Napas Rindu


Entah ini yang keberapa kali aku menyempatkan rindu ini keluar dari singgasananya.
Mencoba untuk menemukan kemana ia ingin berada.

Rinduku berselimut asa yang patah.
Bernyawa namun tak merasakan indahnya cinta.
Hati yang rapuh, dibalik gelak tawa yang bahagia.

Aku mencoba menyapamu, lewat kata kata yang  membentuk barisan penuh makna.
Setiap lekuk huruf nya menyimpan rindu yang diam-diam bernapas untukmu.

Kenapa kau biarkan matamu tertutup ragu?
Sementara bibirku masih saja ingin berbicara rindu.
Masih ingin menikmati setiap tetes rintik hujan yang turun lewat daun-daun di taman depan rumahmu.

Aku tersesat dalam labirin berdinding rapuh tanpa cahaya, sendiri. Sementara aku ingin bahagia bersamamu.

Adakah rindumu akan kembali?
Adakah jejak-jejak yang hilang dapat tertulis kembali?

Dalam jutaan menit yang telah berlalu,
Yang aku butuh hanya beberapa detik untuk menyerukan sesuatu.

Bahwa dalam jarak yang tak terhitung, masih ada satu lembar rindu yang tertinggal, dihatiku. Untukmu dan selalu untukmu.

_dyazafryan_

9 thoughts on “Napas Rindu

  1. Saya tantang kakak untuk membuat tulisan apapun itu mau puisi juga boleh. TAMPA KATA RINDU !!!! RINDU TAMPA KATA RINDU atau pun yang mendekati kata rindu.. kita lihat seberapa galau ka dyaz .. #katawa jahat # serius ..

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s