Jurnal Poetica : Berbicara Setting dalam sebuah Tulisan

Materi dalam kelas poetica hari jumat, 22 maret 2013 membahas mengenai Setting.
Apa itu Setting?
Setting dalam bahasa Indonesia, biasanya dipadankan dengan “Latar” yaitu tempat dan waktu terjadinya cerita. Latar ini berguna untuk memperkuat tema, menuntun watak tokoh, dan membangun suasana cerita.
Setting itu sendiri bisa berhubungan dengan ‘tempat’ dan ‘waktu’.

Setting yang berhubungan dengan ‘tempat‘ itu sebut dengan setting fisik (seperti dirumah, direstoran, dll. Sementara setting yang berhubungan dengan ‘waktu‘ itu disebut dengan setting kronologis ( seperti pada bulan januari, atau pada tanggal 17 agustus 1945)

Setting terdiri dari waktu dan tempat saat cerita berlangsung. Maka dari itu sebaiknya Setting harus dideskripsikan secara spesifik agar cerita seolah-olah menjadi nyata, mengatur mood dan suasana yang diinginkan. Nggak jarang setting malah menjadi sumber konflik cerita, misalnya fiksi yang bercerita tentang bencana alam.
Kita bisa mengeksplor dengan benar-benar menjadi ‘mata’, ‘telinga’ dan ‘hidung’ yang ada di sana. Kita bisa seolah2 berada disuatu tempat kejadian tersebut, melihat, mencium, mendengar, dan berfikir.

Setting bisa dibangun dengan mudah dengan mengedepankan sense yang kita miliki, karena sense itu sangat penting dan juga sangat berperan penting dalam membangun setting yang kita miliki di tulisan.
Namun setting terlalu banyak, bisa jadi menjemukan dan setting yang terlalu sedikit bisa jadi mengganggu juga karena kita tidak memberikan gambaran yang cukup kepada pembaca.Dialog bisa menggambarkan setting.
Contoh : Dicta. “Coba ambilkan buku yang ada di belakangmu. Nah, ya, tidak jauh dari sisi kanan kamu.”
“Yang di sebelah kanan rak buku itu? Ok, sebentar, aku akan mengambilnya.”

Kita dapat menebak, bahwa setting itu terjadi di perpustakaan ataupun yang lain.Jadi untuk menggambarkan setting, jangan terpaku dengan deskripsi biasa saja. Penggunaan dialog pun bisa jadi cara kita menggambarkan setting.

Sekian jurnal untuk materi poetica nya. semoga memberi manfaat bagi para pembaca. Terima kasih.

_Dyazafryan_

Hai, apa kabar kamu? :)

Cinta bisa datang kapanpun, dimanapun, dan kepada siapa saja. Cinta memberi sebuah rasa, menciptakan banyak kata-kata serta melahirkan sebuah rasa rindu. Cinta punya cara yang luar bisa untuk membuat kita jatuh dan terjebak didalamnya. Cinta menciptakan sesuatu yang tak akan pernah kau lupakan. Bahkan akan ada satu cinta yang nantinya menjadi sebuah cerita terbaik dalam hidup kita. Banyak orang menyebutnya “Cinta Pertama” atau “First Love”.

Cinta pertama nggak selalu terjadi pada pacar pertama, tapi mungkin sebagian orang berpendapat lain. Banyak orang yang mungkin bisa merasakan cinta pertamanya, dan aku?. Sepertinya aku nggak terlalu memikirkan siapa cinta pertamaku atau sebagainya terkadang aku nggak perduli. But, setidaknya aku punya perasaan dan cinta yang lebih pada seseorang. Cinta yang aku pernah dapati, aku rasakan dan benar-benar yang membuat hidup aku jadi lebih baik, walaupun sebenarnya nggak begitu baik. Cinta pertama terkadang diartikan sebagai cinta yang nggak pernah kita lupakan, memberi sebuah arti yang mendalam pada kehidupan kita, mungkin seperti itu. Yah.. hatiku berkata begitu. Ah.. Cinta pertama..

