The Tea Memory


“Setiap Cerita Pasti Punya Kisah Masing-masing”..
Teringat tagline blog yang aku beri untuk blog seseorang…

Pagi ini aku menikmati hari off ku disetiap Selasa..
Bangun nggak terlalu pagi dan nggak terlalu siang.. Pukul 8 lewat beberapa menit aku sudah membuka mata aku untuk menikmati pagi..
Cuci muka..dan membuat secangkir teh manis hangat.. Dengan takaran gula 2 setengah sendok teh. Takaran yang pas buatku dengan cangkir yang nggak terlalu besar. Hasilnya pas..

Seketika ada sebuah cerita didalamnya.. Entah kenapa teringat..
Aku membawanya ke kamar..
Menaruhnya di atas rak. Aku duduk disudut tempat tidur yang bersebelahan dengan jendela dan menikmati luar kamar dengan cuaca agak gelap karena mendung..
Aku menghirup teh ku, menaruhnya, dan memandangnya..
Teringat seseorang yang selalu membuatkan teh dikala aku berada dirumahnya..pada saat itu.

“Mau minum apa?” Katanya..
“Teh ,boleh deh”. Jawabku..
…………………………………….
“Ini tehnya”..dia menaruhnya diatas meja didepanku.
Aku mencicip nya..
“Agak kemanisan nih,hihii tapi gkpa” kataku.
“Ya kan nggak tau..” Katanya..

Mungkin itu dialog pertama saat dia membuatnya untukku..

Seperti biasa teh manis selalu ada..
“Masih kemanisan sedikit nih”kataku..
Paling nggak dengan cangkir yang segini, cukup 2 atau 2 setengah sendok the gulanya..” Sambungku.
“Oke deh..” Katanya diselingi muka cemberut tapi asik.

Seterusnya hingga buatannya pas..

Aku tersenyum kini, dengan kenangan kecil nan berarti itu.

Aku mengankat cangkir teh ku, menghirupnya, melihat ke arah luar, melihat teh yang sampai kini aku nggak pernah tau menyebut warnya nya, kuningkah, coklat kekuningan kah, merah kecoklatankah? Aku nggak perduli.. Aku kini masih menikmati teh buatanku sendiri..๐Ÿ™‚

“Mungkin kamu nantinya akan membuatkan teh untuk orang lain, atau mungkin juga aku akan dibuatkan oleh orang lain, atau tuhan menghendaki kamu yang membuatnya dan aku yang menikmatinya lagi dan mungkin menikmati bersama..” Kata ku dalam hati..
Dan Who knows..?? Nobody knows,only GOD knows..
That we know are memories..

Ini adalah “Tea memory” ketika aku telah memutuskan hubungan itu, Ketika aku juga masih menikmati teh ku sendiri.

_dyazafryan_

51 thoughts on “The Tea Memory

  1. kok aku agak terharu yaa..entrah kata2 sebelah mana yang membuatku sedikit tersayat, mungkin karena tinggal memori dan memori hanya bisa dijumpai dalam alam pikiran yang kita dekap erat, tapi sebenarny tidak nyata lagi yaa..sayang sekali hubungannya dengan si pembuat teh harus berakhir๐Ÿ™‚

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s