Satu Titik


Ada kalanya manusia di tempatkan pada titik harus memilih, lalu meninggalkan dan menyesal. Dimana menjadi satu titik lemah bagi manusia.

Lalu yang menjadi ketakutan adalah ketika beberapa orang hanya bisa menilai orang lain dari satu sisi, satu sumber dan terlalu jauh menghakimi orang lain. Dan kebencian kebencian itu perlahan hadir di tengah rasa peduli yang tersimpan.

Kita tak pernah berharap seseorang akan mengerti situasi kita, terkadang kita hanya ingin orang itu tahu yang sebenarnya.

Kembali pada rasa peduli yang tak perlu teraliri benci,
Dan doa doa yang berisi banyak kebaikan.

Aminnn….

34 thoughts on “Satu Titik

  1. “Kita tak pernah berharap seseorang akan mengerti situasi kita, terkadang kita hanya ingin orang itu tahu yang sebenarnya.” kurasa kata ini sama saja maksudnya, hanya diksinya saja yang bedaπŸ˜€

  2. “Lalu yang menjadi ketakutan adalah ketika beberapa orang hanya bisa menilai orang lain dari satu sisi, satu sumber dan terlalu jauh menghakimi orang lain.”

    Kebanyakan seperti itulah manusia. Menghakimi banyak hal, seakan dia paling benar. hehe. Begitulah…

  3. setiap orang pasti akan berada pada satu titik untuk memilih. dia pun bisa memilih untuk mencinta atau membenci, peduli atau cuek. dan kepadanya akibat dari pilihan itu akan kembali

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s