Pejuang Mimpi


Aku telah terbangun sebelum sinar matahari menyelip masuk kekamarku. Bahkan aku telah terbangun sebelum ayam-ayam dirumahku berkokok. Menyiapkan dan memeriksa kembali semua peralatan sekolahku. Yap, tak ada yang tertinggal.

Dengan semangat membara aku berpamitan dengan orang tuaku, dengan ayah ibuku. Aku mengayuh sepedaku menuju sekolahku bersamaan dengan ayahku yang akan bekerja untuk mencari para penumpang pagi ini. Aku mengayuh sepedaku dengan santai.

Aku memang orang yang sederhana dan cukup. Sepeda inilah yang menemaniku bersekolah selama hampir 3 tahun ini. Jarak sekolah yang tak terlalu jauh dan tinggal di pinggiran salah satu kota terbesar di Sumatera. Aku sangat bersyukur dapat bersekolah disalah satu SMK negeri dan memilih jurusan yang menjadi impianku sejak dulu, Tata Boga. Impianku untuk menjadi chef yang terkenal dan punya segudang resep-resep menarik selalu membuat semangatku untuk meraih mimpiku terus berjalan. Tak peduli bagaimana kondisiku dan latar belakangku, aku hanya peduli pada apa yang aku sedari dulu impikan. Terlebih impianku untuk membahagiakan orang tuaku.

“Pagi Pak Udin.” Sapaku pada pak Udin, Satpam sekolah kami saat aku mendekati pagar sekolah. ” Pagi Rezka.” balasnya. Seperti biasanya aku menitipkan sepedaku di pos jaga pak Udin dan berlalu menuju kelas. Entah kenapa aku selalu semangat untuk mewujudkan impianku. Meski bukan orang yang dianggap sangat pintar, tapi aku termasuk orang yang cepat tanggap dan mudah mengerti apa yang diucapkan guru dan juga sedikit usil.

Jam pertama hari ini di isi oleh Pak Gede, salah satu guru favorit di jurusan Tata boga. Hari ini beliau akan memberikan ilmu tentang fruit carving atau dengan kata lain sebuah seni mengukir buah menjadi suatu bentuk. Mungkin mimpi semua anak dikelas ini sama, untuk menjadi Chef yang handal. Tapi aku punya jalan sendiri untuk menggapai mimpi itu, Kerja keras.  Aku tak akan biarkan mimpi ini hanya sekedar mimpi.

Semangka adalah media yang kupilih. Aku mengukir sebuah semangka ini menjadi betuk bunga mawar. Aku ukir kelopak demi kelopak dibagian atas semangka.

“Ka, cepet amat lo buatnya.” Fikri mengaggetkanku. “Aku bingung nih mau buat apa?”

“Yaelah, cepet nanti kena marah pak Gede loh.” ucapku. “Katanya mau jadi Pengukir buah terkenal, tapi kok males gitu. Inget impian kita buat jadi chef terbaik.” Aku menyemangati Fikri yang mulai lelah berpikir.

“Aku salut deh sama lo, nggak ada matinya.”

“Harus gitu dong Fik. Jangan pernah lelah untuk menggapai mimpi. Jangan biarkan mimpi kita itu hanya berada di angan-angan. Harus kita wujudkan tanpa pantang menyerah, tanpa berkeluh kesah. Kita terkadang lelah, tapi jangan pernah berhenti. Jangan sampai mimpi itu direbut oleh orang lain.” Panjang lebar aku menasihati Fikri.

I see, i see. Aku udah denger kok kamu berulang kali ngomong gitu.” Fikri mengangguk yakin.

“ayo masih ada waktu nih, semangat yok. Entar aku bantuin.”

Fikri terlihat menjadi semangat. Dia mengangkat pisau kecil keatas seperti menyerukan tanda semangat. Menggerakkan jarinya ke bagian semangka.

“Eh, Fik.” panggilku.

“Iya kenapa Ka.”

“Itu semangka ku, yang punya lo itu tuh, yang belum diukir sama sekali.”

 

Cerita untuk #14DaysofInspirations dan #IWritetoInspire Tema : Mimpi

24 thoughts on “Pejuang Mimpi

  1. akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasanya *sampe apal kalo buka blog mas dyaz* -.-”

    itu rezka untuk anak smk pikirannya dewasa banget yaa ttg mimpi.. jadi, inget zaman smk ku, masih cengengesan -.-” duh!

  2. selama ini mimpi selalu di angan2, gak pernah kesampaian. tapi kalo tercapai, jadi kenyataan, itu bukan dari mimpi, tapi capaian yg disemangati oleh mimpi2. mimpi tetep aja berada di alam bawah sadar. entah kapan akan keluarnya

    • karena mimpi itu lah yang selalu akan membuat kita terus berjuang,, agar apa yang kita impikan bisa jadi kenyataan. kalo mimpi aja nggak ada, kita mau perjuangin apa..😀
      hihih makasih mas komennya😀

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s