Pesan Terakhir


Ia pergi dengan gayanya yang apa adanya. Jaket kanvasnya ia simpan di belakang motornya, tidak ia pakai, hanya ia simpan begitu saja. Tangannya memegang kunci motor yang siap membawanya pergi ke mana pun. Dicky bergegas dengan cepat menancapkan kunci kedalam stop kontak motornya lalu menstarternya. Helm fullface hitamnya dipasangkan ke kepalanya dan menarik gas motornya dengan kencang.
***
15 menit sebelumnya.
Tak ada jadwal kuliah, tak ada planning untuk pergi hari ini, pukul 9 pagi dicky sudah bangun dan stay di depan laptopnya. Dicky melihat foto-foto sunset yang diambilnya kemarin sore dari atas rumahnya sembari mendengarkan lagu-lagu yang dia suka.
Bip.Bip
Suara tanda pesan masuk ke handphone dicky.
From : Nadia
Ky,aku butuh kamu sekarang.
Tanpa basa-basi Dicky kemudian meninggalkan pekerjaannya, mengambil jaket dan kunci motornya.
***
Motor Dicky melaju dengan cepat, sekitat 15 menit Dicky sudah sampai didepan rumah Nadia. Dicky kemudian memarkirkan motornya didepan gerbang rumah Nadia dan segera masuk. Sayup -sayup suara terdengar ditelinga Dicky ketika dia berjalan kearah pintu rumah Nadia dan suara itu terdengar jelas ketika Dicky hendak menekan bel rumah Nadia. Namun Dicky berhenti sejenak untuk menekan bel rumah dan mendengarkan. Keributan itu terjadi lagi. 3 bulan belakangan ini keributan itu sering terjadi atara mama dan papa Nadia. Perselingkuhan papa Nadia yang terbongkar membuat mereka sering ribut,terlebih sekarang dalam masa perceraian mereka. Nadia adalah anak satu-satunya mereka dan Nadia menjadi korban dari pertengkaran mereka.
Ting tong.
Dicky kemudian menekan bel rumah Nadia. Keributan itu berhenti. Mama Nadia membukakan pintu.
“eh Dicky, ada apa ya?” sapa mama Nadia
“Nadia ada tante?” Tanya Dicky
“Kayaknya ada dilantai dua, naik aja keatas ky”
“oke tante, makasih ya” ucap dicky.
Papa Nadia kemudian bergegas mengambil tas kerjanya dan pergi. “Pagi ky” sapa papa Nadia dan tersenyum. “pagi om” dicky menjawab sapanya.
“Om pergi dulu ya, jagain Nadia diatas ya”.
“Oke om” jawab dicky. Papa dicky kemudian keluar rumah sementara Dicky bergegas ke lantai 2 menuju kamar Nadia.
Nadia dan Dicky sudah berteman sejak kelas 1 SMA. Mereka adalah sahabat baik, seperti kakak adik. Orang tua nadia sangat kenal Dicky dan sangat akrab dengan Dicky. Dicky adalah orang yang paling bisa mengerti Nadia, mendengarkan, dan menenangkannya.
Tok.tok..
Dicky mengetuk pintu kamar nadia.
Tak ada respon, lalu Dicky memanggil nadia.
Nad.. Nadia.
Suara tangis yang terdengar, memaksa Dicky membuka pintu kamar nadia yang tak terkunci.
Nadia sedang duduk lemah diatas lantai kamarnya, bersandar pada tempat tidurnya. Nadia menangis.
“Nad, kamu kenapa?” Dicky berlari menghampiri Nadia.
Nadia masih menangis.
“Nadia”. Dicky mengucapkan nama Nadia.
“Aku capek ky, dengan keadaan kayak ini..aku capek” ucap nadia dengan tangis. “Aku nggak mau liat mereka ribut lagi”.
“Sabar ya nad, tenang. Semuanya pasti ada penyelesaiannya. Kamu harus kuat”. Dicky berusaha menenangkan Nadia.
Nadia kemudian memeluk Dicky. “Ky, aku putus sama Ryan.” Nadia kemudian menangis lagi.
“kok bisa Nad?”
“Dia selingkuh, aku kemarin liat dia jalan sama cewek lain. Dan semalem dia mutusin aku, dia milih cewek tu ky”.
Dicky kemudian membalas pelukan Nadia.
Ada aku Nadia. Aku orang yang selalu menyayangi kamu nad. Andai kamu tau nadia. Dicky berbicara dalam hati.
“yawdah, jangan dipikirin masalah itu, aku pernah bilang kan ryan itu cowok nggak bener”. ucap Dicky.
“maafin aku dicky” kata Nadia sembari menguatkan pelukannya.
***
2 minggu berlalu. Keributan orang tua Nadia sering terjadi bahkan semakin parah. Perceraian mereka masih terus berjalan. Perceraian adalah jalan yang tidak Nadia inginkan. Nadia ingin mereka bisa damai, Nadia ingin agar papanya bisa sadar dengan apa yang telah dilakukan. Tapi Nadia tak bisa berbuat banyak. Dia hanya bisa menangis ketika melihat kedua orang tuanya bertengkar.
Nadia hari ini izin pulang cepat dari kuliahnya karena kondisi badannya yang tidak sehat. Nadia sampai dirumah, dan lagi-lagi dia harus menguatkan hatinya ketika pulang kerumah. Keributan dia dengar kembali. Lalu Nadia membuka pintu rumahnya dan mendapati papanya memukul mamanya. Nadia terdiam, buku-buku yang digenggamnya terjatuh. Nadia menangis. Papa dan mama nadia terkejut. Pertengkaran mereka berhenti. Nadia kemudian berlari menaiki tangga menuju kamarnya.
“Nad, Nadia” Panggil mama nadia dengan suara lantang.Papa dan mama Nadia menyusul nadia ke lantai 2.
“Nad..buka pintunya nad” Papa Nadia memanggil Nadia diikuti panggilan mamanya. “maafin kami nadia.
Suasana hening sejenak..
“Nadia” Papa dan mama Nadia memanggilnya kembali.
Nadia lalu berjalan mendekati pintu kamarnya.
“AKU BENCI MAMA SAMA PAPA!!!” ucap Nadia dengan keras. Papa mamanya mendengar jelas suara nadia. ” Aku capek liat kalian ribut, aku capek. Aku pengen mama sama papa baikan. Aku pengen mama papa sadar sama salahnya masing-masing. Aku cuma pengen Kalian baikan.”
“maafin kami nad, mama sama papa janji nggak akan ribut lagi” Kata mama nadia pelan.
Tak ada jawaban..
“Kita biarin aja Nadia tenang, nanti kita balik lagi” ucap papa nadia.
***
waktu menunjukan pukul 20:16.
Dicky memacu motronya dengan kencang menuju rumah Nadia. Tak sampai 10 menit, Dicky sudah berada disana. Keadaan sangat sunyi sebelum dicky menekan bel rumah Nadia. Mama dan Papa nadia sedang berada diruang tamu. Mama nadia kemudian membukakan pintu rumah.
“Dicky, malem-malem datang ada apa”? Tanya mama Nadia.
“Nadia ada tante?ucap Dicky dengan nafas terengah-engah.
“Kayaknya ada dikamarnya, dari tadi siang belom keluar kamar” jawab mama nadia.
“Dicky permisi keatas tante”. Dicky kemudian berlari menuju kamar Nadia.
Serentak papa dan mama nadia terkejut dan menyusul Dicky kelantai 2.
Tok.tok.
“Nad..nad. Nadia”.Dicky mengetuk pintu kamar Nadia dan memanggil Nadia dengan suara sedikit keras.
Tak ada jawaban.
“ada apa dicky?” tanya papa nadia dengan rasa khawatir.
“om kita dobrak aja pintu ini om” pinta Dicky.
“Nadia kenapa ky?” tanya mama nadia yang kemduian menangis.
dengan penuh tenaga Dicky dan papa nadia mendobrak pintu kamar Nadia. Pintu terbuka,dan betapa terkejutnya mereka melihat tubuh nadia yang telah terbaring di depan tempat tidurnya. Tangan nadia penuh darah luka sayatan di nadi nya. Sejenak, kamar Nadia berubah menjadi lautan airmata dari ketiga orang tersebut, Dicky dan orang tua nadia.
Mama Nadia mendapati sebuah kertas diatas tempat tidurnya Nadia.

