Review Novel/Personal Literature “Koala Kumal” by Raditya Dika


Ketika ke gramed kemarin, buku ini menjadi incaran pertama. Pas liat di rak khusus buku-buku Bang Dika, buku Koala Kumal tinggal satu. Cepet-cepet saya ambil biar enggak keduluan yang laen, mungkin disana stoknya lagi banyak (saya aja yang sedikit lebai). Karena penasaran, pulangnya langsung saya baca dan menyelesaikannya dalam waktu satu hari.

koala kumal cover

Judul : Koala Kumal
Penulis : Raditya Dika
Penerbit : Gagasmedia
Tebal : 250 hlm
Terbit : Januari 2015

Selain main perang-perangan, due, Dodo, dan Bahri juga suka berjemur di atas mobil tua warna merah yang sering diparkir di pinggir sungai samping kompleks. Formasinya selalu sama: Bahri dan gue tiduran di atas atap mobil, sedangkan Dodo, seperti biasa, agak terbuang, di atas bagasi.

Kadang kami tiduran selama setengah jam. Kadang, kalau cuaca lagi sangat terik, bisa sampai dua jam. Kalau cuacanya lagi sejuk dan tidak terlalu terik, kami biasanya sama-sama menatap ke arah matahari, memandangi langit sambil tiduran.

Kalau sudah begini, Bahri menaruh kedua tangannya di belakang kepala, sambil tiduran dia berkata,

‘Rasanya kayak di Miami, ya?’

‘Iya,’ jawab gue.

‘Iya,’ jawab Dodo.

Kami bertiga gak ada yang pernah ke Miami.

***

Koala Kumal adalah buku ketujuh Bang Raditnya Dika. Menurut kata pengantar di bukunya, buku ini baru selesai setelah ditulis selama 3 tahun. Seperti biasanya buku ini berceritakan tentang pengalaman pribadinya Bang Dika dan rata-rata isi dari buku ini adalah tentang patah hati. Iya, patah hati.

Menurut saya, buku ini enggak seperti buku Raditya Dika sebelumnya yang penuh dengan komedi. Disini berbeda, hampir isi di buku ini berkisahkan pembelajaran dan pengalaman cinta, mungkin komedi di dalam buku ini hanya sekitar 35%. Namun Raditya Dika masih bisa membuat pembaca tertawa ketika sampai pada bagian yang lucu. Alur cerita menarik, diceritakan secara santai dan ‘dari hati’ seperti yang ditulis Bang Dika di kata pengantar. Banyak pembelajaran di dalam buku Koala Kumal.

Bagian yang menjadi favorit disini adalah Bab ‘Perempuan Tanpa Nama dan Aku Ketemu Orang Lain’.

Ada beberapa kalimat yang saya suka di buku ini antara lain :

– “Maka, ketika dia sudah tidak bisa mencintai, mungkin dia tidak harus berurusan denga hal-hal yang berhubungan denga cinta. Seperti misalnya, manta pacar yang masih sering ketemu.

– “Suatu tempat baru bisa jadi istimewa kalau tetap jadi baru.”

-“Setiap orang pasti akan mengalami patah hati yang mengubah cara pandangnya dia terhadap cinta seumur hidupnya.”

Covernya lucu, ilustrasinya juga menarik. Yang pengen baca silahkan cari aja di toko buku terdekat. Yang pernah patah hati mesti baca buku Koala Kumal.

So far, Koala Kumal berhasil mendapatkan 4  dari 5 bintang.

10 thoughts on “Review Novel/Personal Literature “Koala Kumal” by Raditya Dika

  1. Gw seleseai baca buku ini dalam berapa hari ya? Hahaha.
    Well, karena umur kali ya, gw gak bisa relate banget sama yang ditulis ama Dika di sini, ato karena gw emang ga pernah pata hati ya? *eaaaaaa
    Btw cukup menghibur lah bukunya Dika.😀

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s