Food Photography


Tak bisa di pungkiri jika fotografi telah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang, dari yang menjadikannya hobi, ataupun profesi. Lalu yang telah menjadi kebiasaan di hidup masyrakat sekarang adalah memfoto makanan mereka sebelum memakannya, untuk di upload ke sosial media ataupun sekedar mengisi galery. Yah, food photography adalah salah satu jenis dari sekian banyak jenis fotografi.

Minggu lalu saya berkesempatan lagi untuk membuat foto makanan salah satu sebuah cafe baru di Palembang dan harus memotret sekitar 55 makanan. Di postingan kali ini saya sekedar ingin sharing tentang food photography yang saya ketahui, karena jika disadari memotret sebuah makanan atau minuman untuk terlihat menarik dan menggoda itu sangat susah dan terkadang butuh beberapa persiapan pastinya. Apa saja sih yang harus kita perhatikan dalam food photography.

Pertama, kita harus mengenali kamera kita sendiri, bagaimana dia bekerja. Dalam hal ini adalah seperti speed dalam kamera, diafragma, Iso dan sebagainya. Jika kita memakai kamera pro atau Dslr itu akan menjadi hal yang kita perhatikan. Begitu juga jika kita menggunakan kamera pocket ataupun ponsel. Apapun kameranya kita harus menguasainya.

Kedua, Penataan objek. Objek yang tertata dengan rapi dan menarik akan menambah kesan wah pada foto makanan kita. Kita dapat menambah properti yang dapat mendukung sebuah makanan. Seperti sendok, garpu atau sumpit. Lalu sebuah minuman, food condiment, atau sebuah vas bunga kecil. Jika kita mengalami kesulitan, kita dapat menggunakan jasa food stylist untuk membantu.

Ketiga, Pencahayaan. Ini sangat penting untuk menjadikan foto makanan kita jadi baik. Kita dapat menggunakan bantuan cahaya (Artificial Light) seperti Flash dan asesorisnya seperti softbox untuk mendapatkan cahaya terbaik. Atau kita dapat menggunakan cahaya alami (Available Light) seperti cahaya matahari. Untuk perhatian, hindari cahaya yang langsung dari matahari, carilah pencahayaan yang teduh untuk memfoto makanan kita. Untuk teknik pencahayaan, kita dapat mempelajarinya lebih lanjut dari web-web fotografi atau video tutorial basic food lighting.

Keempat, Komposisi. Hal ini adalah yang mendukung foto makanan kita. Sebenarnya kita bisa mencoba berbagai komposisi untuk menemukan foto terbaik kita, namun ada beberapa komposisi yang telah menjadi patokan, seperti rule of third, dead center, diagonal ataupun elips. Kita juga bisa melakukan zooming atau juga cropping dalam foto kita.

Rules of Third

Rules of Third

Dead Center

Dead Center

Diagonal

Diagonal

Elips

Elips

Cobalah untuk berimprovisasi dengan menemukan sudut-sudut baru dan menurutmu pas. Semakin banyak komposisi semakin banyak pilihan.

Kelima, Post-processing. Ini hanya sebagai tambahan, dilakukan atau tidak, enggak apa-apa. Post-processing adalah tahap setelah semua foto telah masuk kedalam ranah editing seperti photoshop untuk sedikit perbaikan. Mungkin warna, contrast atau cropping.

**

Mungkin itu adalah sedikit tips dari saya yang enggak seberapa. kalian bisa mencobanya dirumah dengan objek yang bisa kalian peroleh sendiri. Hehehe.. tertarik untuk mencoba?

All photo captured by dyazafryan and andre aka WhitePaper Photography

34 thoughts on “Food Photography

  1. Food stylist dengan food photographer itu berbeda ya, Mas. Ini info baru buat saya, karena selama ini saya menduka kalau siapa fotografernya, ialah yang mengatur posisi makanan jadi seapik itu :hehe.
    Btw, ini keren-keren banget fotonya! Saya selalu kacau dengan penataan dan framing dalam memotret suatu objek jadi tips-tips serta beberapa contoh di sini sangat membantu. Terima kasih ya, Mas!

  2. Benar-benar profesional. Sampe-sampe saya kurang fokus sama tulisan Mas Dyaz. Saya lebih memperhatikan foto-fotonya begitu menggiurkan. Yah walaupun saya tidak memiliki kamera, tapi tips & info yang Mas Dyaz berikan merupakan ilmu yang sangat bermanfaat. Terima kasih banyak sudah berbagi. *Mendadak jadi ingin punya kamera*

  3. Makanannya bikin ngiler :p tuh,, suka juga sih moto”in makanan, tpi ga pake teknik trus cuma pake kamera ponsel aja, jadi hasilnya ga bagus, bagusan pake kamera ya apalagi klo yg motonya udah profesional kaya dyaz…🙂

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s