Pada Batasnya


SONY DSC

Pada saatnya semua rasa itu akan ada ujungnya, sedih atau bahagia.

atau semua rasa itu akan ada batasnya, masih ingin terus bersemi atau berguguran dengan derasnya.

Mungkin akan ada saatnya juga yang engkau cintai akan mulai lelah untuk mencintaimu,

semakin kau mengucap rindu, semakin juga ia akan pergi meninggalkan.

Itu yang terkadang kita sebut dengan batas, jeda antara memiliki dan melepaskan.

Lalu ia mulai berkata “Aku tak bisa lagi bersamamu.”

dan ia mulai meneteskan airmata.

Seperti laba-laba yang mulai meninggalkan jaringnya yang mulai rusak.

Memilih untuk tidak memperbaiki, dan mulai mencipta jaringnya yang baru,

di tempat yang ia rasa lebih baik.

Rasa itu mulai berada di ujungnya, memilih pergi atau bertahan sekuat tenaga.

_dyazafryan_

 

65 thoughts on “Pada Batasnya

  1. hahay….memilih tetap berdiri di atas dua kapal pada akhirnya harus punya pilihan..bakar kapal atau karamkan di lautan…
    eh..embuh ding..entahlah..
    but at last, the most important is we can say #akurapopo…
    hahahahahaa…….

  2. Tau blog nya dr twit teman. Hiks, ini yg ku takutkan bang.. Rasa itu kan tiba pada batasnya, hingga masing2 memahami bahwa inilah saatnya pergi tanpa menoleh ke belakang lagi, sedikitpun😥

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s