Perempuan yang Masih Jadi Sebab Rindunya


Ada sepasang mata yang terjaga,

hampir tak terpejam.

Menyusun ingatan-ingatan yang tersimpan,

merangkai kata-kata untuk diucapkan,

namun bibirnya terpenjarakan kelelahan.

Waktu seakan tak memberikan jawaban.

Kosong.

Seperti hatinya.

Perempuan yang masih jadi sebab rindunya, kini memancarkan ketakukan dalam-dalam.

Diam-diam.

Kemudian pagi mengingatkan bahwa ada beberapa kelelahan yang harus dilalui sendiri,

lalu sebagian bahagia yang datang terlambat.

Setelahnya, sebagian rahasia itu tak ada yang benar-benar tahu.

10 thoughts on “Perempuan yang Masih Jadi Sebab Rindunya

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s