Dan Akhirnya…

Kesendirian membawaku pada sebuah pembelajaran kecil. Pembelajaran yang harusnya telah aku ketahui sejak dulu.

Cinta tak harus tergesa-gesa untuk kembali, atau mungkin tak perlu kembali.

Cinta juga  tak harus terburu-buru untuk mencari pelabuhan baru, tapi harus menemukan.

 

Masa lalu sering saja teringat dikepala yang sudah bosan untuk memikirkannya. Saat kamu kembali, kamu hanya akan membuka ruang gelap yang kini perlahan menutup. Terkadang aku terhanyut dalam kisah-kisah lama, tanpa sadar terbawa dalam cerita dahulu. Kemudian kamu tiba-tiba pergi, berlalu begitu saja. Meninggalkan beberapa cerita tentangmu dan kembali bahagia sendiri tanpaku.

Seharusnya aku tak menyesal,

seharusnya aku bersyukur atas apa yang telah terjadi.

Aku pria baik, yang terus mencoba meningkatkan kualitas diri dan kepantasan. Karena pria baik akan mendapatkan wanita yang baik pula.

dan kamu…. kamu.. terjebak pada sesuatu yang menurutku tak bisa kamu lepaskan. Aku tau sebagian kisah hidupmu karena aku adalah seseorang yang selalu mendengar ceritamu, tanpa kamu tau bagaimana perasaanku ketika kamu bercerita.

Kamu menggengam sesuatu yang menyakitkan bagimu, tanpa kau berpikir untuk melepaskan genggaman itu. Aku tak tau apa yang kamu pikirkan tentang itu. Yang aku yakinin, kamu telah membuat pria-pria baik diluar sana menjauh darimu.  Dan kamu seperti menjadi wanita yang tak baik ketika kamu masih bisa bertahan pada pria yang juga tak baik.

Aku sadar tak semua yang dinilai baik itu selalu baik bahkan sebaliknya, yang kelihatannya tidak baik, tak selamanya juga tidak baik.

Hai, wanita ku terdahulu. Bahagialah kamu dengan apa yang kamu pilih.  Tertawalah pada kehidupanmu, dan menangislah juga pada kehidupanmu sendiri.

Dan aku akan jauh lebih bahagia… 🙂

_dyazafryan_