Engkau adalah Pagi yang Kucintai


Gisti Riza Adistie


โ€œYou comes like a morning dew.

When I was a lonely leaf.

I waiting you from a few.

And now you just leaveโ€ฆโ€

Dulu, aku bisa diibaratkan seperti daun. Yang masih terlihat segar dan hijau. Aku bersandar di sebuah pepohonan yang cukup tinggi. Tak ada satupun yang bisa menggapaiku, ataupun membuatku luruh. Aku hanyalah daun yang selalu menikmati tiap hembusan angin.

Ke kanan, ke kiri, juga memutar. Aku hanya mengikuti gerak angin tanpa tujuan. Aku hanya daun yang tak bisa berbuat apa-apa. Aku juga tak pernah menunggu siapa-siapa. Mungkin aku hanya daun yang terbiasa dengan sebuah rasa kesepian.

Aku hanya mengenal ranting dan angin. Ranting itu hanya membuatku tetap bertahan diatas sini. Namun aku tak pernah sekalipun memiliki arti. Meski terkadang ada burung camar yang hinggap dan mencengkeram ranting dengan kuat, burung itupunย  mengacuhkanku. Tidak juga berusaha menyapaku.

Aku tumbuh semakin indah, dan itu juga tidak ada yang meyadarinya. Anginโ€ฆ

View original post 1,259 more words


16 thoughts on “Engkau adalah Pagi yang Kucintai

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s