Aku Ingin Hujan


Surat keenam belas, 16 Februari 2014

Untuk beberapa waktu, aku merasakan seperti ada yang hilang. Entah itu tentang apa, entah itu karena apa.

Ada sesuatu yang sepertinya gersang, yang jauh tak kurasakan. Mungkin itu rindu.

Aku butuh hujan, yang mampu meredakan kering. Untuk hati yang hampir mati, untuk dunia yang sedang panas.

Aku rindu titik-titik air itu jatuh ditelapak tangan ini, atau hanya sekedar memberi rasa sejuk pada hati yang ingin tenang.

Aku rindu bau hujan, rindu suara derasnya yang jatuh pada genting rumah, rindu pada ujung daun yang meneteskan butir-butir hujan.

Dear hujan, turunlah meski sesaat. Beri aku anugerah dari hadirmu.

_dyazafryan_

14 thoughts on “Aku Ingin Hujan

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s