Tanpa Kamu

Kamu, yang berada tak jauh dari ingatan tentang bahagia.
yang masih jadi bagian dari goresan bertahta airmata.
mungkin senyum adalah tanda untuk merasa baik-baik saja, lalu menyelipkan doa diantara puluhan puluhan kata yang tertulis dengan lemahnya.
Kamu, adalah masa lalu yang mengajarkan bahwa masa depan akan lebih mampu membuatku bahagia.
seperti kamu yang mampu menyeimbangkan tentang amarah, kerinduan, kesabaran dan juga penantian.
aku telah lama berdiri dibelakangmu, menulusuri hari-hari yang kau lalui, mencipta puisi yang mungkin tak pernah kau sadari.
dan baru saja aku tahu bahwa aku telah bahagia, tanpa kamu.