Tak Terganti…


“Dia tak akan tergantikan, Karena semua tak akan pernah sama”

Aku menggulung lengan kemejaku, kemudian menurunkan headphone dari telingaku. Aku mengistirahatkan mata dan tubuhku dari sekelumit tugas hari ini. Aku lelah, termasuk hatiku.

Pesan yang masuk di telepon genggamku pagi tadi sedikit membuat aku terkejut. Aku sedih, aku tersenyum, tak bisa berkata-kata dan aku mencoba biasa. ย Hanya emote senyum yang bisa aku balas untuknya.

Langkahku pelan diimbangi perasaan yang melaju sedikit goyah. Aku mencoba biasa ย dan itu harusnya jadi hal yang biasa karena itu juga bukan hal yang pertama. Ketika seseorang harus berkata ” maaf ya aku delete kontak bbm dan twitternya”. Bla.bla.bla. sebuah komitmen yang harus dia lakukan.

Aku menerima..itu sebuah keputusan dan aku bukan apa-apa.

Aku selalu mencari orang yang bisa menggantikan. Aku tau dan harusnya aku sadar lagi.

Dia bahkan mereka tak akan pernah bisa tergantikan. Nanti hanya ada yang baru dan cerita baru.

Mereka punya kisah sendiri yang tak akan pernah sama.

Harusnya aku tau lagi, kalau aku harus punya cerita baru, tak akan ada lagi seorang tea maker atau semacamnya. Itu hanya kisah yang harusnya tak muncul lagi.

Kisah baru yang berbeda mungkin ย akan menutupi dan menggeser, tapi tak akan tergantikan.

 

Tulisanku terkadang mewakili airmata yang tak ingin menyentuh pipiku sendiri, dan terkadang itu jauh lebih baik.

_dyazafryan_

 

55 thoughts on “Tak Terganti…

  1. Saya biasa melakukan keduanya, menangis sembari menulis. Hahahaha. Kadang saat menangis, air mata tidak cukup untuk melampiaskan seluruh perasaan. Jadilah menulis membantu saya semakin menikmati tangisan. Hohohoho. Untungnya enggak rusak sih lepi saya kesiram air mata. Hahaha.

  2. jadi kepingin nyanyi, “meski waktu datang dan berlalu sampai kau tiada bertahan semua tak kan mampu mengubahku hanya kaulah yg ada di relungku.”
    tapi dyaz, terkadang orang “terlalu maksa” sesuatu yg tak akan terganti harus menjadi miliknya (lagi) kelak, tanpa ia sadari itu sebenarnya perjalanan. Langkah kita untuk menjadi dewasa. So, kalau tea makernya gak mau ganti, kenapa gak bikin teh sendiri biar nanti kamu bisa jadi tea maker utk orang lain๐Ÿ˜‰

  3. setuju banget Dyaz! selalu ada tokoh dan cerita baru, tapi tidak untuk menggantikan, hanya sekedar menggeser atau menempati ruang baru๐Ÿ™‚

    tea maker yaaa tea maker aja.. gak akan ada tea maker yg baru, mungkin Dyaz sebaiknya ganti fokus aja, bukan cari tea maker tp juice maker! biar hidupmu lbh juicy๐Ÿ˜€

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s