Senyum Sang Hujan

 

Basah..

Hujan kala itu tak memberi arti lebih. Dia meghujam deras ketubuhku tanpa ampun.

Sendiri..

Hujan saat itu turun dengan berkubik-kubik kenangan masa lalu. Dia hanya menyentuh lalu hilang.

 

Kini aku menunggu cinta. Menunggu cintanya yang utuh bergandengan mesra dengan rasa yang telah keluar untuk menjemput.

Aku bertahan.

Di tepian jalan saat hujan turun perlahan.

Aku tak ingin air yang jatuh itu menyentuh, kemudian menyergap dengan cepat dan menjatuhkan.

 

Akhirnya cinta berkata indah.

Kala aku bisa meraih tangan sang dewi, bergandengan beriringan.

Membawa ku pergi jauh dari sebuah keterasingan.

 

Berdua.

Sejuk.

Indah.

Pada saat setengah hujan membawa sebuah arti baru.

Saat aku merasakan senyum sang hujan menyentuh tubuhku, saat pelukan hangat hadir membawa rasa nyaman.

 

*dari seseorang untuk seseorang, ketika waktu akhirnya menyatukan 2 rasa yang saling mencintai.

_dyazafryan_