Dibalik Sebuah Kesabaran


Goll!!!

“Berapa skornys bro??” Tanya Bayu pada Hendra yang berada di luar lapangan futsal.

” 4-3 yu, Kita unggul.” Ucap Hendra dengan napas yang terengah-engah.

“Gantian dong, masa lo terus main.”

“Ya udah, gue juga udah capek nih.” Hendra kemudian memberi tanda pada wasit untuk melakukan pergantian pemain. Hendra dengan segera keluar ketika Bayu terlebih dahulu telah berada di dalam lapangan.

Hendra yang sangat lelah kemudian segera menyambar minuman yang ada ditasnya. Tanpa ampun dia meneguk habis air dalam botol tersebut.

“Bro, jangan lo abisin tuh minum.” Suara Bayu yang tiba-tiba terdengar, mengagetkan Hendra. Air yang sedang berada didalam mulutnya sontak keluar.

“Lo ngaggetin aja yu.” Hendra tampak kesal. “Belum lima menit juga lo main yu, udah ngurusin minum aja.” Bayu hanya tersenyum lebar kemudian kembali fokus bermain. Hendra hanya bisa diam melihat kelakuan sahabatnya itu.

15 menit berselang akhirnya pertandingan berakhir. Tim futsal Bayu dan hendra harus mengakui kehebatan lawannya. Pertandingan berakhir denga skor 8-6.

“Wah kita kalah Hen,” Kata Bayu dengan santainya.

“Iah, tapi nggak apa-apalah. Yang penting kita udah nyoba.” Bayu mengangguk dengan pasti mendengar ucapan Hendra.
“Ayo pulang.” ajak hendra yang kemudian berdiri dan berjalan menuju parkiran motor. Bayu yang sedang sibuk memasukan sepatunya kedalam tas, segera beranjak menyusul Hendra.

***

Hendra masih sibuk berada di depan komputer kantornya. Rasa bosan sudah merasuki pikirannya. Namun Hendra kemudian mengembangkan senyumnya ketika melihat jam ditangan. Sudah pukul 16:50, 10 menit lagi waktunya pulang dan meningalkan semua pekerjaan yang melelahkan.

Bip.bip

Suara BBM mengalihkan pandangan hendra yang semula menuju ke jam tangannya.

“Bro, entar malem gue tunggu di Gunz Cafe ya. “

Hendra yang sedang lelah hanya menjawan pendek BBM daru Bayu.

“Ok”
Hendra memasukan handphonya ke kantong celana dan bergegas membereskan semua pekerjaannya.

***

Bayu yang selalu tepat waktu, sudah berada di Gunz Cafe sebelum jam 7. Bayu memalingkan mata ke seluruh penjuru cafe. Dia belum melihat sosok Hendra hadir disana. Bayu kemudian duduk tak jauh dari area musik, tempat yang strategis untuk dapat menonton live band.

10 menit berselang hendra juga belum datang. Bayu kemudian mengambil handphoneya dan menelepon Hendra. Hendra tampak menjawab panggilan Bayu.

“Bro, Lo dimana?”

“Gue dibelakang Lo.” Bayu segera membalikan badannya dan mendapati Hendra memang ada dibelakangnya.

“Wah lo, lama banget.” ucap Bayu singkat. Hendra kemudian duduk tepat disamping Bayu dan juga mengarah ke live band.

Mengeluarkan bungkus rokok, mengambil satu batang rokok dan menyulutkan api ke rokoknya. Mereka tampak berbincang-bincang dan tertawa.

“Yu, gimana udah dapet cewek baru belum?” tanya hendra dengan sedikit mengejek.

“Lo nanya gue, apa kabar lo. Masih mending Gue 3 bulan, Lah lo 1 tahun lebih.” Bayu tertawa lebar. ” Tapi jujur nih, Gue capek jomblo. Tiap malem minggu sama Lo.”

“Yah, sabar aja yu. Semua ada waktunya.”

“Lo kok bisa sesabar itu, tahan banget bro. Nggak mau nyari lo?” Tanya Bayu penasaran.

“Gini Yu , bukan gue nggak mau nyari. Tapi gue lebih kepada memperbaiki dan memantaskan diri. Kita nih harus sabar menanti dan mencari jodoh kita.” Bayu mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan Hendra.

” Yang kita butuhin sekarang hanya sabar. Tuhan itu tau yang terbaik buat kita. Selama kita menunggu, yah kita perbaiki diri kita menjadi lebih baik. Pasti tuhan juga meberikan yang pantas buat kita. ”

“jadi gue harus sabar dan menunggu nih?” Bayu kembali bertanya.

“Yah nggak juga harus menunggu, tapi juga mencari. Tapi inget harus sabar. Kalau belum dapet ya jangan risau dan berkecil hati. Dibalik kesabaran dan kerja keras, Tuhan akan memberi hasil yang terbaik buat kita, termasuk jodoh.”  Hendra kembali mengungkapkan pendapatnya pada Bayu. Bayu hanya diam.

Bayu menghela napas panjang. “Lo bener bro, gue sadar, kalo gue itu nggak sabaran.” Hendra mendengarkan perkataan Bayu.

” Gue harusnya memperbaiki diri. Terus gue juga harus memantapkan diri agar mendapat jodoh seperti yang gue inginin.”

Bayu yang sadar lalu menepuk-nepuk pundak Hendra, sementara Hendra hanya tersenyum dan mengankat jempolnya tanda setuju.

“Terima kasih bro atas masukannya, Lo emang sahabat baik gue.” Bayu tanpa sadar mengenggam tangan hendra. Hendra yang terkejut melirik tajam pada Bayu.

“Eh, lepasin tangan lo yu. Emang Gue cowok apaan.” Bayu yang tersadar dengan cepat melepaskan. Lalu mereka tertawa bersama.

Sebuah cerita untuk #14DaysofInspiration #IWriteToInspire. Tema : Kesabaran

48 thoughts on “Dibalik Sebuah Kesabaran

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s