***

Aku tak pernah tau kapan cinta itu datang, tak pernah tau. Hingga pada saatnya aku tersadar, aku sedang jatuh cinta, jatuh cinta padanya, dan aku benar-benar tak menyangka. Entah kapan pertama kali aku mengenalnya, kita berada pada kelas yang berbeda. Tapi aku masih sangat tau bagaimana aku bisa mengenalnya dulu.

Pada suatu ketika, aku melihatnya ada didepanku, aku melihat dia berjalan, dengan tas ransel pink nya menuju ke arahku. Aku mendengar dia menyapaku “Hai”, katanya. Dia lalu menaruh tasnya didepan mejaku. Kini dia berada satu kelas bersamaku dan duduk didepan mejaku. Belum ada cinta pada saat itu, dan itu adalah awal terbentuknya cinta.

Menjadi teman curhat, ngobrol, tertawa dan sebagainya membuat cinta itu muncul dan muncul pada saat yang salah. Cinta kita terbentuk tanpa kita sadari, walau pada awalnya salah, tapi cinta telah mengalahkan semua. Telah lama kita menjadi teman tanpa status pasti. Dan pada akhirnya kita memutuskan bersama dan melupakan keadaan yang salah. Kesetiaan, penghianatan, kesedihan, kesakitan, keindahan selalu menyertai perjalanan cintaku dan dia. Putus nyambung, kemudian putus dan bersama lagi dengan banyak situasi membuat kita tahu bahwa cinta itu selalu menghampiri kita walau terpisah. Tapi tak bertahan lama, ketika kesalahanku membawa hasil buruk padaku juga. Ketika penghianatan yang telah terlanjur hadir membuat cinta itu perlahan pergi dan membuat dia lebih memilih cinta lain.

“Aku tau aku salah, tapi apa harus dengan ini membalasnya” kataku padanya pada suatu kesempatan.

“Maaf, aku hanya butuh kepastian dan aku datang bersama dia padamu hanya untuk memastikan, dan aku milih dia, maaf” kata yang dia ucap pada saat itu, dan aku tetap ingat.

Dan cinta itu telah pergi, mungkin sudah hampir 2 tahun. Terkadang cinta itu masih hadir, dan aku nggak pernah tau perasaan nya padaku kini. Ada cerita yang tak tertulis dan hanya tersimpan.

Aku banyak belajar dari hubungan ku dan dia. Semuanya yang aku alamin bareng dia adalah pembelajaran. Ada cinta yang tak pernah hilang dan tak terlupakan sampai kini. Cinta yang harusnya sudah hilang dan harus hilang. Cinta yang harusnya menjadi kenangan dalam hidupku. Sebenarnya aku tak ingin menyebutnya cinta pertama, kadang aku hanya ingin menyebutnya kisah cinta yang punya cerita tak terlupa.

Hai, apa kabar kamu? 🙂

_dyazafryan_

1000 Bayang

Seketika kata-kata menjadi beku,terkunci rapat dan terdiam.

Aku terjebak, aku terperangkap dalam bayang-bayang yang semestinya telah pergi.

Aku melihat 1000 bayang yang terus menyapa.
Berjalan,mengikuti setiap langkah yang aku ambil.

1000 bayang dalam hayalku. Mencipta rasa, membunuh waktuku.

Dia hanya hadir dalam ingatan. Tersenyum dalam kabut putih yang cepat hilang oleh mata ini.

Mengangkat hati yang terbang perlahan. Lalu menjatuhkan rasa yang melayang tinggi.

Aku terjebak, dan aku sadar.
Aku menikmati, dan aku sadar.
Aku tersakiti dan aku ingin pergi.

_dyazafryan_

Postcard from Germany

Lagi lagi postingan ucapan terima kasih untuk Mbak Ely. Pagi tadi kartu pos mendarat dengan selamat ditangan saya. Kartu pos yang cantik dengan tulisan yang rapi juga.. 😀

SONY DSC

Sekali lagi  aku mau ngucapin terima kasih banyak buat mbak El atas kiriman kartu posnya. Salamnya udah disampein sama bapak dan ibu.