“Aku capek dengan semua keadaan dirumah ini. Semua keributan yang ada. Aku nggak tahan. Aku cuma ingin mama papa baikan dan kita bisa menikmati keindahan didalam keluarga, cuma itu. Maafin aku ma, pa. Aku minta maaf atas semua salah aku”

Mama nadia menangis kemudian tak sadarkan diri. Dan Dicky hanya bisa terdiam, menangis dan menyesal. Dicky merasakan penyesalan yang sangat mendalam.
2 minggu setelah kejadian itu dan pemakaman Nadia. Perceraian antara mama dan papa nadia dibatalkan. Mereka berdamai dan bersatu kembali. Mereka sadar karena melupakan Nadia.
***
Dicky sedang berada di pemakaman Nadia. Dia selalu Mampir kesini untuk berdoa. Dicky menahan airmatanya. Kemudian dicky membuka pesan saat malam kejadian, Membacanya lagi dan menangis dalam hatinya.

“Dicky, Maafin aku ya atas selama ini. Aku udah nggak tahan lagi dengan keadaan ini. Kamu baik-baik ya. Cepet punya pacar ya. Jagain Mama sama papa aku ya. Aku sayang banget sama kamu ky, aku cinta sama kamu.”

Rasa menyesal selalu menghantui perasaan dicky. Dicky tak pernah sempat mengungkapkan perasaan cintanya pada Nadia bahkan Dicky tak sempat membalas pesan terakhir yang dikirim Nadia pada Dicky. Dicky kemudian memasukan Handphone tersebut. Dicky bergerak menuju batu Nisan Nadia, mengelusnya kemudian menciumnya, “AKU CINTA KAMU NAD”.

25 thoughts on “Pesan Terakhir

  1. eehhh… yakin ini bukan pengalaman pribadi mas?
    ya walau gak sepenuhnya sie, tapi rasanya kok ada sedikit cipratan pribadi didalamnya..
    ya wis pokok nya jika menemukan hal seperti ini, jangan sampai terlambat menyatakan perasaan ya, ditolak juga gak papa yang penting sudah tersampaikan maksud hati..
    ok ?

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s