Senja dan 2 Cangkir Teh Manis ( Musikalisasi Puisi )

Senja dan 2 cangkir teh manis

“Dalam tegukan terakhir, cerita yang indah selalu tertulis. Dihadapan senja yang terlukis, manis.”

 

——–

Kita duduk bersama, menatap jingga yang memerah.

Mensenjakan hati yang kita lukis lewat kata-kata

Angin kecil menerbangkan rambutmu,

Sementara aku memandang bibirmu yang sedang tersenyum pada dunia.

Kau menghirup hangat udara senja dan aku masih terpaku.

Kita, menikmati bisunya waktu yang terus berjalan maju tanpa ragu.

Kenapa aku begitu bahagia, ketika aku dan kamu menyesap pelan teh manis dalam cangkir putih itu.

Karena aku masih bisa memiliki semua tentangmu. Rasa, cinta, dan rindu.

Lalu kamu mulai bercerita tentang hari-harimu. Tentang puisi-puisi yang kau tulis dalam diari mungilmu.

Semua tampak sederhana dalam tawa kecil yang melenyapkan bisu.

Membiarkan senja yang merah berganti gelap.

Dalam tegukan terakhir, cerita yang indah selalu tertulis. Dihadapan senja yang terlukis, manis.

Puisi Karya Dyaz Afryan