So Beautiful postcard from Germany.. 😀

_dyazafryan_

Pesan Terakhir

Ia pergi dengan gayanya yang apa adanya. Jaket kanvasnya ia simpan di belakang motornya, tidak ia pakai, hanya ia simpan begitu saja. Tangannya memegang kunci motor yang siap membawanya pergi ke mana pun. Dicky bergegas dengan cepat menancapkan kunci kedalam stop kontak motornya lalu menstarternya. Helm fullface hitamnya dipasangkan ke kepalanya dan menarik gas motornya dengan kencang.
***
15 menit sebelumnya.
Tak ada jadwal kuliah, tak ada planning untuk pergi hari ini, pukul 9 pagi dicky sudah bangun dan stay di depan laptopnya. Dicky melihat foto-foto sunset yang diambilnya kemarin sore dari atas rumahnya sembari mendengarkan lagu-lagu yang dia suka.
Bip.Bip
Suara tanda pesan masuk ke handphone dicky.
From : Nadia
Ky,aku butuh kamu sekarang.
Tanpa basa-basi Dicky kemudian meninggalkan pekerjaannya, mengambil jaket dan kunci motornya.
***
Motor Dicky melaju dengan cepat, sekitat 15 menit Dicky sudah sampai didepan rumah Nadia. Dicky kemudian memarkirkan motornya didepan gerbang rumah Nadia dan segera masuk. Sayup -sayup suara terdengar ditelinga Dicky ketika dia berjalan kearah pintu rumah Nadia dan suara itu terdengar jelas ketika Dicky hendak menekan bel rumah Nadia. Namun Dicky berhenti sejenak untuk menekan bel rumah dan mendengarkan. Keributan itu terjadi lagi. 3 bulan belakangan ini keributan itu sering terjadi atara mama dan papa Nadia. Perselingkuhan papa Nadia yang terbongkar membuat mereka sering ribut,terlebih sekarang dalam masa perceraian mereka. Nadia adalah anak satu-satunya mereka dan Nadia menjadi korban dari pertengkaran mereka.
Ting tong.
Dicky kemudian menekan bel rumah Nadia. Keributan itu berhenti. Mama Nadia membukakan pintu.
“eh Dicky, ada apa ya?” sapa mama Nadia
“Nadia ada tante?” Tanya Dicky
“Kayaknya ada dilantai dua, naik aja keatas ky”
“oke tante, makasih ya” ucap dicky.
Papa Nadia kemudian bergegas mengambil tas kerjanya dan pergi. “Pagi ky” sapa papa Nadia dan tersenyum. “pagi om” dicky menjawab sapanya.
“Om pergi dulu ya, jagain Nadia diatas ya”.
“Oke om” jawab dicky. Papa dicky kemudian keluar rumah sementara Dicky bergegas ke lantai 2 menuju kamar Nadia.
Nadia dan Dicky sudah berteman sejak kelas 1 SMA. Mereka adalah sahabat baik, seperti kakak adik. Orang tua nadia sangat kenal Dicky dan sangat akrab dengan Dicky. Dicky adalah orang yang paling bisa mengerti Nadia, mendengarkan, dan menenangkannya.
Tok.tok..
Dicky mengetuk pintu kamar nadia.
Tak ada respon, lalu Dicky memanggil nadia.
Nad.. Nadia.
Suara tangis yang terdengar, memaksa Dicky membuka pintu kamar nadia yang tak terkunci.
Nadia sedang duduk lemah diatas lantai kamarnya, bersandar pada tempat tidurnya. Nadia menangis.
“Nad, kamu kenapa?” Dicky berlari menghampiri Nadia.
Nadia masih menangis.
“Nadia”. Dicky mengucapkan nama Nadia.
“Aku capek ky, dengan keadaan kayak ini..aku capek” ucap nadia dengan tangis. “Aku nggak mau liat mereka ribut lagi”.
“Sabar ya nad, tenang. Semuanya pasti ada penyelesaiannya. Kamu harus kuat”. Dicky berusaha menenangkan Nadia.
Nadia kemudian memeluk Dicky. “Ky, aku putus sama Ryan.” Nadia kemudian menangis lagi.
“kok bisa Nad?”
“Dia selingkuh, aku kemarin liat dia jalan sama cewek lain. Dan semalem dia mutusin aku, dia milih cewek tu ky”.
