(Musikalisasi Puisi) – Awal Sebuah Akhir


Ada keheningan sesaat di akhir dialog-dialog kerinduan yang kita pertahankan di awal pertemuan.

Lalu tak kau ukir lagi senyum yang sejak awal telah terbentuk sempurna. Terbiasakan, terpudarkan tanpa rencana.

Kenapa kita biarkan kesedihan datang lebih cepat?

Karena setiap kesedihan yang kita pertemukan di sela kebahagiaan, tetap bermakna keresahan.

Mungkin itu tentang perpisahan yang nantinya tak akan terelakkan.

Mungkin saja, sebab kita tak pernah berbicara tentang akhirnya.

Tentang waktu yang akan membawa kita menjadi sendiri, lalu pulang membawa hati kita masing-masing.

Masihkah kita harus menyepi di pertemuan kita? atau memang sudah saatnya?

Saat kita sama-sama harus memunggungi waktu dan melangkah menjauh.

Saat bayangmu menghilang bersama aroma tubuhmu yang pernah menjadi candu.

dan tak akan ada mata yang akan saling bertemu.

Karena di sebelum awal kita, ada akhir yang telah tercipta.

dan ketika pintu kebersamaan kita telah tertutup, semua ingatan tentangmu selalu terbuka,

hingga dunia tak ada.

(dibacakan pada Malam Puisi Palembang ke-14, 20 Desember 2014)

19 thoughts on “(Musikalisasi Puisi) – Awal Sebuah Akhir

  1. akhirnya aku bisa ke sini lagi. aku balk ke winterwing lagi. makasih buat komen kamu kemarin. menurut kamu gimana kalo aku posting ulang cerpen-cerpen yang dulu udah aku posting?

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s