Dalam Hening Kau Datang, dan Diam-diam Aku Mencintaimu ( Musikalisasi Puisi )

Dalam Hening kau datang, dan diam-diam aku Mencintaimu

“Wahai perempuan yang mencintaiku, Aku mencintaimu.”

——

Ini bukan pertama kalinya rindu hadir, dan membawa getar-getar rasa yang ingin berlabuh.

Begitu hangat, hingga dinginpun tak ingin mendekat.

Dan itu kamu,
Yang dalam hening, kemudian datang,
Yang dalam diam, lalu mencintaiku.

Aku tahu,
Dan akupun mencintaimu,,

Sepertinya ini akan jadi milik kita.
Tertawa pada hal-hal konyol,
Menangis pada hal-hal yang menyedihkan.

Berjalan bergandengan melewati keramaian, atau sesekali berlari menyusuri sepi.

Indah bukan??

Indah jika kita mampu untuk saling bicara.
Tak perlu lagi menjadi laki-laki dan perempuan yang mencuri pandang lewat sudut mata, dan tersipu malu saat kita saling tahu.

Lalu Dalam hening, rindu datang, dan diam-diam aku mencintaimu…

Wahai perempuan yang aku puja,
Yang sebelumnya aku cintai lewat tulisan-tulisan mesra.

Aku mendekatkan diriku untuk dapat kau lihat seutuhnya,
Dipelupuk mata yang merefleksikan dirimu, aku mengantarkan cinta.
Membuang rasa diam-diam, dan mendekatkan nyata.

Wahai,perempuan yang mencintaiku.
Aku mencintaimu..

Puisi karya Dyaz Afryan

:D

Hari ini nulisnya enggak mau panjang, tapi juga enggak pendek-pendek amat. Mungkin hari ini kebanyakan isinya harapan dan doa-doa aja.

Bismillahirrohmanirrohim..

Pada hari pertambahan umur ini, masih sangat bersyukur Allah SWT masih memberikan kesehatan dan kebahagiaan. Masih diberikan kesempatan dan waktu untuk memperbaiki hidup.

Enggak banyak doa dan harapan. Hanya ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ingin lebih sukses dari jalan yang dipilih. Ingin lebih banyak menghargai semua yang telah diberikan dari hal kecil dan besar, dan menemukan jodoh yang terbaik.

Selalu bisa mendoakan orangtua, keluarga, serta orang-orang yang lainnya dan jadi yang mereka banggakan.

Amin.. amin.. ya Rabbalalamin.

Terima kasih atas semua doa-doa pada hari ini..

Alhamdulillahi rabbil alamin…

😀 <— Senyum Bahagia.

_dyazafryan_

Memeluk Malam dengan Bahagia (Musikalisasi Puisi)

Memeluk MAlam dengan Bahagia

“Lihat, kita masih bisa saling memeluk bahagia, Meski terkadang ragu menyelimut asa.”

Malam ini terlalu pekat, dan hujan datang mengendap-endap menyambut sepi dalam waktu.

Ia lalu menari-nari dalam heningnya sanubari,

Mencipta jarak yang telah lama mati.

 

Pada satu genggaman jemari yang saling menarik,

Namaku dan namamu menjadi bait puisi-puisi sepi.

Melantunkan irama kesendirian, dan memenjarakan kebersamaan.

 

Dan Sepi kini diam, tak berkata apa-apa, seperti biasa.

Hingga kudengar lantunan nada nada suaramu mengalun

Dengan sekelumit rindu yang kau ucapkan.

Pelan.

Terucap pelan pada bibirmu yang kering.

Menggema mesra di balik gendang telinga.

 

Tiap kata tanpa bingkai merayu denyut nadi ini berdetak untukmu

Menggaris pelangi pada lengkungan senyum dibibir kita berdua.

Lihat, kita masih bisa saling memeluk bahagia,

Meski terkadang ragu menyelimut asa.

 

Berat, dalam napas yang berat

Kita berdua berusaha keras menepis ragu.

Biar kita berdua belajar bahagia dari ragu

Yang pergi perlahan.

 

Puisi karya dyaz afryan dan Gisti Riza Adistie

Segenggam Rindu yang Berpulang

Tersenyumlah, kasih.

Aku kini berada di sampingmu

Duduk manis dan tersipu malu

Melukis senyumkusendiri pada wajah yang telah memerah.

Ah, tatapan matamu tak berubah,

Selalu menyejukkan,

Bahkan kini mampu menenangkan.

Tertawalah, cinta.

Aku membawa sejuta rindu dari kotaku,

Rindu yang kini akhirnya pulang, kepadamu.

Rindu yang ingin kutitipkan pada genggaman yang menghangatkan.

Erat..

Semakin erat, tak ingik kulepas.

Lembut,

Dan lalu aku menyandarkan kepalaku dibahumu.

Ini janjiku untuk pulang dan membawa ruang hatimu dalam setiap perjalanan.

Jangan pernah takut,

Aku menggenggam seluruh rindu yang telah utuh untukmu.

: Ada genggaman yang tak ingin kulepas saat rindu akhirnya mampu kuraih. Bahagia itu bersamamu :

_dyazafryan_

Yang menarik Menurutmu??

Karena terinspirasi dari salah satu bab di novel “hatimu” nya Salsa Oktifa, yang mana Aiga menceritakan sosok wanita yang sangat menarik dimatanya. Yang mana juga kebetulan mirip dengan apa yang saya pikirkan.

Mungkin juga kalian punya sosok wanita atau pria yang jadi idaman kalian. Ha..ha..ha, pastinya. Entah itu mulai dari sifatnya, fisiknya, ataupun Hal-hal yang lainnya.

Kali ini pun, dalam postingan yang singkat ini, aku pengen kasih beberapa poin, sosok wanita yang sangat menarik dimataku. check this out 😀

Pertama.  Dia, wanita yang menyukai membaca buku, suka menulis, dan menyukai dunia foto dalam bentuk apa saja, atau salah satu dari ketiganya. Entah kenapa, jika memiliki sebuah hobi yang sama, sepertinya tampak menyenangkan. Saling memberi masukan, mengkritik dan sebagainya.

Kedua. Dia, wanita yang punya selera humor, yang mampu tertawa lepas tanpa ada tekanan. Karena tertawa bersama akan sangat menyenangkan.

Ketiga. Dia, wanita yang punya waktu untuk dunianya sendiri. Hanyut dalam hobinya sendiri dan menghabiskan waktu untuk hobinya. Yang juga tak pernah takut meski tanpa orang lain. Dalam sisi lain, tak melupakan sekitarnya.

Mungkin itu aja, enggak banyak. Ha..Ha..Ha.. Semuanya berdasarkan apa ya, menurutku itu berdasarkan kebiasaan kali ya. Fisik?? ya kalo fisik sih, enggak terlalu mikirin. Itu urusan yang keberapa deh. Kalaupun ada yang menarik, aku lebih tertarik pada wanita manis berkulit kuning langsat mungkin juga cokelat.

Tapi mungkin kadang enggak selalu yang kita harapkan yang kita dapat. Mungkin dengan saling menerima satu sama lain, semuanya pasti akan menyenangkan. Tapi juga enggak ada salahnya ya kan, memiliki sosok wanita atau pria yang menarik dimata kita.

So, dimata dan hatimu, bagaimanakah sosok pasangan yang menarik untuk kamu?? 😀

_dyazafryan_