Dicky kemudian membalas pelukan Nadia.
Ada aku Nadia. Aku orang yang selalu menyayangi kamu nad. Andai kamu tau nadia. Dicky berbicara dalam hati.
“yawdah, jangan dipikirin masalah itu, aku pernah bilang kan ryan itu cowok nggak bener”. ucap Dicky.
“maafin aku dicky” kata Nadia sembari menguatkan pelukannya.
***
2 minggu berlalu. Keributan orang tua Nadia sering terjadi bahkan semakin parah. Perceraian mereka masih terus berjalan. Perceraian adalah jalan yang tidak Nadia inginkan. Nadia ingin mereka bisa damai, Nadia ingin agar papanya bisa sadar dengan apa yang telah dilakukan. Tapi Nadia tak bisa berbuat banyak. Dia hanya bisa menangis ketika melihat kedua orang tuanya bertengkar.
Nadia hari ini izin pulang cepat dari kuliahnya karena kondisi badannya yang tidak sehat. Nadia sampai dirumah, dan lagi-lagi dia harus menguatkan hatinya ketika pulang kerumah. Keributan dia dengar kembali. Lalu Nadia membuka pintu rumahnya dan mendapati papanya memukul mamanya. Nadia terdiam, buku-buku yang digenggamnya terjatuh. Nadia menangis. Papa dan mama nadia terkejut. Pertengkaran mereka berhenti. Nadia kemudian berlari menaiki tangga menuju kamarnya.
“Nad, Nadia” Panggil mama nadia dengan suara lantang.Papa dan mama Nadia menyusul nadia ke lantai 2.
“Nad..buka pintunya nad” Papa Nadia memanggil Nadia diikuti panggilan mamanya. “maafin kami nadia.
Suasana hening sejenak..
“Nadia” Papa dan mama Nadia memanggilnya kembali.
Nadia lalu berjalan mendekati pintu kamarnya.
“AKU BENCI MAMA SAMA PAPA!!!” ucap Nadia dengan keras. Papa mamanya mendengar jelas suara nadia. ” Aku capek liat kalian ribut, aku capek. Aku pengen mama sama papa baikan. Aku pengen mama papa sadar sama salahnya masing-masing. Aku cuma pengen Kalian baikan.”
“maafin kami nad, mama sama papa janji nggak akan ribut lagi” Kata mama nadia pelan.
Tak ada jawaban..
“Kita biarin aja Nadia tenang, nanti kita balik lagi” ucap papa nadia.
***
waktu menunjukan pukul 20:16.
Dicky memacu motronya dengan kencang menuju rumah Nadia. Tak sampai 10 menit, Dicky sudah berada disana. Keadaan sangat sunyi sebelum dicky menekan bel rumah Nadia. Mama dan Papa nadia sedang berada diruang tamu. Mama nadia kemudian membukakan pintu rumah.
“Dicky, malem-malem datang ada apa”? Tanya mama Nadia.
“Nadia ada tante?ucap Dicky dengan nafas terengah-engah.
“Kayaknya ada dikamarnya, dari tadi siang belom keluar kamar” jawab mama nadia.
“Dicky permisi keatas tante”. Dicky kemudian berlari menuju kamar Nadia.
Serentak papa dan mama nadia terkejut dan menyusul Dicky kelantai 2.
Tok.tok.
“Nad..nad. Nadia”.Dicky mengetuk pintu kamar Nadia dan memanggil Nadia dengan suara sedikit keras.
Tak ada jawaban.
“ada apa dicky?” tanya papa nadia dengan rasa khawatir.
“om kita dobrak aja pintu ini om” pinta Dicky.
“Nadia kenapa ky?” tanya mama nadia yang kemduian menangis.
dengan penuh tenaga Dicky dan papa nadia mendobrak pintu kamar Nadia. Pintu terbuka,dan betapa terkejutnya mereka melihat tubuh nadia yang telah terbaring di depan tempat tidurnya. Tangan nadia penuh darah luka sayatan di nadi nya. Sejenak, kamar Nadia berubah menjadi lautan airmata dari ketiga orang tersebut, Dicky dan orang tua nadia.
Mama Nadia mendapati sebuah kertas diatas tempat tidurnya Nadia.

