Review Novel ‘Sabtu Bersama Bapak’ – Adhitya Mulya


Entah ini novel keberapa yang ditulis oleh Bang Adhitya, sebelumnya pernah baca Mencoba Sukses, Jomblo, dan Gege Mengejar Cinta. Dan Novel dari Bang Adhitya adalah yang saya tunggu karena berisi tentang kisah-kisah komedi yang keren. Di lihat dari judulnya ” Sabtu Bersama Bapak” pastinya ada unsur tentang seorang bapak, ada keluarga, Ibu dan anak-anak. Jadi mari kita lihat.

 

sabtu bersama bapak

Sabtu Bersama Bapak

 

Judul : Sabtu Bersama Bapak
Penulis : Adhitya Mulya
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 278 hlm
Terbit : Juni 2014

“Hai, Satya! Hai, Cakra!” Sang Bapak melambaikan tangan.
“Ini Bapak. Iya, benar kok, ini Bapak. Bapak cuma pindah ke tempat lain. Gak sakit. Alhamdulillah, berkat doa Satya dan Cakra.

Mungkin Bapak tidak dapat duduk dan bermain di samping kalian. Tapi, Bapak tetap ingin kalian tumbuh dengan Bapak di samping kalian. Ingin tetap dapat bercerita kepada kalian. Ingin tetap dapat mengajarkan kalian. Bapak sudah siapkan.
Ketika punya pertanyaan, kalian tidak pernah perlu bingung ke mana harus mencari jawaban. I don’t let death take these, away from us. I don’t give death, a chance.
Bapak ada di sini. Di samping kalian. Bapak sayang kalian.”

Ini adalah sebuah cerita. Tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. Tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik. Tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih. Dan…, tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka.

***

Novel ini menceritakan tentang kehidupan suatu keluarga, kehidupan seorang bapak bernama Gunawan Garnida yang menderita kanker dan harus menyiapkan segalanya untuk istrinya bernama Itje dan kedua anaknya, Satya dan Cakra. Karena umurnya yang tak lama lagi, sang bapak kemudian memutuskan untuk membuat sebuah video bersama sang istri dengan berisikan nasihat-nasihat untuk kedua anaknya nanti, hingga akhirnya sang bapak meninggal dunia.

Video ini kemudian diperlihatkan kepada kedua anaknya setiap hari sabtu, pada momen-momen khusus. Sehingga membuat anak-anak pak Gunawan mampu belajar sesuatu dari Bapaknya yang telah tiada.

Berbeda dari novel-novel sebelumnya yang penuh dengan komedi, kali ini novel ini berisikan sesuatu yang lumayan serius dan tetap diselingi dengan humor-humor yang masih mampu membuat tertawa lepas. Bang Adhitya Mulya memberikan banyak cerita yang membuat kita belajar menjadi sosok Bapak yang baik, menjadi keluarga yang harmonis. Novel yang mampu membuat sedih, nahan nangis, ketawa, merinding karena sifat-sifat Bapak Gunawan terhadap anak-anaknya dan banyak hal lagi.

Selain bab-bab nasihat bapak Gunawan dalam video, yang saya tunggu adalah kisah pencarian cinta Cakra yang mengundang tawa, tapi keseluruhan isinya sangat-sangat memberikan pelajaran.

Banyak kalimat-kalimat yang berisikan pesan-pesan moral, tentang bagaimana menjadi Bapak yang baik, tentang apa yang harus dilakukan terhadap keluarga agar menjadi baik dll, Seperti :

– Ketika anak-anak mengalami masalah, mereka ditekankan  berdialog untuk menyelesaikan masalah. Baku hantam adalah bukan solusi yang baik apalagi pilihan. ( hal, 144)

– Mimpi hanya baik jika kita melakukan Planning untuk merealisasikan mimpi itu. Jika tidak, kalian hanya buang waktu. (hal, 150)

– Harga diri kamu datang dari dalam hati kamu dan berdampak ke luar. Bukan dari barang/ luar, berdampak ke dalam hati. (hal, 120)

– Karena Tuhan pun melihat manusia dari yang benar dan salah. Dan yang benar itu yang baik. Bukan dari mana dia berasal. (hal, 207)

– Laki, atau perempuan yang baik itu, gak bikin pasangannya cemburu. Laki, atau perempuan yang baik itu bikin orang lain cemburu sama pasangannya.

Bintang 5 dari 5 bintang untuk novel yang sangat banyak memberikan pelajaran. Dan aku berharap mampu menjadi Bapak yang baik kelak untuk keluarga dan orang lain juga.🙂

59 thoughts on “Review Novel ‘Sabtu Bersama Bapak’ – Adhitya Mulya

  1. saya punya juga novel ini. dapat hadiah dari gagas media karena postingan saya menang lomba menulis surat untuk bapak. saya belum bikin reviewnya, tapi salah satu poin dalam novelnya pernah saya masukin postingan… yang sepertinya ada kesalahan penulisa satu huruf di novelnya😀

  2. pertama kali baca blurbsnya buku ini digramedia, aku langsung tertarik dan nyimpulin sendiri kalau buku ini jatuhnya ke ‘mengharukan’ sampai sekarang belum bisa beli itu buku. duit belum ada. target beli setelah lebaran ah :3

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s