Cahaya Bulan


Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa.
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui.
Apakah kau masih selembut dahulu,memintaku minum susu dan tidur yang lelap, sambil membenarkan letak leher kemejaku.
Kabut tipis pun turun pelan-pelan dilembah kasih,lembah mandalawangi.
Kau dan aku tegak berdiri melihat hutan-hutan yang menjadi suram. Meresapi belaian angin yang menjadi dingin. Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu,ketika kudekap,kau dekaplah lebih mesra, lebih dekat. Apakah kau masih akan berkata, kudengar detak jantungmu. Kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta.

“Cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan, yang takkan pernah ku tau dimana jawaban itu. Bagai letusan merapi bangunkan ku dari mimpi,sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan.. Hati”

-Ost GIE-
-Okta feat erros,dan Nicholas Saputra-

_dyazafryan_

5 thoughts on “Cahaya Bulan

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s