
Haruskah kukubur rasa ini, padahal ia belum ingin mati?
Aku pun tak paham… mengapa aku terus menulis segala tentangmu pada tiap bait puisi
Padahal aku tau kau tak akan membacanya
Dulu.. mungkin aku ataupun kamu pernah sama sama berpikir tentang satu hal…
Aku dan kamu tau… kita adalah dua insan yang tepat tapi bertemu di waktu yang salah…
Sesaat setelah aku membuka kedua mataku dari tidur yang lelap.. taukah kau bermain dikepalaku segala cara untuk selalu bisa denganmu…
Satu debar ini takkan bisa aku jelaskan setiap kali melihat namamu dilayar ponselku…
Karena semenjak mengenalmu, hari hariku tak pernah sama lagi.. penuh rindu dan selalu butuh kamu..
Tapi sekarang… haruskah aku menyamar menjadi hujan, langit, dan udara, bahkan hadir dalam tiap mimpi malammu. Aku dekat, tapi tetap asing bagimu..
Kita pernah meninggalkan jejak pada jalan jalan kota yang kita lalui berdua, seolah kita yang punya dunia..
Jalan yang lurus dan panjang…
Hingga kita temukan ujungnya… kau belok ke kiri dan aku sebaliknya
Tanpa ucap pisah, tanpa peluk hangat, hanya punggung yang menjauh…
Mereka bilang… aku akan baik baik saja setelah perpisahan ini…
Tapi tentu mereka tak pernah tau bahwa bersamamu aku pernah lebih baik
Aku bingung, entah bagaimana aku menyelaraskan hukum semesta dengan ingatanku…
Kenapa setiap kali aku ingin melupakanmu… aku malah makin mengenangmu…
Karena sesungguhnya kamu masih menguasai satu per dua hatiku…
Karena hanya pada hatimu aku berhenti mencintai yang lain…
Mungkin hatimu mengatakan sesuatu ketika kau sedang membaca ini ;
“Jangan jatuh cinta padaku”
Mungkin hatiku juga akan berkata; “ Sudah terlambat”
Jadi kali ini… biarkan aku menyimpan memori tentangmu pada laci terbawah ingatanku…
Kemudian aku akan membuang kuncinya… sehingga bagaimanapun kuatnya rinduku… aku takkan bisa membukanya lagi…
Tapi… hingga saat ini… melihatmu… mendengar suaramu…namamu…tulisanmu… masih membuat ruang dadaku sesak…
Apa ini artinya kau masih menjadi segalanya untukku?
Dan yang lebih menyedihkan adalah.. aku baru menyadari bahwa selama ini aku bernyanyi untuk seseorang yang mencintai kesunyian…
Aku belum sembuh. Terhitung dari hari terakhir saat kita meyakinkan diri masing-masing akan mendapatkan pasangan terbaik…
Kau tak pernah kumiliki, tapi kenapa aku selalu merasa kehilangan?
Lagi-lagi aku harus paham bahwa seseorang yang kita genggam erat sekalipun, jika bukan jodoh.. kita harus belajar untuk melepaskannya pelan-pelan pada suatu ketika…
Suatu hari nanti, kita akan bertemu kembali… pasti.. tapi dengan tatapan canggung dan hati yang mati rasa…
Kini kau menjelma menjadi rasa sakit yang kucintai terus menerus…
Dan sekarang aku memilih untuk mengingatmu saja… ketika ingin melupakan saja aku tak mampu…
Sebab sejauh apapun aku berjalan… kenangan tetap tidak berpindah, tepat dihati.

Kamu, Selamat berbahagia, selamat jatuh cinta lagi.

 

6 thoughts on “(Musikalisasi Puisi) Hari Ini Terik

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s