Hujan Rindu


Diamlah sejenak, dan resapi indahnya suara rintik hujan yang semakin deras.

Nikmati aroma tanah yang baru saja basah karenanya.

Rayuan nyanyian hujan itu tak akan pernah habis, mencipta setetes embun yang manis untuk ditulis.

Memompa rindu untuk berdetak, berdegup, berdentum menusuk jantung.

Sebenarnya tak ada yang perlu kurisaukan tentang riuhnya hujan yang jatuh

atau tentang rindu yang hadir setelahnya.

Tak ada.

Yang ada hanya perasaan yang tertahan dalam genggaman.

Hujan berbisik padaku tentang banyaknya rindu yang harus kulepas,

seiring dengan perasaan yang ikut terhempas.

bahwa pada saatnya rindu ini tak akan lagi untukmu, tapi untuk hati yang akan kusinggahi, setelahmu.

Puisi ini dibacakan di MalamPuisi Palembang ke 7

_dyazafryan

16 thoughts on “Hujan Rindu

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s