Setengah Siluet


Gelap..
Tak ada cahaya yang menerangi ruangan itu. Hembus nafas terdengar jelas.

Dia sendirian,,bersama sunyi senyap keadaan, bersama saut-menyaut suara jangkrik.

Perlahan,cahaya muncul,dia menghidupkan lilin. Memberikan sedikit cahaya diruangan itu.

“Lilin ini sudah pendek..entah berapa kali aku menghidupkannya pada saat-saat tertentu. Pada saat aku merindukanmu. Dan entah sudah berapa kali aku merindukanmu.”

“Boleh aku merindumu lagi?, boleh aku mengingatmu lagi? Aku terlihat bodoh dengan ini, tapi rindu ini nyata, selalu masuk dalam ruangan kecil yang bernama hati.”

Seperti lilin itu,membentuk setengah siluet dirinya. Tak terlalu menerangi seisi ruangan itu.

“Aku harap ada rindu yg kembali padaku,ada rasa yg penuh dan kembali tinggi. Tanpa harus bicara pada gelap dan sepi. Dan aku berharap”

Itulah rindunya,itulah harapnya..
Dia meniup lilin yang telah habis,bersama air mata yang jatuh. Kembali jatuh, Entah untuk yang keberapa kalinya.

_dyazafryan_

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s