Kopi Hitam dan Keajaiban.


“Baby you know that, maybe it’s time for miracle” – Adam Lambert (Time for Miracle)

Secangkir Kopi Hitam menemani pagi yang telah bertukar menjadi siang.  Masih ada Sekitar setengah cangkir lagi sebelum aku menyeruputnya untuk terkahir, menyisakan ampas hitam yang mungkin tak berguna lagi. Kebiasaan lama yang kini hadir lagi, kopi hitamku.

Apa yang kau tinggalkan pada suatu waktu, mungkin saja bisa kembali lagi disaat nanti. Ketika Kopi hitam tergantikan oleh manisnya teh hangat. Pada saatnya nanti kopi hitam bisa kembali mencuri hati. Kopi hitam kesendirian. Kopi hitam yang dulu menemani untuk bicara tentang manisnya teh hangat. Dan sekarang mereka menemani saat kesendirianku, Kopi hitam Saat pagi dan Manisnya teh hangat saat sore.

Semuanya bisa terjadi dan keajaiban itu ada. Keajaiban itu ada ketika kamu percaya.

Dan tentang kamu. Keajaiban terkecil itu adalah ketika aku melihat kau tersenyum. tersenyum meski dalam bentuk tulisan dan ikut membayangkan kau tersenyum.

tentang rasa hari ini, pada saat rasa panas hilang oleh hujan yang turun secara tiba-tiba.

_dyazafryan_

17 thoughts on “Kopi Hitam dan Keajaiban.

  1. Perasaan diganti dengan perasaan yang lain dan kebahagiaan yang lain pula, jika demikian segala sesuatu yang masih berganti maka itu bukan suatu akhir … bisa jadi memang akhir itu adalah awal, atau mungkin setelah pergi lalu kembali lagi hanya untuk mengawali sesuatu dengan yang lebih baik, lebih indah ….🙂

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s