Review Novel/Personal Literature “Relationshit” by Alitt Susanto


Novel komedi dan personal literature kembali menjadi pilihan ketika saya sudah mulai bosan membaca novel romance. Tapi kadang enggak mudah untuk menentukan novel komedi mana yang bakal mampu menyajikan gelak tawa ketika membacanya, enggak hanya itu kadang bisa memberikan pesan-pesan lain di dalamnya. Mata saya tertuju pada satu buku yang penulisnya sudah terkenal dengan karya-karya yang menarik, Bang Alitt Susanto dan kali ini saya membaca “Relationshit” dari Bukune. Kalo enggak salah ini buku ketiganya Bang Alitt. Jadi mari kita lihat apa yang sudah saya dapat.

relationshit

Judul : Relationshit
Penulis : Alitt Susanto
Penerbit : Bukune
Tebal : 230 hlm
Terbit : Mei 2014

“Kamu tahu kesalahan kamu apa?” tanya Mbak Polwan sambil menatap gue dengan sinis, tangannya bersila di depan dada.
“Err—nggak tau, Mbak,” jawab gue dengan polosnya.
“Cowok tuh emang nggak peka, ya!” Nada Mbak Polwan itu tiba-tiba meninggi.
“Loh?! Salah saya apa?!”
“Pikir aja sendiri!” Mbak Polwan buang muka, tangannya masih bersila di depan dada.
“K-k-kenapa, Mbak? Saya nggak tau kenapa diberhentiin di sini. Saya ngerasa nggak salah apa-apa!” Gue semakin bingung dengan sikapnya.
“AH! SEMUA COWOK EMANG SAMA AJA!” Mbak Polwan langsung melengos pergi.
Gue yang ditinggal cuma bisa jilatin knalpot panas dengan kesal.

Menghadapi cewek PMS kayak di atas, cuma sebagian kecil dari banyaknya keribetan soal hubungan. Ya, sepanjang pengalaman jadi manusia (yang dulu tapir), gue berhasil mempelajari satu hal; kita semua harus ‘berhubungan’ dengan sekitar. Bentuknya bermacam-macam; bisa percintaan, persahabatan, persaudaraan, permantanan, atau perseroan.

Dalam buku ini, ada cerita tentang usaha gue jadi kakak yang baik, cucu yang berbakti, pacar yang bisa diandalkan, sampai jadi pria yang bisa ngobrol sama mobilnya. Emang nggak semuanya berhasil karena rintangan selalu ada. Tapi dalam kegagalan, gue belajar untuk jadi lebih baik…, dan mencegah relationship tidak menjadi Relationshit!

***

Novel Ketiganya Bang Alitt ini Menceritakan tentang kehidupan yang penah dijalanin oleh Bang Alitt. Tentang menjalin sebuah hubungan, Tentang cinta, persahabatan, keluarga dan banyak hal. Ada yang sedih, ada yang bahagia dan juga ada beberapa yang kacau.

Menurut saya pribadi, saya menyukai novel ini. Bang Alitt mampu menceritakan semuanya dengan sederhana, cara penulisan yang mudah dipahamin, dengan banyolan-banyolan yang membuat ketawa sendiri meski kadang nyeleneh. Tapi komedi di buku Skripshit jauh lebih baik dari pada di Relationshit,.

Diawal saya berpikir bahwa isi ceritanya adalah tentang hubungan-hubungan yang g berjalan baik, yang berakhir sedih dan kacau, tapi ternyata memiliki beragam cerita dan menyampaikan banyak pesan-pesan moral tentang menjalani hubungan. Saya mendapatkan beberapa pelajaran dari kisah hidup bang Alitt. Banyak kalimat atau quote yang mengena seperti :

– “Manusia mungkin bisa bertahan hidup tanpa makanan, tapi tidak ada manusia yang bisa bertahan hidup tanpa harapan.”

atau,

– “Hidup tanpa punya apa-apa memang pedih, tapi lebih pedih lagi kalau hidup tanpa punya siapa-siapa”

dan

– “Kadang hal yang baru itu datang hanya untuk mengingatkan, betapa berharganya hal lama yang sudah kita tinggalkan” .

Bagian yang saya sukai di buku ini adalah tentang LDR, dimulai dari hala 157 sampai dengan selesai dan puncaknya adalah kalimat terakhir penutup buku Relationshit yang terdapat dalam Bab (L)ove in (D)ifferent (R)eligion, dimana kalimatnya adalah seperti ini :

“Hubungan cinta itu tidak bukan melulu tentang mengejar finish-line, tapi tentang bagaimana kita menjalani dan menghargai proses.”

“Jadi, meski jodoohnya sudah ditentukan Tuhan, kalo manusianya sendiri tidak yakin dengan pilihan itu, hubungan itu tidak akan bertahan.”

So, saya memberi 4 bintang dari 5 bintang untuk buku Relationshit. Sukses terus buat Bang Alitt. Yang belum baca, silahkan beli di toko buku terdekat ya😀

15 thoughts on “Review Novel/Personal Literature “Relationshit” by Alitt Susanto

  1. Dari review-nya kayaknya seru, aku juga kalo jenuh ama novel cinta-cinta’an larinya ke novel yang bisa bikin ketawa, kayaknya novel2 raditya dika deh penghilang rasa jenuh sama novel romance selama ini…
    Dah lama ga ke toko buku, kayaknya hal pertama yang bakal dicari novelnya Alitt ini deh…

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s