Mundur Teratur

“G semua yang ingin kamu cintai juga akan mencintai kamu,Cinta g selalu berpihak sama kamu”

G ada yang lebih indah jika suatu cinta mendapat suatu balasan. Begitu juga sebaliknya, cinta g terlalu bisa membahagiakan bila tak ada sebuah balasan.

Mungkin terlalu cepat dan mungkin terlalu dini untuk mengakhiri seperempat perjalan untuk mendapat cinta. Ketika dia tak bisa membuka hati ataupun lambat untuk mencerna sebuah rasa yang pelan2 datang menghampiri.

G pernah berharap secepat ini menyerah, ketika matahari blm tinggi diatas, tetapi langkah sudah terbenam meninggalkan jauh dibelakang. Awal yang g terlalu indah, dan akhir yang g ada kelanjutan. Berhenti begitu saja. Tanpa ada ancang2 dan persiapan.

Hati sendiri yang meminta,mencoba mengambil kembali rasa-rasa yang akan mencoba tinggal, mencoba untuk jalan mundur kebelakang untuk memulai langkah baru. Resiko dari sebuah memulai kembali.

Mungkin belum teruji, mgkn juga blm saatnya cinta bersemi. Atau memang cinta itu bukan milikku.

Aku bergegas mengambil langkah dan membereskan apa yang ingin aku titipkan pada hati itu.

Kamu memberikan pelajaran berharga,g semua cinta itu bisa dimiliki. Lebih baik mempertahankan apa yang bisa dipertahankan.
Perlahan-lahan aku meninggalkan ruang kosong dihatimu yang akan tetap kosong, aku mundur dengan senyum padamu, melangkah teratur seirama cinta meneriakan sebuah keinginan terpendam.

Mundur teratur, ketika rasa yang telah bersemi perlahan gugur.

_dyazafryan_