“Dan itu bukan cinta”


Kita tak tahu bagaimana cinta bekerja, kita tak pernah tau bagaimana perasaan seseorang kepada kita bila kita tak bertanya.

Yang pasti aku tetap ingin mencintai dengan sabar, tanpa tau apa cinta itu juga datang mendekat.

Yang pasti aku ingin tetap bisa merindukan, tanpa tau apa aku juga dirindukan.

Dan pada akhirnya aku tau tidak ada satupun yang datang, baik rindu atau cinta.

Aku tak tau dimana letak salahnya. Bukan aku atau dia. bahkan cinta itu sendiri.

Aku tak tau dimana penyebabnya. Dan tak pernah tau..

Ingin aku tahu, tapi hati tak ingin pernah tau.

Haruskah aku pergi pada cinta yang tak berbalas?.

Haruskah aku berhenti mencintai pada hati yang tak ingin memilih dan memiliki?.

Dan haruskah cinta itu hilang??

Apa dia tau, atau dia pura-pura tidak tau atau memang tidak tau?

Apa rasa ini tak pernah tersampaikan tepat pada hati yang kosong itu?

atau apa rasa ini tak akan pernah sampai pada hati yang tetap terjaga baginya untuk seseorang??

dan sekali lagi tak ada yang tau..

hahh.. sekali lagi aku merenungi dan memahami cinta ini. sudah keberapa kali dan untuk kesekian lagi.

Dan apa kali ini aku harus menyerah (lagi) ?

————————————————————————————————————

Ini sebuah puisi yang dibuat dan dikirim buat saya dari seorang teman :

Gerimis mengiringi kelam

Suara katak memecah sunyi

Desir angin menusuk kulit

Aku sendiri..

membuka mata

Tertuju pada satu gulita

Mencari arah pelita baru

Menyisiri semenanjung cinta

Mencari tarian pelangi

Seakan yang ada dalam dada ini ingin membuncah keluar

Inginnya aku membentuk cinta

Seperti para nirwana yang bernyanyi

Tapi fortuna tak juga mendekatimu

Seakan kamu adalah musuh dalam fikirku

Harusnya mudah saja aku dapatkan

Tapi nyata tak semudah khayal

Berharap takkan ada kata hilang, halang ataupun petang

Disana duduk terpaku mengerling senyummu

Namun tak jua kudapatkan hatimu

Sepi tetap bernyanyi

Meskipun dengan kata patah hati

Bayang senyum itu hanya terekam dalam pikirku

Kembali merangkai…

Berharap senyum itu seindah pelangi juga bertengger dibibirku

Coba saja..

Andai saja..

Tapi tenangnya air tak juga bisa memercik

Meskipun untuku..

Untuk sebuah nama..

Dan itu bukan cinta…

————————————————————————————————————

Cinta itu akan lebih bermakna bila aku dan kamu saling mencinta, saling memberi, memahami..

Dan ini bukan cinta, ini hanya sekedar luka…

 

_dyazafryan_

6 thoughts on ““Dan itu bukan cinta”

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s