Bike to Work

Hari ini ngos-ngosan ditambah penuh keringat waktu tiba di kantor. Setelah sebulan penuh enggak sepedaan dan kerja naik sepeda karena puasa kemaren, hari ini pertama kali sepedaan lagi alias Bike to work lagi. Gilee… ngos-ngosan bro…

*ambil napas dulu

Kayaknya bakal sering sepedaan ke kantor deh. Lagi males naek motor. Hmm bukan males sih, tapi bensin motor lagi sekarat banget dan lagi males ngisi bensi karena antrian di SPBU lagi rame-ramenya. Pagi rame, sore rame, malem rame, males jadinya. Belom nyoba waktu subuh sih, pengen ngisi bensi waktu pulang dari angkringan jam 2-an, tapi badan udah capek jadi males buat pergi ke SPBU yang 24 jam. Alhasil ya mungkin ini yang terbaik untuk beberapa hari kedepan. BIKE TO WORK lagi. Selain bikin hemat, ya bikin sehat. Ya kan? 😀

G sempet poto selfie buat bukti nih, ada sih satu, tapi jelek. hahhaa.. 😀

Selamat hari Jumat gaess 😀

Save Earth by Your Heart | #30DaysSaveEarth

“Satu batang pohon dapat membuat seribu batang korek api kayu. Dan satu batang korek api kayu, dapat membakar 1000 pohon.” -Anonymous

Itulah kalimat yang menjadi pembuka postingan Save Earth by Your Heart | #30DaysSaveEarth di blognya Uni Dzalika dan event yang pernah dilaksanakan tahun lalu ini sangat-sangat bermanfaat, dimana mengajak semua orang untuk berkampanye menyelamatkan Bumi lewat tulisan yang bertema “Save Earth by Your Heart” dan terbagi dalam 3 katergori : FIksi, Non-fiksi dan kampanye 130 karakter di twitter. Event ini diselenggarakan selama 01 – 30 September 2014.

Jadi, ayo berpartisipasi dalam event ini dan ikut berkampanye menyelamatkan Bumi yang kita cintai.

Untuk lebih jelasnya, kalian bisa mampir dan liat mekanisme, syarat dan ketentuan serta hadiah-hadiah di Blognya Uni Dzalika di sini, atau bisa tanya di twitter @jungjawa dan @unidzalika. Untuk pengguna Facebook silakan add facebook Uni Dzalika.

BvzhIDhCQAEsJDRAyo!! Save Earth by Your Heart, Gaess!!

580 km

Jangan lagi menyalahkan jarak ataupun lelah terhadapnya, karena jarak kita bertemu, karena jarak kita punya banyak rindu. Mungkin terkadang lelah atau resah, wajar saja.

Mungkin pernah gagal, atau ingin mencoba kembali, bisa saja.

Jarak memberikan pelajaran bahwa setiap detik pertemuan adalah anugerah, adalah bahagia nyata yang harus di syukuri.

Dan setelah pertemuan pertama, yakinkan akan ada pertemuan kedua, ketiga, keempat dan seterusnya dan hingga benar-benar tak terpisah.

Dan jarak hanya jadi pemisah untuk mata, bukan cinta.

Ini bukan apa-apa, hanya doa untuk 580 km itu.

Surat Pertama dan Terakhir di Tanganmu.

Entah ada berapa banyak kata yang tertulis pada lembar-lembar kertas itu. Berisi hal-hal yang mungkin penting dan juga ku anggap sebagai basa-basi untuk memulai pembicaraan. Entah ada berapa rasa yang teraliri saat jari jemari mulai menulis, saat bertanya kabarmu, saat menuliskan sedang apa kamu, atau pernyataan tentang kebenaran.

Sejenak aku diam, lalu tak tahu harus menuliskan apa. atau sesaat aku bisa menuliskan dengan lancar semua yang ada di pikiran dan perasaan. Semua mengalir seperti airmata yang jatuh tepat di punggung tanganku.

dan aku telah menyelesaikan surat itu hingga mendarat tepat di tanganmu.

Surat pertama dan terakhir, penuh maaf.

 

Malam Puisi Palembang #9

Hai.. udah lama banget enggak buat postingan Malam Puisi di blog ini. Bukan males sih, tapi ada beberapa hal. Pertama, saya enggak bisa hadir dalam 1 atau 2 Malam Puisi dan kedua, karena waktu Ramadhan kemarin, Malam Puisi Palembang sedang libur. Dan ini adalah Pelaksanaan Malam Puisi setelah libur Puasa. Ini adalah Malam Puisi yang ke 9. Temanya tentang Merdeka, bagaimana kita mengartikan merdeka kita sendiri, memilih merdeka kita sendiri.

Malam Puisi Palembang 9

Kali ini Malam Puisi mencoba suasana baru, yaitu dilaksnakan di tempat yang baru yaitu Angkringan 777 dan seperti biasa acara di mulai pukul 19:00. Sementara menunggu para penikmat puisi yang datang, acara Malam Puisi di isi dengan Home Accoustic. Pada pukul 20:00 para penikmat puisi satu-persatu mulai berdatangan. Seperti Malam Puisi sebelumnya, pembukaan acara adalah dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai satu bentuk cinta terhadap bangsa ini dan setelah itu langsung di isi dengan pembacaan puisi oleh salah satu penggerak Malam Puisi Palembang.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Alhamdulilah, banyak teman-teman yang hadir di Malam Puisi Palembang meski dengan suasana yang baru, mereka masih ingin menikmati puisi-puisi dari teman-teman. Ada teman-teman dari Stand Up Comedy Palembang, Teater Gembok, Relawan Peduli Pendidikan, Riecoustic, dan teman-teman penikmat puisi lainnya. Enggak hanya puisi, ada juga penampilan puisi kocak dari teman-teman stand up comedy palembang, musik akustik, dan musikalisasi puisi.

SONY DSC

SONY DSC

Acara berjalan dengan asik hingga pukul 22:15, dan Malam Puisi Palembang ke 9 selesai. Alhamdulilah, para penikmat puisi masih setia dengan Malam Puisi Palembang. Malam Puisi mengucapkan banyak terima kasih kepada semuanya yang telah melancarkan acara ini lagi, dari tim penggerak, teman-teman pencinta puisi dan komunitas-komunitas lain yang ingin datang dan menyaksikan. Kepada teman-teman dari Angkringan 777 yang menyediakan tempat. dan saya sebagai salah satu yang mewakili dari Kru Angkringan 777 juga mengucapkan terima kasih kepada Teman-teman Malam Puisi Palembang yang telah mempercayakan Angkringan 777 menjadi tempat pelaksanaan Malam Puisi ke 9, semoga bisa sangat membantu meskipun dalam keterbatasan.

 

So, tunggu Malam Puisi Palembang yang selanjutnya ya. 😀

Datang, Dengar, dan Bacakan Puisimu!!!

This slideshow requires JavaScript.