“Aku capek dengan semua keadaan dirumah ini. Semua keributan yang ada. Aku nggak tahan. Aku cuma ingin mama papa baikan dan kita bisa menikmati keindahan didalam keluarga, cuma itu. Maafin aku ma, pa. Aku minta maaf atas semua salah aku”

Mama nadia menangis kemudian tak sadarkan diri. Dan Dicky hanya bisa terdiam, menangis dan menyesal. Dicky merasakan penyesalan yang sangat mendalam.
2 minggu setelah kejadian itu dan pemakaman Nadia. Perceraian antara mama dan papa nadia dibatalkan. Mereka berdamai dan bersatu kembali. Mereka sadar karena melupakan Nadia.
***
Dicky sedang berada di pemakaman Nadia. Dia selalu Mampir kesini untuk berdoa. Dicky menahan airmatanya. Kemudian dicky membuka pesan saat malam kejadian, Membacanya lagi dan menangis dalam hatinya.

“Dicky, Maafin aku ya atas selama ini. Aku udah nggak tahan lagi dengan keadaan ini. Kamu baik-baik ya. Cepet punya pacar ya. Jagain Mama sama papa aku ya. Aku sayang banget sama kamu ky, aku cinta sama kamu.”

Rasa menyesal selalu menghantui perasaan dicky. Dicky tak pernah sempat mengungkapkan perasaan cintanya pada Nadia bahkan Dicky tak sempat membalas pesan terakhir yang dikirim Nadia pada Dicky. Dicky kemudian memasukan Handphone tersebut. Dicky bergerak menuju batu Nisan Nadia, mengelusnya kemudian menciumnya, “AKU CINTA KAMU NAD”.

Tak Terganti…

“Dia tak akan tergantikan, Karena semua tak akan pernah sama”

Aku menggulung lengan kemejaku, kemudian menurunkan headphone dari telingaku. Aku mengistirahatkan mata dan tubuhku dari sekelumit tugas hari ini. Aku lelah, termasuk hatiku.

Pesan yang masuk di telepon genggamku pagi tadi sedikit membuat aku terkejut. Aku sedih, aku tersenyum, tak bisa berkata-kata dan aku mencoba biasa.  Hanya emote senyum yang bisa aku balas untuknya.

Langkahku pelan diimbangi perasaan yang melaju sedikit goyah. Aku mencoba biasa  dan itu harusnya jadi hal yang biasa karena itu juga bukan hal yang pertama. Ketika seseorang harus berkata ” maaf ya aku delete kontak bbm dan twitternya”. Bla.bla.bla. sebuah komitmen yang harus dia lakukan.

Aku menerima..itu sebuah keputusan dan aku bukan apa-apa.

Aku selalu mencari orang yang bisa menggantikan. Aku tau dan harusnya aku sadar lagi.

Dia bahkan mereka tak akan pernah bisa tergantikan. Nanti hanya ada yang baru dan cerita baru.

Mereka punya kisah sendiri yang tak akan pernah sama.

Harusnya aku tau lagi, kalau aku harus punya cerita baru, tak akan ada lagi seorang tea maker atau semacamnya. Itu hanya kisah yang harusnya tak muncul lagi.

Kisah baru yang berbeda mungkin  akan menutupi dan menggeser, tapi tak akan tergantikan.

 

Tulisanku terkadang mewakili airmata yang tak ingin menyentuh pipiku sendiri, dan terkadang itu jauh lebih baik.

_dyazafryan_