Aku yang Giat Menulis Tentang Kau

Bisa saja waktu membunuhku saat ini juga. Ia bersama jarak menusukku dalam dalam dengan rindu. Aku bisa apa selain mendoakan kita, lalu menghapus hujan disudut mata yang lama-lama menjadi lautan.

Kunang kunang tidur dalam kegelisahan, begitu juga aku yang mencatat banyak rindu disudut kamar. Beberapa hari tanganku bekerja dengan giat menulis tentang kau. Bagaimana kau melengkungkan senyummu, saat kau memainkan jemariku, bahkan pelukan yang melingkari pundakku.

Di kotaku, aku menanam resah atas mata yang belum mampu menatapmu lekat-lekat. Di kotamu, kau menebar banyak benih benih rindu dan terbang menujuku. Hendakkah kau pulang bersamanya? Melepas rindu yang lama terpenjara. Menghapus airmata yang telah lelah jatuh.

Kekasihku..

Sampai kau berdiri tepat didepanku, bahkan telah pergi memunggungiku. Rindu tak lelah bekerja dikepalaku.