Mengeja Rindu (Musikalisasi Puisi)

Mengeja Rindu

“Seharusnya tak perlu lagi kita aliri napas dengan kecurigaan atau membumbui pagi dengan kecemburuan”

Ingin kusimpan dirimu dalam tidurku yang sekejap
Sebab disanalah aku bisa merengkuh jemarimu
Tanpa perlu mengeja banyaknya angka yg menjadi jeda antara kedua pelipis kita.

Kau tahu, malam adalah waktu terbaikku untuk hanyut dalam pelukmu. Dalam mimpi yang tak terbatas, kita mampu merekatkan ribuan langkah yang terpisah.

Seharusnya tak perlu lagi kita aliri nafas dengan kecurigaan
Atau membumbui pagi dengan kecemburuan
Karena jarak tak perlu kita salahkan
Tak ada yang salah dengan ribuan kilometer itu.

Mari pertanyakan jarak antara hati kita
Jika hati menjauh, maka hari tak akan lagi jadi hari
Kelam akan semakin pekat
Lantas kecemasan semakin menjadi-jadi diudara
Rindu-rindu kemudian terbang tanpa arah, menjadikan napas-napas kering berbuah ragu.

Pada akhirnya
Dalam mata yang lelah aku ingin kau mampu untuk menggenggam jari-jari yang ingin mati
Menyembuhkan luka-luka yang tak terucapkan
Lalu mendekapku erat hingga matahari berubah hitam
dan menghilang dalam senyum yang telah abadi.

Puisi Kolaborasi Dyaz Afryan dan Masya Ruhulessin.

_dyazafryan_