Kita Untuk Selamanya..


“Kebersamaan itu akan selalu ada, meski mata tak saling bertatap mata.”

—-

“Aku berangkat dulu ya brothers.” Ucap Haikal sembari memeluk ketiga orang sahabatnya di depan pintu masuk keberangkatan bandara. “Jangan nangis dong.” Haikal menggoda salah seorang sahabatnya Aji.

“Aku nggak nangis kok.” ucap Aji.

“Hati-hati ya Kal, kuliah yang bener ya diJogja. Jangan pacaran aja.” Dodon memberikan wejangan pada Haikal dan kemudian tertawa.

Haikal mengangkat jempolnya. “Ok” ucap Haikal yang beranjak pergi meninggalkan ketiga sahabatnya.

***

Haikal, Aji, Dodon dan Endi. Bisa dikatakan sahabat yang sudah menjadi keluarga. Berteman sejak SMP sampai mereka sekarang mulai menempuh bangku kuliah. Meski ketika SMA Dodon dan Endi tak satu SMA dengan Haikal dan AJi, tapi mereka selalu bersama. Kini Haikal mengejar mimpinya di Jogja dan meninggalkan ketiga sahabatnya untuk menempuh kuliah perfilmannya di ISI. Semua tak menjadi masalah ketika hati mereka masih menyatu sebagai saudara tak sekedar sahabat semata.

Haikal cowok yang sedikit serampangan, berani dan emosional , meski sedikit takut jika bertemu kucing. Dia tak pernah menceritakan alasannya pada sahabat-sahabatnya.  Aji, cowok kurus yang romantis dan  sangat perasa, menjadi tujuan sahabatnya untuk menaklukan hati wanita. Dodon, cowok berkacamata berambut mohawk yang gokil dan humoris namun menjadi bahan utama cacian sahabat-sahabatnya. Endi, tipe cowok pendiam, dianggap seorang yang bijak oleh sahabat-sahabatnya karena pintar, selalu bisa menenangkan sahabatnya.

Kadang mereka berpikir kenapa Tuhan bisa mempertemukan mereka dan menjadi sahabat yang sangat akrab.  Sejak  dipilih menjadi satu kelompok dalam tugas fisika sewaktu kelas 2 SMP, mereka kini menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.  Seperti hidup, semua tak selalu yang indah, bahkan persahabatan ini tak selalu indah.

Bagaimana persahabatan mereka diuji ketika adanya kesalahpahaman yang terjadi antara Aji dan Haikal.  Aji dituduh mendekati pacar Haikal ketika hubungan Haikal dan pacarnya sedang dalam masalah. Haikal yang selalu curhat pada Aji pun mencoba memberikan masukan. Seperti Haikal, pacarnyapun selalu curhat mengenai Haikal pada Aji. Entah ada kabar apa yang menyebutkan bahwa Aji dekat dengan Shelly pacar Haikal, membuat emosi Haikal. Haikal yang terlalu emosi dan tak dapat berpikir tenang justru membuat keadaan menjadi kacau.

“Brak!!” Satu pukulan melesat jatuh di wajah Aji, ketika Haikal mendapati Aji sedang bersama Shelly.

Pertengkaran pun terjadi. Aji yang merasa tak seperti dalam tuduhan Haikal dan berita yang dia dapat menjelaskan semuanya. Dodon dan Endi pun ikut campur tangan menyelesaikan masalah tersebut. Dengan penjelasan yang matang akhirnya masalah kesalapahaman itu selesai. Aji hanya menjadi perantara untuk tempat cerita mereka. Meski aji belum menjelaskan tentang masalah itu pada Haikal.

***

4 tahun sudah Aji, Dodon dan Endi berpisah dengan Haikal. Seperti yang diduga Endi berhasil menyelesaikan Kuliah Akuntansinya mendahului sahabat-sahabatnya.

“Aku wisuda nih.” Dengan bangganya Endi memperlihatkan toganya pada sahabat-sahabatnya saat acara wisuda. Bahkan Haikal meluangkan waktunya untuk kembali ke Palembang untuk menhadiri acaranya.

“Hebat kamu En. Nggak salah deh, kamu selalu ngajarin kita. Kamu wisuda duluan. Kamu menang taruhan deh.” Dodon tertawa.

“Kita foto dulu yuk, kapan lagi nih.” Ajak Aji dan merangkul sahabatnya.

***

“Aku berangkat ya Ji, Don.” Ucap Endi yang menaruh tasnya kelantai dan memeluk kedua sahabatnya didepan pintu masuk bandara.

“Wah kamu lebih jauh dari Haikal nih ke Australia.” kata Dodon yang melepaskan pelukannya. “Dari dulu aku salut deh sama kamu En, sekarang justru kamu dapet beasiswa nerusin kuliah kamu disana.”

“Iah, demi mimpi Don. Eh, Kamu jangan nangis dong Ji.” Endi menggoda Aji dan memeluknya. Aji kini tidak bisa menahan tangisannya. Diapun menangis.

“Kamu semangat kuliahnya, masa belum selesai-selesai. Mau jadi penjaga kampus ya.” Endi dan Dodon tertawa.

“Iya, tunggu aja kabarnya ya. jangan nggak pulang kalo aku wisuda,” paksa Aji.

“Tenang kita sahabat. walaupun jauh, hati kita masih tetep bersama kok.” Endi kemudian meninggalkan kedua sahabatnya dan masuk. Aji dan Dodon melihat punggung Endi yang semakin jauh, dan melambai pada mereka.

“Tinggal kita berdua Don disini. Kamu mau pergi juga ya nanti?” Tanya Aji.

“Iya Ji, nanti aku bakal pergi.”

Aji menoleh pada Dodon. “Mau kemana kamu?

“Kehatimu.” Dodon tertawa dan berlari meninggalkan Aji.

“Setan kamu Don.”

***

Sampai waktu yang lama, mereka berempat masih selalu berkomunikasi. Meski dalam jarak yang tak sama lagi, namun persahabatan yang mereka jalani selalu dekat. Aji dan Dodon akhirnya menamatkan kuliahnya. Meski Endi tak dapat menghadiri wisuda Aji dan Dodon,  tetap bisa mendengar kebahagiaan sahabatnya bisa menyelesaikan kuliah adalah suatu berita yang menyenangkan.

 

Cerita untuk #14DaysofInspirations #IWritetoInspired Tema: Persahabatan

dan untuk mereka yang selalu ingin mempertahankan persahabatannya.

11 thoughts on “Kita Untuk Selamanya..

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s