Detik Melepasmu


Kita diam.

Mungkin kita saling bertanya dalam hati.

Masihkah kita saling mencinta?

Ketika angin semilir membelai lembut setiap helai rambutmu

atau berbisik kecil ditelingamu

“Kamu harus pergi”

Jarak kembali tercipta

pada langkah yang telah lama bersama.

Ini titik terendahku.

Aku membeku, dalam dinginnya rasa yang hampa.

Aku membisu, diantara bisik-bisik keindahan yang mulai menghilang.

Kita kembali diam,

Lalu kau pergi.

_dyazafryan_

15 thoughts on “Detik Melepasmu

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s