[Puisi] Mereka-mereka yang Tak Ingin Dilupakan


Aku tak ingin banyak perpisahan.

Daun yang menguning lalu jatuh ke atas tanah tempat sahabat-sahabatnya telah lebih dulu menangis.

Lalu akan ada yang baru,

seperti itulah setelah kehilangan.

Tak perlu ada kata melupakan, karena akan jadi hal yang ditakutkan ketika peluk berubah airmata.

Mereka-mereka yang punya kekuatan tertawa lebih banyak menjadi orang yang paling sibuk menenangkan pikirannya sendiri.

Yang lebih banyak diam akan tetap seperti itu.

Dan pada suatu saat, di sore yang tenang. Sebagian dari mereka mulai memikirkan tentang sebuah pertemuan atau sekadar mengenang.

Palembang, 25 Mei 2015.

30 thoughts on “[Puisi] Mereka-mereka yang Tak Ingin Dilupakan

  1. Daun yang terjatuh akan menjadi tanah, yang menyuburkan, dan pada gilirannya akan menumbuhkan daun-daun baru :)). Meski kita tak sadar, ada banyak nama orang-orang yang tak kita kenal juga berperan sehingga kita bisa sampai ke titik ini :hehe.

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s